On Fri Mar 12th, 2010 8:25 PM EST Mardiana . wrote: >assalammu'alaykum... >belum lama ini diwilayah saya -hanya beda beberapa gang- terjadi penggerebekan teroris. > >sontak teman kampus lgsg menanyakan keadaan sy yg rumahny berdekatan. secara tiba-tiba dosen menghampiri saya dan bilang kalau teroris itu katanya adalah orang2 salafy???, ntah apakah ia mengetahui kalau saya orang salaf atau tidak. >sikap apa yang mesti saya ambil dan tunjukan kepada mereka -salah satu dari mereka ada yang mengetahui kl saya adalah orang salaf-? >saya sangat merasakan saat ini kondisi orang2 salaf terfitnah
wa'alaikumussalaam, Barokallaahu fiikum. Menurut ana, sebaiknya antum tetap bersikap biasa. Bahkan, kalau bisa tunjukkan bahwa salafy itu lebih baik daripada para teroris itu & orang2 umum. 1. Selalu ramah & sopan kepada semua orang, amar ma'ruf nahi munkar semaksimalnya, dll. 2. Berikan penjelasan kepada dosen (kalo bisa), bahwa dalam salafy tindakan teroris adalah tindakan orang2 sesat yang layak dihukum mati di tempat (jika memang mereka terbukti membunuh tanpa sebab syar'i). 3. Jangan pernah ragu terhadap jalannya para salafush sholih, rajin ta'lim, baik datang langsung maupun lewat rekaman, radio, buku atau media lainnya. 4. Jalan ini memang pada awalnya adalah gharib (asing), & pada akhirnya akan kembali gharib. 5. Semoga bermanfaat, ana juga orang yg masih sibuk belajar & berusaha kembali ke jalan para salaf. http://www.almanhaj.or.id/category/view/63/page/1 AHLUS SUNNAH DAN TERORISME http://www.almanhaj.or.id/content/2472/slash/0 Orang yang menuduh kita sebagai teroris, ia termasuk ahlul ghuluw (berlebih-lebihan dalam tuduhannya). Ia tidak mengerti dakwah salafiyah. Dakwah salafiyah adalah dakwah Islam. Dakwah salafiyah adalah dakwah Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam dan para sahabatnya[1]. Namun demikian, tidak boleh seorang Salafi (siapapun orangnya) menganggap dirinya berakhlak seperti akhlak Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam, atau akhlak para shahabatnya. Dakwah salafiyah berdiri di atas aqidah yang benar, aqidah yang Rasulullah dan para sahabatnya berkeyakinan dengannya. Dakwah salafiyah tegak diatas manhaj (jalan, metode, tata cara) Islam yang benar dan lurus, berdiri diatas dalil. Dakwah ini benar-benar mengagungkan As-Salaf Ash-Shalih (generasi terdahulu yang shalih), dari kalangan para sahabat dan tabi�in. Dakwah ini mengagungkan dan menghormati dalil, (berupa) firman Allah dan (sabda) Rasulnya, tidak mengutamakan dan mengedepankan perkataan siapapun (di atas perkataan Allah dan rasulNya), betapapun tinggi derajat dan kedudukannya orang itu. Dakwah salafiyah menyeru kepada Allah, kepada ajaran Islam yang benar, seimbang dan adil. Menyeru kepada kelemah lembutan dan menolak kekerasan. Maka menuduh dakwah salafiyah sebagai terorisme adalalah dusta! Karena, siapakah yang benar-benar menentang para teroris dan takfiriyin (orang-orang yang sangat mudah mengkafirkan orang lain tanpa sebab yang haq) saat ini? Siapakah mereka kalau bukan ulama dakwah salafiyah ? Mereka, yang pada zaman ini dikenal sangat gigih membela dan berdakwah dengan dakwah salafiyah ini. Yang paling dikenal di antara mereka, seperti Al-Imam Al-Muhaddist Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, kemudian Asy-Syaikh Al�Allaamah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Asy-Syaikh Al-Allaamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Kemudian murid-murid Al-Imam Al-Muhaddist Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, dan murid-murid mereka semua. Merakalah yang jelas-jelas nyata paling menentang dan membantah pemikiran terorisme ini, baik dengan tulisan-tulisan di dalam kitab-kitab mereka, kaset-kaset kajian ilmiah mereka, dan dari seputar kajian-kajian ilmiah mereka secara langsung. Hal ini diketahui oleh setiap munshif (orang yang adil dalam menghukum). Adapun mukabir (orang yang sombong dan keras kepala) dan orang yang mendustakan kenyataan mereka semua, maka sesungguhnya dia merupakan generasi (pelanjut) dari tokoh-tokoh (penentang) terdahulu, (yaitu orang-orang) yang menuduh Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam sebagai tukang sihir, orang gila, pemalsu dan pembuat Al-Qur�an, pendusta. Mereka hanya menuduh, menuduh dan terus menuduh (tanpa haq dan bukti yang benar)....
