Waalaikumsalam warahmatullah,

Maaf baru merespon.
Abdurrahman Al Mukaffi bukan ustadz atau da'i atau politikus.
Bacalah kata pengantar dalam buku itu oleh Harono Ahmad Jaiz, dimana
dijelaskan bahwa Akh Abdurrahman adalah sering mengedit (editor)
naskah-naskah yang mem-belejeti kesesatan orang sufi yang menjajakan
tasawuf bid'i.

Ia juga telah menulis beberapa buku yang beredar dimasyarakat dan
beberapa kali cetak ulang.

Ana pernah melihat tanya jawab di salah TV berkenaan dengan buku ini,
wallahu a'lam sepertinya Aa Gym sendiri tidak terlalu peduli
dengannya. Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepadaNya.

Wallahu a'lam bishowab.
Syamsul


On 6/6/06, DHEWA EDIKRESNHA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
>
> Kepada mas syamsul arifien, boleh saya mendapatkan informasi mengenai
> abdurrahman al mukaffi pengarang buku raport merah Aa Gym?
>
> Dulu saya sempat mendengarkan ceramahnya abdullah gymnastiar, dan dia
> mengaku sudah berusaha menghubungi abdurrahman al mukaffi hanya saja dia
> tidak berhasil mengontaknya. Entah dia itu benar2 sudah menjalankannya atau
> tidak, tapi saya penasaran mengenai orang ini karena saya tidak ingin
> mendapatkan informasi dari orang yang majhul.
>
> wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh
>
>
>
> On 6/6/06, Syamsul Ariefin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,
> >
> > Anti sebaiknya membaca kitab yang berjudul Rapor Merah Aa Gym, disana
> > dijelaskan dengan jelas siapa sebenarnya Aa Gym itu dan bisa diperkuat
> > dengan buku Talbis Iblis karya Ibnu Jauzi.
> >
> > Dan ini ana sertakan email dari al akh Agung Priadi beberapa waktu lalu
> > mengenai Aa Gym.
> >
> > Semoga bermanfaat.
> >
> > Syamsul.
> > --------
> >
> > IBNU JAUZI berkata : "TASAWUF adalah mazhab (golongan) yang dikenal
> > melebihi zuhud. Bukti bahwa antara ZUHUD dan TASAWUF berbeda adalah, yakni
> > ZUHUD tidak dicela oleh siapapun, sedangkan TASAWUF telah dicela oleh para
> > ulama,.." (al Muntaqa an Nafsis min Talbis Iblis: 214)
> >
> > Maka cukuplah kiranya nasihat dari Syaikh Abubakar Jabir al Jazairi :
> > "Sesungguhnya, bisa saja tasawuf itu berasal dari sebagian Islam, tetapi
> > bisa pula ia bukan dari ajaran Islam. Apabila tasawuf benar berasal dari
> > sebagian ajaran Islam, maka ISLAM itu sendiri sudah cukup bagi kita.
> > Sedangkan bila tasawuf bukan dari ajaran Islam, maka kita tidak pernah butuh
> > kepada ajaran seperti itu."
> >
> > ---------------------------------------------
> > BERTASAWUFLAH BILA MAU RUWET
> > Oleh : Hartono Ahmad Jaiz
> > Majalah Media Dakwah Rajab 1424/september 2003 hal 33-46
> > ---------------------------------------------
> >
> > IMAM As-syafi'i berkata: "Seandainya seseorang menjadi sufi pada pagi
> > hari, maka siang sebelum dhuhur ia menjadi orang yang dungu". Dia (Imam
> > asSyafi'i) juga pernah berkata: "Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama
> > 40 hari, lalu akalnya (masih bisa) kembali normal selamanya." [1]
> >
> > Ungkapan Imam As Syafi'i rahimahullahu itu apakah masih bisa dirasakan
> > langsung sampai kini??? Coba kita buktikan dengan menelusuri contoh sebagai
> > berikut:
> >
> > Sebuah buku yang isinya membela tasawuf sengaja ditulis oleh Tengku
> > Zulkarnaen dengan judul "Salah Faham Penyakit Umat Islam Masa Kini—jawaban
> > atas buku Raport Merah Aa Gym". Buku ini diterbitkan Yayasan al-Hakim,
> > Jakarta Agustus 2003 setebal 236 halaman. Ini merupakan bantahan terhadap
> > buku Raport Merah Aa Gym, MQ di Penjara Tasawuf, tulisan Abdurrahman
> > al-Mukaffi, Darul Falah, Jakarta April 2003.
> >
> > Ada kejanggalan-kejanggalan yang kalau kita merujuk kepada perkataan Imam
> > AsSyafi'I seperti tersebut barulah ketemu jawabnya. Di sana kejanggalan isi
> > buku membela tasawuf dan Aa Gym ini bisa dikutip langsung sebagai berikut:
> >
> > Kutipan:
> >
> > "Untuk lebih jelasnya bagi pembaca sekalian kami ingin mencontohkan sebuah
> > ungkapan orang-orang sufi: "Ketika ku kenal Allah maka leburlah daku". Ahli
> > dzahir akan melihat kalimat ini sebagai ungkapan yang aneh dan sesat.
> > Bagaimana mungkin Allah menjadikan hambanya lebur, bagaikan timah panas yang
> > dibakar api,..? Memangnya Allah itu panas?! Kalau begitu i'tiqadnya, "telah
> > kafirlah dia". Sebab menuduh Allah memberi mudharat. Demikian kira-kira
> > pemahaman ahli zhahir yang buta ilmu tasawuf.
> >
> > Para ahli tasawuf mengungkapkan ucapan di atas dengan jalan sebagai
> > berikut: "Ketika aku belum kenal Allah, kurasakan aku orang yang hebat.
> > Mampu beli ini, itu. Berbuat ini, berbuat itu. Aku berkuasa menjalankan
> > mau-ku dan menyetop mau-nya orang. Tiba-tiba sakit kakiku, kena penyakit
> > tetanus. Kata dokter kakiku harus dipotong, sebab telah membusuk. Kukatakan
> > pada sang dokter bahwa aku punya uang 50 milyar, kesemuanya milikku. Ambil
> > berapa engkau mau, asal kakiku jangan dipotong. Kemudian, ..barulah aku
> > sadar, ternyata aku tak hebat. mempertahankan dan menjaga kakiku saja, aku
> > tak mampu. Oh Allah,.. Engkau menguasai seluruh alam semesta alam. Betapa
> > kuasa-Nya Engkau,.. Betapa hebatNya Engkau,.. Ketika kukenal Allah maka
> > leburlah aku,.. Hilanglah aku dan seluruh kehebatanku ketika berhadapan
> > dengan Allah." (Tengku Zulkarnaen, Salah Faham hal 63)
> >
> > KOMENTAR
> >
> > Begitulah,.. contoh langsung yang diungkapkan oleh seorang pembela tasawuf
> > sekaligus pembela Aa Gym dalam bukunya untuk membantah buku Raport Merah Aa
> > Gym, MQ di Penjara Tasawuf. Sepotong ungkapan orang tasawuf, "Ketika ku
> > kenal Allah maka leburlah daku,",.. ternyata untuk memahaminya harus
> > mutar-muter sana-sini dengan mengemukakan duitnya 50 milyar, kakinya busuk,
> > enggan diamputasi oleh dokter. Cerita itu diputus begitu saja, apakah jadi
> > dipotong atau tidak, atau duitnya diberikan betul ke dokter atau tidak, tak
> > jadi diceritakan. Kemudian baru sadar dirinya tidak hebat. (Lha dari tadi
> > sudah kesakitan). Lalu digambarkan kesadaran itu dengan ungkapan: Ternyata
> > aku tak hebat, Oh Allah,.. Engkau menguasai seluruh alam semesta,
> > mempertahankan dan menjaganya, tidak tidur siang dan malam. Betapa kuasaNya
> > Engkau,.. betapa hebatNya Engkau,.. ketika kukenal Allah leburlah aku,..
> > hilanglah aku dan seluruh kehebatanku ketika berhadapan dengan Allah."
> >
> > Kenapa harus mengatakan: "Ketika kukenal Allah maka leburlah aku"??? Tidak
> > cukupkah ungkapan Islami dan wajar sebagai hamba Allah dengan mengucapkan
> > Allahu Akbar, Allah Maha Besar, lalu disertai taubat, mohon ampunan kepada
> > Allah atas kesombongan ataupun perasaan-perasaan hebat yang selama ini
> > melekat dihatinya, lalu disertai dengan sikap tawadhu' terhadap Allah dan
> > juga di dalam pergaulan sesama mahluk?? Kenapa perlu-perlunya mengatakan:
> > "Ketika kukenal Allah maka leburlah aku"?? Yang disamping ungkapan itu
> > rancu, masih pula mengandung macam-macam ketidaksesuaian dengan kenyataan
> > dan aqidah???? Wong legan golek momongan (orang bebas dari kerepotan malah
> > cari repot), kata orang Jawa. Itu cari kerjaan saja, hasilnya belum tentu
> > ada, bahayanya sudah jelas.
> >
> > Masih menyalah-nyalahkan orang yang dianggap sebagai ahli zahir lagi.
> > Masih mengatakan orang yang tidak mampu memahami kata orang tasawuf yang
> > rancu itu sebagai orang yang buta ilmu tasawuf lagi. Dan masih pula
> > mengatakan bahwa para ahli tasawuf akan memahami ungkapan aneh itu dengan
> > jalan ibarat-ibarat atau cerita konyol jadi-jadian. Yang duitnya 50
> > milyar-lah, yang kakinya busuk kena tetanus-lah, Yang pamer duit 50 milyar
> > ke dokter lah. Lha kalau ahli tasawufnya orang yang tidak punya duit,
> > kakinya busuk, orang-orang menyingkirinya, bagaimana??? Tentu harus  mutar
> > cerita yang lain lagi. Sulit amat jalan yang harus ditempuh hanya untuk
> > memahami ungkapan rancu orang tasawuf saja.
> >
> > Itulah ulah orang tasawuf. Maka benarlah ungkapan Imam AsSyafi'i:
> > "Seandainya seseorang menjadi sufi pada pagi hari, maka siang sebelum dhuhur
> > ia menjadi orang yang DUNGU.": "Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama
> > 40 hari, lalu akalnya (masih bisa) kembali normal selamanya."
> >
> > Untuk menyadari kesalahan, mengakui kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala
> > dan bertaubat memohon ampunanNya, tidak perlu ada ibarat-ibarat yang ruwet
> > seperti digambarkan oleh pembela tasawuf itu, yang akhirnya harus
> > muter-muter untuk membela ungkapan yang tidak nggenah-nya (tak karuannya)
> > itu, yaitu ..."ketika kukenal Allah maka leburlah aku,... Sejak jaman Nabi
> > Adam alaihi salam pun sudah dicontohkan dengan baik, sebagaimana difirmankan
> > oleh Allah Subhanahu wa ta'ala tentang penyesalan Adam alaihi salam dan Hawa
> > setelah melakukan pelanggaran, tidak taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala
> > dan tergoda syaitan.
> >
> > Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri,
> > dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami,
> > niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". (QS Al A'raaf :23)
> >
> > Al Qur'an adalah perkataan yang paling baik, paling benar, dan menjadi
> > pedoman untuk sepanjang masa. Di sini tidak ada keraguan sama sekali. Dan
> > ternyata untuk menyadari kesalahan ataupun mengakui kebesaran Allah
> > Subhanahu wa ta'ala tidak perlu mengucapkan ucapan-ucapan yang rancu dan
> > merusak aqidah seperti yang dikemukakan orang tasawuf yaitu : ..ketika ku
> > kenal Allah maka leburlah aku,.. TIDAK. (Akan) tetapi adalah ucapan wajar,
> > benar dan penuh ketawadhu'an: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri
> > kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat
> > kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi."
> >
> > Betapa jauhnya antara benarnya ungkapan dalam Al Qur'an dan sesatnya
> > ungkapan orang sufi.
> >
> > Nabi Ibrahim tentu lebih mengenal Allah dibanding orang sufi, hingga Allah
> > mengisahkan ucapannya dalam Al Qur'an:
> >
> > "(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku
> > dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku
> > sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian
> > akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni
> > kesalahanku pada hari kiamat". (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah
> > kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh
> > (QS Asy Syua'ara:78-83)
> >
> > Itulah Nabi Ibrahim alaihi salam dia mengenal Allah Subhanahu wa ta'ala
> > dan mengucapkan beberapa pernyataan, tidak ada pernyataan tentang "Ketika
> > kukenal Allah , leburlah aku,..!!!!!!!!!!!!!"
> >
> > Mana yang lebih bisa dipegangi, ucapan Nabi Ibrahim alaihi salam yang
> > diabadikan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Al Qur'an ataukah cerita khayalan
> > tengku zulkarnaen pembela tasawuf, jama'ah tabligh dan Aa Gym yang punya
> > konsep manajemen qalbunya saja hasil kontemplasi dan perenungan itu ??? Mana
> > yang lebih selamat untuk diikuti, ungkapan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam
> > al Qur'an ataukah cerita picisan model sufi dalam buku tengku zulkarnaen
> > selaku pembela Aa Gym yang tanpa mengaca diri berani-beraninya mengecam
> > Syaikh Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim al Jauziyyah, dan faham Salaf itu??
> > Betapa jauhnya antara kebenaran yang ditunjukkan Allah dalam Al Qur'an
> > dengan BUALAN orang sufi serta orang-orang yang dibelanya. Betapa jauhnya
> > kerusakan mereka.
> >
> > Mari kita lanjutkan penyimakan buku yang membela Aa Gym ini.
> >
> > Kutipan
> >
> > Tuan Abdurrahman selanjutnya mengatakan bahwa perlakuan The New York Times
> > dan Time menyanjung Aa Gym tiada lain untuk membentuk publik figur yang pada
> > akhirnya membentuk opini publik, bahwa demikianlah sesungguhnya Islam yang
> > benar itu. Mereka menganggap metode manajemen qolbu (MQ) yang Aa Gym
> > kembangkan itu memungkinkan dan memberi peluang besar terseretnya
> > orang-orang muslim ke dalam agama Yahudi dan Nasrani. (Raport Merah hal 4)
> >
> > Alangkah kejinya tuduhan tersebut, sebuah tuduhan yang hanya muncul dari
> > orang-orang penderita sakit kejiwaan berupa "religios phobia" (salah satu
> > penyakit jiwa, dimana sang penderita senantiasa membenci agama lain
> > disekitarnya. Dan dia cenderung ingin menghancurkan seluruh agama lain yang
> > ada kecuali agamanya sendiri. hal ini amat bertentangan dengan ajaran Islam
> > yang tetap memberi kebebasan pada semua pemeluk agama lain, dan terlarang
> > memaksa mereka masuk Islam) (Salah Faham hal 8-9)
> >
> > KOMENTAR
> >
> > Benar-benar tragis. Apakah memang benar Abdurrahman Al Mukaffi sakit
> > kejiwaan?? Dan apakah Abdurahman ingin memaksa agar orang non Islam masuk
> > Islam?? Dan salahkah pernyataan Abdurahman itu??
> >
> > Tengku Zulkarnaen sendiri mengutip satu pernyataan dalam buku itu dibagian
> > lainnya, mengutip wawancara dengan Ramadhan Pohan (yang sudah hampir 5 tahun
> > bermukim di Washington DC, Amerika Serikat) ditulis oleh Ulil Abshar Abdala
> > di Harian Indo Post, ahad 29 juni 2003, hal 4, diantaranya: ,...sentimen
> > anti Islam bermunculan di kalangan masyarakat Amerika. Bahkan, misalnya,
> > surat kabar semacam The New York Times tampak sekali bias dalam mengutip
> > ungkapan insituatif. Misalnya, berbunyi: "Mari kita habiskan saja Arab-arab
> > barbar itu"!! (Salah Faham hal 20)
> >
> > Nah, lembaga besar yang sudah jelas mengidap sentimen anti Islam,
> > tahu-tahu menyanjung Aa Gym. Apa makna dibalik itu?? Apakah demi kejayaan
> > dan ketinggian Islam? Coba jelaskan!!!
> >
> > Salahkah ungkapan Abdurrahman yang mengingatkan umat agar hati-hati dengan
> > pernyataan bahwa perlakuan The New York Times dan Time menyanjung Aa Gym
> > tiada lain untuk membentuk publik figur, bahwa demikianlah sesungguhnya
> > Islam yang benar itu. Mereka menganggap metode manajemen qolbu (MQ) yang Aa
> > Gym kembangkan itu memungkinkan dan memberi peluang besar terseretnya
> > orang-orang muslim kedalam agama yahudi dan Nasrani ??
> >
> > Tidak. Bukti-bukti pun bermunculan. Lembaga besar yang jelas anti Islam
> > sebagaimana Pak Tengku kutip sendiri itu, jelas faham betul. Dari sisi
> > tasawuf secara umum begitu saja, orientalis pada umumnya sejak zaman
> > penjajahan sudah faham betul bahwa itu JALAN YANG SANGAT MEMBERI PELUANG
> > RUSAKNYA ISLAM. Maka sampai kini ditempuh oleh Barat dengan mendirikan
> > pusat-pusat kajian Islam di perguruan-perguruan tinggi terkemuka di Barat,
> > tak lain misinya adalah menyuntikkan tasawuf atau sufisme ke anak-anak
> > cerdas Muslimin sedunia agar jadi alat mereka. Hal itu sudah diteliti secara
> > seksama dan diseminarkan secara internasional oleh pakar-pakar Islam di
> > London tahun 1990-an bahwa apa yang disebut-sebut studi-studi Islam di
> > universitas-unversitas barat itu hanyalah mementingkan sufisme (tasawwuf).
> > Islam dipandang sebagai sub-budaya Timur, dan tidak sebesar Kong Hucu atau
> > Hindu Budha. Dan yang disebut Islam itu hanyalah sufisme (Tasawwuf).[2] Maka
> > tak mengherankan alumni-alumni barat yang mereka kirim untuk belajar Islam
> > kepada orang-orang kafir itu ketika pulang mereka ramai-ramai menjajakan
> > tasawuf dan suara-suara aneh yang merusak atau menginterupsi Islam.
> >
> > Mengenai dakwahnya Aa Gym, jelas apa yang dikemukakan Abdurahman Al
> > Mukaffi boleh diuji. Abdurahman tidak mudah disebut sebagai pengidap sakit
> > kejiwaan. Dan kalau Abdurahman itu sakit jiwa, saya kasihan kepada Pak
> > Tengku Zulkarnaen yang menulis buku khusus membantah buku Aburahman Al
> > mukaffi dengan membela Aa Gym setebal 236 halaman. Capai-capai dan
> > payah-payah menulis buku hanya menanggapi orang yang dianggap sakit jiwa.
> > Apa tidak rugi??
> >
> > Dakwah Aa Gym itu landasannya apa?? Itulah yang sangat penting. Ternyata
> > menurut pengakuan Aa Gym, dakwahnya selama ini yang disebut manajemen Qolbu
> > (MQ) itu berlandaskan hasil kontemplasi dan perenungan selama bertahun-tahun
> > yang ia gali dari kedalaman dirinya sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita
> > simak kutipan berikut ini:
> >
> > Seperti dikatakan Aa Gym sendiri, dirinya memang telah bertahun-tahun
> > berusaha untuk menemukan konsep-praktis Manajemen Qalbu ini. Yang menarik,
> > Aa gym berusaha menggali konsep ini bukanlah dari kekuatan diri orang lain,
> > melainkan dari kedalaman dirinya sendiri. Proses introspeksi diri yang
> > dilakukannya, baik bersama seluruh keluarga, santri, dan para sahabat maupun
> > dengan dirinya sendiri –terutama ketika berada sendirian di keheningan malam
> > atau saat terpojok oleh masalah-masalah duniawi- terasa cukup efektif untuk
> > merumuskan konsepnya ini.
> > Ternyata, setelah melewati proses kontemplasi atau perenungan yang dalam
> > konsep Manajemen Qalbu menunjukkan bahwa manusia mampu mengendalikan
> > dirinya. (Hernowo & Deden Ridwan ed, Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhid,
> > Mizan, Bandung cet X februari 2003,halaman 25)
> >
> > Lebih jauh lagi Aa Gym menulis sendiri dengan menyatakan:
> >
> > "Berdasarkan Manajemen Qalbu, saya kemudian memiliki prinsip bahwa apabila
> > seseorang hatinya bersih (dalam hal ini mampu dibuat bersih oleh diri orang
> > itu), maka dia akan menjadi 'pusat' segala aktifitas di bumi. Dia akan
> > menyedot seluruh perhatian orang. Baik orang yang suka berbisnis, orang yang
> > suka berdakwah, orang yang suka mengembangkan SDM, maupun siapa saja. Orang
> > yang hatinya dapat dibuat bersih secara otomatis akan membuat geraknya
> > memiliki magnet yang luar biasa. Kata-katanya akan meyakinkan lawan
> > bicaranya,.. (Hernowo & Deden, idem , hal 227)
> >
> > Pertanyaan yang perlu dikemukakan, apakah memang Islam memerlukan
> > kontemplasi dan perenungan terhadap kedalaman diri sendiri yang kemudian
> > diyakini bahwa nantinya kalau hatinya bersih lalu akan mengeluarkan magnet
> > hingga menyedot perhatian seluruh orang di bumi? Tak cukupkah Al Qur'an dan
> > As-Sunnah untuk mengatur manusia di dunia ini?Dan apakah tujuan orang untuk
> > menjalankan Islam itu agar berhasil menyedot perhatian seluruh orang di bumi
> > ini?
> >
> > Betapa jauhnya antara ajaran Islam dengan konsep Aa Gym. Maka tidak
> > mengherankan bila lembaga besar seperti The New York Times yang oleh bukunya
> > Tengku Zulkarnaen pun dikutip sebagai anti Islam itu, melihat celah-celah
> > bahwa dakwah Aa Gym sebenarnya tidak persis dengan Islam. Hingga model yang
> > seperti itulah yang justru mereka dukung untuk dibesarkan, agar umat Islam
> > tidak terbina secara Islam yang benar-benar sesuai dengan Islam. Itulah
> > bahasa gamblangnya diungkapkan oleh Abdurrahamn al Mukaffi bahwa perlakuan
> > The New york times dan Time menyanjung Aa Gym tiada lain untuk membentuk
> > publik figur yang pada akhirnya membentuk opini publik, bahwa demikianlah
> > sesungguhnya Islam yang benar itu. Mereka menganggap metode manajemen Qalbu
> > (MQ) yang Aa Gym kembangkan itu memungkinkan dan memberi peluang besar
> > terseretnya orang-orang muslim ke dalam agama Yahudi dan Nasrani.
> >
> > Bayangkan, ketika Aa Gym berpidato di Masjid Istiqlal Jakarta dan
> > disiarkan TV swasta ditonton oleh jutaan orang, tau-tau mencontohkan orang
> > yang baik itu mukanya pun sudah tampak, contohnya Bunda Theresa (orang non
> > Muslim). Apakah itu merupakan dakwah yang sesuai dengan Islam? Padahal Al
> > Qur'an sudah menegaskan:
> >
> > "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
> > bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan)
> > hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Qs Al Ahzab 21)
> >
> > Bagaimana pula ketika umat Islam belum lama dibantai oleh orang-orang
> > Nasrani dibakar di dalam masjid hingga mati ratusan muslimin di Indonesia
> > Timur, tau-tau kemudian Aa Gym berpidato di Gereja Morio Poso (Sulawesi)
> > dihadapan 500 jemaat dengan berkata:
> >
> > "Saudara-saudara, kita memang berbeda agama. Tapi kita mempunyai kesamaan,
> > sama-sama mempunyai hati!! (menjaga Hati hal 32, dikutip dalam Raport Merah
> > hal 5)
> >
> > Sehabis itu khabarnya Aa Gym juga bergabung dalam apa yang disebut do'a
> > bersama antara berbagai agama di Bali setelah kasus letusan bom di Legian
> > Kuta Bali.
> >
> > Ini yang perlu dipertanyakan, apa landasan Aa Gym berbuat seperti itu?
> > Sedangkan dalam agama Islam, zaman Nabi Shalallahu alaihi wa sallam yang
> > saat itu orang Nasrani tidak membantai Muslimin saja, justru para utusan
> > Nasrani dari Najran (60) orang dibantah keras oleh nabi Shalallahu alaihi wa
> > sallam. Dua pendetanya langsung dinyatakan Nabi Shalallahu alaihi wa sallam:
> > "Kalian berdua berdusta". Bahkan Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan wahyu
> > yang isinya agar Nabi Shalallahu alaihi wa sallam mengajak mubahallah
> > (saling do'a agar dilaknat oleh Allah atas orang bohong dari keduanya, lihat
> > tafsir Ibnu Katsir dalam menafsirkan surat Al Imran 59-63).
> >
> > Lha umat Islam sudah dibantai, dipecundangi, dimana-mana dimurtadkan,
> > dihamili agar masuk kristen dan aneka cara pemurtadan, tahu-tahu Aa Gym
> > berbuat seperti itu. Salah sasarankah bidikan lembaga luar negeri yang anti
> > Islam itu dalam menjujung Aa Gym? Dan salahkah Abdurahman Al Mukaffi yang
> > mengingatkan Aa Gym dan umat Islam agar waspada akan kelicikan kelompok yang
> > anti Islam itu? Dan salahkah Abdurahman Al Mukaffi yang mengingatkan kepada
> > Aa Gym dan umat Islam bahwa dakwahnya tidak sesuai dengan Islam.
> >
> > Dimana ayat Lakum dinukum waliyadiin (bagimu agamau dan bagiku agamaku)
> > diletakkan?
> >
> > Menurut Tafsir Ibnu Katsier, ayat itu ada penegasan di ayat lain:
> > Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan
> > orang-orang yang bersama dengan dia ketika mereka berkata kepada kaum
> > mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu
> > sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami
> > dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman
> > kepada Allah saja" (QS Al Muntahanah : 4)
> >
> > Rupanya Aa Gym dan juga Pak Tengku Zulkarnaen yang sama-sama pembela
> > Tasawuf ini menganggap ada sifat buruk dari sebagian umat Islam (Kalau Pak
> > Tengku langsung menunjuk Abdurahman Al Mukaffi) yang mengidap "religious
> > phobia" (salah satu penyakit jiwa, dimana sang penderita senantiasa membenci
> > agama lain disekitarnya. Dan dia cenderung ingin menghancurkan seluruh agama
> > lain yang ada kecuali agamanya sendiri. Hal ini amat bertentangan dengan
> > ajaran Islam yang tetap memberi kebebasan pada semua pemeluk agama lain, dan
> > terlarang memaksa mereka masuk Islam).
> >
> > Mengenai tuduhan ini, pertama, apakah memang orang mengingatkan perbuatan
> > yang menguntungkan non Muslim seperti tersebut termasuk memaksa agar orang
> > lain masuk agama Islam? Kedua, definisi "religious phobia" itu dari mana,
> > dan apakah sesuai dengan Islam?
> >
> > Bagaimana kalau penganut definisi itu berhadapan dengan ayat-ayat Al
> > Qur'an diantaranya :
> >
> > "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi)
> > janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai
> > orang-orang yang melampaui batas" (QS al Baqarah :190)
> >
> > "Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan
> > mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir
> > itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat
> > dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti" (at Taubah:12)
> >
> > "...dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun
> > memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang
> > yang bertakwa" (Qs at taubah :36)
> >
> > "Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di
> > sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan
> > ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa" (Qs at
> > taubah :123)
> >
> > "Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga)
> > ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari
> > memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap
> > orang-orang yang lalim" (QS al Bagqarah :193)
> >
> > "Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu
> > semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka
> > sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan" (QS Al Anfaal:39)
> >
> > Pertanyaaan yang perlu diajukan: kalau konsejuen, apakah berani Pak tengku
> > bermodalkan definisi "religious phobia" itu kemudian mengalamatkannya kepada
> > pelaksana-pelaksana ayat-ayat Al Qur'an itu secara konsekuen yaitu Nabi
> > Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya yang setia??
> > Haruskah ayat-ayat itu tidak diberlakukan bahwa kalau ada yang mau
> > memberlakukan perlu dituduh sebagai orang yang "religious phobia" ??
> >
> > Benarlah ucapan Imam AsSyafi'i tersebut di atas.
> >
> > --------------------------------------------------------------------------------
> > Foote Note
> >
> > [1]. Ibnul Jauzi,Tablis Iblis, Darul Fikr,Beirut 1368H hal 71, lih.
> > Tasawuf Belitan Iblis oleh Hartono Ahmad Jaiz, Darul falah ,Jakarta hal
> > 26-27)
> >
> > [2]. (lih. Bila hak Muslimin dirampas, Hartono Ahmad Jaiz, Pustaka Al
> > Kautsar, Jakarta 1994)
> >
> >
> >
> > On 6/5/06, Ninil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > >  Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
> > >
> > >  Saya mohon dengan sangat pendapat dan bantuan dari ikhwah semua:
> > >
> > >  Ada teman saya akhwat yang awam dengan agama
> > >  beliau ingin sekali belajar di Daarut Tauhid pimpinan Aa Gym.
> > >  Dulu sebelum saya kenal manhaj ini, saya adalah santri disana,
> > >  sekarang ini teman saya ini ingin sekali (dengan semangat membara)
> > >  belajar disana dan mencari informasi dari saya. (kemungkinan
> > >  beliau akan ikut pelatihan MQ bulan Juli)
> > >  bingung......saya harus gimana, smentara saya tahu disana banyak
> > >  bidahnya sprti (mohon dikoreksi jika salah):
> > >
> > >  1. Dzikir berjamaah
> > >  2. Nasyid Islami plus musik
> > >  3. Tahajjud berjamaah + muhasabah
> > >  4. tadarus berjamaah
> > >  5. Perayaan hari besar islam
> > >  6. Sholat goib untuk orang yang meninggal di daerah yg ada yang
> > > menyolatinya
> > >  7. Kirim surat al fatiha untuk jamaah lain yang sakit atau meninggal
> > >  8. Mengkhususkan membaca Al-Quran setiap malam jumat dengan surat
> > Yaasin,
> > > Al-Mulk,Al-Waqiah
> > >  9. membaca asmaul husna dengan dilagukan
> > >  10.Dzikir dengan lafaz tunggal Allah.
> > >
> > >  Sementara kalau saya jelaskan ini bidah dan sesat, saya takut beliau
> > smakin
> > >  tidak mengerti dan malah kapok belajar islam. gimana ya enaknya?
> > >  soalnya beliau udah mantep mau kesana.
> > >
> > >  saya amat sangat mengharap saran dari ikhwah semua, dan pendapat
> > mengenai
> > >  ajaran di DT apakah sebaiknya dihindari, soalnya jujur, DT mengenalkan
> > > Islam
> > >  dengan mudah dan indah, dan saya sendiri jatuh cinta pertama kali untuk
> > > belajar
> > >  islam ya disini. Dan sampai saat ini saya juga masih beberapa kali
> > >  datang kesana, karena suasananya memang menyenangkan.
> > >
> > >  Jazakumullahu khair
> > >
> > >  Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
> > >
> > >  - Ninil -




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke