2008/9/25 abu_farhan_ws <[EMAIL PROTECTED]>:

> 1/ Maaf, saya tidak dapat menjawab boleh tidaknya shalat Tarawih
> sebagaimana Anda jelaskan. Yang pasti dari hadits-hadits shahih ialah
> bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam shalat malam pada bulan
> Ramadhan dan bulan-bulan lain (mencakup shalat Tarawih/ Tahajjud dan
> Witir) tidak lebih dari 11 rakaat; atau 13 rakaat apabila termasuk 2
> rakaat shalat ringan setelah shalat Isya' dan sebelum shalat Tarawih.
> Beliau pun menganjurkan agar shalat bersama dengan imam karena
> ganjarannya sebesar ganjaran shalat semalam suntuk.
>

Jumlah tidak lebih dari 11 atau 13 raka'at adalah yang diriwayatkan
oleh 'Aisyah radhiyallahu 'anha sesuai dengan apa yang beliau ketahui
namun setahu saya tidak ada ucapan Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa
Sallam yang membatasi pada jumlah itu. Berbeda dengan shalat rawatib
yang beliau sebutkan spesifik jumlah rakaatnya. Dari ucapan beliau di
hadits lain, shalat malam dikembalikan kepada kemampuan masing-masing
orang.

Ketika ditanya tentang bagian malam yang terbaik, beliau Shallallahu
'alayhi wa Sallam bersabda (yang artinya):

"Bagian terakhir malam. Shalatlah sebanyak yang engkau inginkan karena
shalat pada waktu itu disaksikan dan dicatat (oleh malaikat) dan
lakukanlah hingga engkau shalat Shubuh." (HR. Ibnu Khuzaimah dan
al-Hakim).

Oleh karena itu, banyak ulama yang berpendapat bahwa masalah jumlah
rakaat shalat tarawih adalah hal yang longgar.

Selain itu, juga ada hadits-hadits yang diriwayatkan Ibn 'Abbas dan
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhuma yang menunjukkan bahwa Rasulullah
Shallallahu 'alayhi wa Sallam pun pernah shalat malam lebih dari 13
rakaat.

Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan, "Suatu ketika aku
menginap di rumah bibiku Maimunah radhiyallahu 'anha. Rasulullah
Shallallahu 'alayhi wa Sallam shalat 'Isya dan lalu datang ke rumah
itu dan shalat empat raka'at lalu tidur. Kemudian, beliau bangun dan
shalat dan aku berdiri di sisi kiri beliau. Beliau menarikku ke sisi
kanannya dan shalat [dua rakaat dua rakaat hingga beliau shalat
delapan rakaat] lalu beliau shalat lima rakaat dan lalu dua rakaat.
Beliau lalu tidur hingga terdengar nafasnya. Kemudian, beliau keluar
untuk shalat Shubuh." (HR. al-Bukhari dan yang ada di antara []
diriwayatkan Abu Dawud).

Dalam Fathul Bari disebutkan tambahan bahwa Rasulullah shalat di
masjid empat rakaat sebelum datang ke rumah Maimunah.

Lihat: http://www.ahlalhdeeth.com/vbe/showthread.php?t=2104

Allahu Ta'ala a'lam.

-- 
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke