Pak As,
Terlepas dari setuju atau tidak setuju, ini kan preseden negatif, bahwa
seorang Dr. Onno W. Purbo yang kita hormati dan merupakan tokoh
Indonesia ber-idealisme tinggi, koq mau-maunya disetir oleh orang lain
untuk bikin opini yang belum tentu kebenarannya.
Sah saja sih rasanya kalau mendukung seseorang untuk jadi Ketua Umum
Apkomindo, tapi pernyataan UUD itu yang sebetulnya tidak semestinya
dikeluarkan oleh Pak Onno yang lebih dari 7 tahun bersama-sama saya
membantu Apkomindo. Informasi tambahan; saya tidak termasuk mencalonkan
menjadi Ketua di organisasi manapun, jadi urusan ini tidak ada
hubungannya dengan sirik atau punya ambisi untuk jadi Ketua
Sayang sekarang saya sudah bukan menjadi pengurus Apkomindo lagi, karena
saya termasuk yang dibekukan oleh DPA - kalau saja saya masih menjadi
pengurus Apkomindo, saya akan membuat press release, bahwa perpecahan
Apkomindo ini bukan disebabkan oleh uang (sorry saya tidak mau
menyebutkan tepatnya karena apa, karena ini sudah bukan menjadi urusan
saya).
Sekarang saya sudah di assign oleh organisasi lain, yang namanya AiTI
(asosiasi industri teknologi informasi) Indonesia, dan sedang menggarap
untuk bisa menjadi asosiasi yang terbaik di komunitas TIK Indonesia.
Insyaallah tidak ada lagi perpecahan nantinya, karena kita mencoba untuk
mewadahi berbagai kelompok pelaku TIK (dimulai dari Jakarta), dan tidak
mengajak orang-orang yang seringkali menjadi biang kerok dalam organisasi.
Michael
PS: ... sekali lagi sorry untuk cross posting-nya.
On 12/28/2011 12:17 PM, as wrote:
Saya juga tidak setuju dengan Pak Onno,
Duit itu urutan nomor 10, tidak penting
no 1-9 tidak ada !
.
On Wed, 2011-12-28 at 12:14 +0700, as wrote:
> Pak Onno itu bisa melihat atbnpa melihatnya
> bisa mendengar tanpa mendengarkan
>
>
> On Wed, 2011-12-28 at 11:36 +0700, Frans Thamura wrote:
> >
> >
> > Kekeke, wak onno agen hoky. Ciakakkaka.
> >
> >
> > On Dec 28, 2011 10:26 AM, "Michael S. Sunggiardi"
> > <[email protected] <mailto:michael%40sunggiardi.com>> wrote:
> >
> > Teman-teman komunitas TIK Indonesia,
> >
> > Menarik yah membaca salah satu komentar dari tulisan mas Arif
> > Pitoyo di Bisnis Indonesia "Apa kata mereka soal perpecahan
> > Apkomindo?"
> >
> > Onno W. Purbo
> > Hehehehe, serius yah urusan satu ini (perpecahan Apkomindo).
> > Sayang sih pecahnya karena urusan UUD (ujung-ujungnya duit).
> > Maklum, duit bisa bikin orang silau.
> > Terkait siapa yang pantas memimpin Apkomindo, menurut saya ada
> > beberapa teman-teman yang care dengan komunitas di Surabaya,
> > di Yogyakarta, dan termasuk Pak Hoky di Jakarta.
> > Yang dibutuhkan di Apkomindo adalah pengusaha komputer yang
> > bukan hanya pengusaha komputer yang banyak membuat outlet di
> > banyak kota, tapi juga bisa mewujudkan rakyat Indonesia
> > menjadi lebih melek IT menjadi mengerti bagaimana memanfaatkan
> > IT secara maksimal menjadi mengerti alat mana yang lebih cocok
> > untuk sebuah kebutuhan. Hal itu saya lihat ada pada
> > orang-orang seperti Pak Hoky. (Lewat email)
> >
> > Apa betul perpecahan Apkomindo karena urusannya duit ? Dari
> > mana Pak Onno Purbo mengetahui masalah ini ? Apa benar karena
> > soal duit ? Siapa yang meng-informasikan bahwa perpecahan
> > Apkomindo karena duit ?
> >
> > Pernyataan ini di blast ke hampir semua milis IT di Indonesia,
> > jadi secara tidak langsung, komunitas IT Indonesia yang
> > "hanya" sekitar 5% dari populasi Indonesia, sudah mengetahui
> > kenapa Apkomindo pecah.
> >
> >
> >
> > Michael