As-Salaamu'alaikum wa rohmatullohi wa barokaatuh,

al-Hamdulillaahi wash-Sholaatu was Salaamu 'alaa Rosulillaah, amma ba'du.

akh Nur Hidayat -hafidzohulloh- berkata:
> menurut sepengertian dan sepemahaman saya itu boleh 
> dan mestinya ditanyakan. hanya cara menayakan dan 
> berdiskusi itulah yang harus baik sehingga tidak ada 
> kesan menginterogasi. hal ini mestinya dilakukan saat 
> nadhor.
----------

Ikhwan tersebut memang melakukannya (yakni nanya2) saat nadzor, sedangkan si 
akhwat nggak nyangka sama sekali kalo dia bakalan ditanya2 & di test macem2 
kayak gitu...jadi tanpa persiapan apa2...

menurut ana yg seharusnya nanya2 ttg ilmu agama saat nadzor adl akhowat. karena 
akhwat kan ngikut suami & punya hak untuk mendapat pengajaran ttg perkara agama 
dari suaminya..., jadi dia yg seharusnya nanya macem2 & nge-test si ikhwan 
supaya tau kualitas ilmu si ikhwan, apa sudah benar atau tidak.... bukan 
kebalik...

Kan repot kalau akhwat nggak nanya2 ke calon suaminya ttg perkara agamanya... 
bisa2 kalau si ikhwan ternyata punya pemahaman yg nyimpang (misal : takfiri, 
sufi, masih suka melakukan perkara2 bi'dah, dll) kan gawat...
Jadi jangan bermodal nadzor fisik aja... Tapi harus 'dinadzor' juga isi 
kepalanya, yakni dgn ditanya & ditest (kecuali kalau memang sudah 
ma'ruf/tsiqoh)... Supaya nggak nyesel di kemudian hari.

Soalnya masih banyak sekarang ini, orang2 yg secara fisik menampakkan 
ke'salafi'an (misal: memelihara jenggot, tidak isbal), tapi 'isi kepalanya' 
menyelisihi manhaj salaf.

Bayangkan saja, kalau akhwat nikah tanpa nanya2 masalah dien calon suaminya, 
ketika sudah nikah baru ketauan bahwa suaminya punya penyimpangan2 yg nggak 
ringan... kan susah ngelurusinnya & bakalan repot bagi akhwat... bisa2 akhwat 
itu yg dipengaruhi pemikiran2 yg nyimpang...

Kalau bagi ikhwan, yg begitu mungkin masih lebih ringan. Dia punya hak 
meng-hajr/boikot si istri yg nusyuz/durhaka (setelah dinasehati) di rumahnya 
yakni dgn pisah ranjang atau tidak menggaulinya, & jika masih belum berhasil, 
suami boleh memukul istrinya dengan pukulan mendidik yg tidak melukai/membekas 
[lihat an-Nisa ayat 34 & Hadits riwayat Muslim no. 1218].

Tapi...mungkin memang perlu juga nanyain ilmunya akhwat... & bener apa kata akh 
Nur Hidayat -hafidzohulloh-:
"cara menayakan dan berdiskusi itulah yang harus baik... "

Perkataan pak Ngudihadi Ibnu Abdil Basir yang bergelar 'S2' (Sudah Sepuh) 
-hafidzohulloh- :
"Alhamdulillah dengan hidayah Allah, disertai dengan pergaulan di lingkungan 
famili dan teman-teman yang Islamy, bimbingan serta keteladanan, sekarang 
sangat jauh berbeda dibanding 31 tahun yang lalu."

al-Hamdulillaah kalau memang bisa tinggal di lingkungan yang salafi... insya 
Alloh lebih terjaga... & lingkungan pengaruhnya besar sekali..

Bukankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda bahwa setiap 
anak dilahirkan dalam fithroh, orang tuanyalah yg membuatnya menjadi yahudi, 
narshoro, atau majusi... [lihat Shohih al-Bukhori di kitabul Janaa'iz, Shohih 
Muslim di kitabul Qodr, Muwaththo' Malik di Kitabul Janaa'iz, Musnad Ahmad dari 
Abu Huroiroh]. Ini kan berarti lingkungan sangat berpengaruh. kalau 
lingkungannya buruk, bisa2 orang yg tadinya kuat dlm Sunnah jadi futur atau 
stress karena saking 'panasnya menggemgam bara api'...
illa maa rohima robbi... 
Beruntunglah orang2 yg punya keluarga yg Salafi...

Mudah2an Allah 'azza wa Jalla memudahkan urusan mereka...

wallaahu a'lam bish-Showaab

[catatan]: kisah ini sebagai ibroh/pelajaran saja, bukan untuk membuka aib 
orang, yakni dgn ana tdk menyebutkan nama, tempat & waktu kejadian, dan hal2 yg 
bisa menunjukkan ke arah sana. & ana diijinkan u/ cerita. Mudah2an bermanfaat.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke