'alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh

Memang belum banyak ustadzah salafiyyah di indonesia, mungkin anti bisa coba 
cari info para pengurus www.jilbab.or.id.

Tapi ana punya saran tuk ukhti,

kalau ukhti sudah berkeluarga, anti bisa konsultasi ke ustadz dengan ditemani 
suami anti. Tapi kalau anti belum berkeluarga, anti bisa ditemani orang tua 
atau saudara anti. Tapi lebih baik kalau anti cepat2 menikah, sehingga anti 
bisa lebih leluasa untuk konsultasi dan lebih terjaga kehormatan ukhti. Apalagi 
suami anti adalah seorang 'aalim, anti bisa mendapat bimbingan setiap hari dari 
suami anti. Itu adalah anugerah yang besar dari Alloh.

Semoga bermanfaat


Eva Latifah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh,
membaca tahapan2 dalam menuntut ilmu, cukup membuka pikiran saya yg juga sedang 
memulai untuk mempelajari dan memperdalam Islam.
Dalam tahapan yang ada, disebutkan sebaiknya memiliki pembimbing. Kebanyakan 
ahli agama atau ustadz adalah kaum pria dan apakah memungkinkan bagi saya untuk 
dapat berdiskusi dan menuntut ilmu kepada guru pria. Kebetulan tempat tinggal 
saya berdekatan dengan kediaman ulama bermanhaj salaf, cuma saya ragu untuk 
memohon beliau membimbing saya, karena saya tahu dengan pasti bahwa dalam 
bertamu-pun di rumah beliau dipisahkan antara lelaki dan perempuan. Dan mungkin 
juga hal ini berlaku dengan guru2 lainnya.
Bagaimanakan penyelesaian terbaiknya, apakah memungkinkan saya memperoleh 
bimbingan dari ulama pria ?
Mohon maaf jika ada kata2 saya yang kurang berkenan, karena saya benar2 ingin 
menuntut ilmu, dan sementara ini saya baru bisa memperolehnya dr membaca buku2 
dan informasi dari milis .
Trimakasih dan mohon penjelasannya..

Wassalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh,
Eva Latifah


----- Original Message -----
From: amien_abuibrahim Imam Muhayi

Saudaraku Abu Ali,

Untuk berlajar Islam tidak boleh tergesa-gesa, ada beberapa hal yang harus 
diperhatikan dalam menuntut ilmu,

1. Kita niatkan hanya karena Allah, bukan karena ingin pujian manusia, atau 
tujuan duniawi lainnya.
2. Kita harus selalu bertaqwa, karena dengan Taqwa Allah subhanahu wata 'ala 
akan menganugerahkan ilmu kepada kita.
3. Pelajari ilmu mulai dari bawah, dari buku/kitab yang kecil dan sederhana 
misalnya, untuk belajar aqidah mulai dari: utsulus tsalasah, terus naik ke 
kitab tauhid karya muhammad At-tamimi, kemudian ke Fathul majid, Aqidah 
Thahawiah, dst. Untuk berlajar hadits mulai dari Arbain Nawawi dan syarahnya, 
karya Syaikh Nawawi, kemudian ke kitab lain yang berhubungan dengan hadits 
hukum misalnya bulughul maram dan syarahnya, Subulus Salam, kemudian ke 
kitab-kitab yang besar seperti Hadits Bukhari dan syarahnya Fathul Baari karya 
Ibnu Hajar, kemudian Hadits Muslim dan syarahnya Syarah Muslim. Untuk belajar 
Tafsir mulai dari Aisarut Tafasir, atau At-Taisir, kemudian ke Ibnu Katsir, 
jika ingin lebih mendalam lagi belajar Tafsir Hukum karya Qurtubi, atau Thabari 
dst.
4. Untuk belajar agama perlu bimbingan guru, karena sangat rentan terhadap 
pemahaman yang salah, karena belajar harus talaqqi, sebagaimana dulu para ulama 
belajar dari syaikh ke syaik yang lain walaupun sebagian dari mereka telah 
hapal kitab gurunya, seperti Imam syafi'I yang telah hafal kumpulan hadits Al 
Muwattatha' karya Imam Ahmad.
5. Kita cari guru yang benar manhaj dan benar pula aqidahnya
6. Pelajari dulu pokok-pokok ilmu kemudian ke cabang-cabangnya, usahakan untuk 
tidak masuk ikhtilaf / perselisihan ulama' terlalu dalam, karena akan semakin 
membuat kita kebingungan. Seperti pelajarilah buku Bagaimana cara wudlu menurut 
Rasulullah?, bagaimana cara Shalat menurut Rasulullah?, Bagaimana Zakat menurut 
Rasulullah, Bagaimana haji menurut Rasulullah?
7. Ilmu itu seperti hewan buruan, sebagaimana kata Imam Syafi'I, Ilmu itu 
seperti buruan, maka ikatlah buruanmu dengan mencatatnya.
8. Untuk menghafalkan suatu ilmu baik itu, ayat hadits, perkataan shahabat atau 
ulama kita harus mengulang-ulangnya, hingga kita benar-benar hafal, saya pernah 
dinasehati oleh syaikh dari saudi, bahwa penduduk Mauritania tempat beliau 
mengajar sebelum ke Indonesia, biasa mengulangi hafalan sebanyak 60 kali, 
dengan menulis dan menghapusnya sebanyak itu di sebuah kayu tulis,(karena 
mereka memakai sebuah papan kecil sebagai buku) sehingga hafalannya seperti 
tembok kata beliau.
9. Selalulah bersabar, dan mengharap kemudahan kepada Allah agar diberi ilmu 
yang bermanfaat, dan beramal dengan ilmu itu.
10. Ilmu adalah Qoolalaahu wa Qoolarasuul, ilmu adalah firman Allah dan sabda 
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
11. Bukalah dada selebar-lebarnya, terima dengan lapang kebenaran dan buang 
yang salah, karena "Setiap perkataan itu dapat diterima dan di tolak kecuali 
perkataan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
12. Hendaknya tidak malu bertanya jika tidak tahu, tetapi jangan berlebihan 
dalam bertanya dan jangan mengada-ada jika bertanya karena bisa jadi jawaban 
yang diberikan akan menyusahkan diri kita sendiri.
13. Jika kita di tanya seseorang jangan malu untuk mengatakan "Saya tidak tahu" 
karena memang kita tidak tahu, kita ajak penanya ke salah satu ustadz yang 
bagus untuk menjawabnya, karena sesungguh para imam Ahmad Ahmad pernah di tanya 
40 pertanyaan dan beliau hanya menjawab 4 buah saya. Wallahu a'lam
Akhirnya, selalulah berdo'a kepada Allah subhanahu wata'ala, semoga kita selalu 
diberi Taufiq dan hidayahnya.

Akhukum Amin Abu Ibrahim


---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke