waalaikumus salam warahmatuLLAHI wa baratuH..
Pertama, yang harus antum fahami adalah bahwa madzhab dalam ahlus sunnah adalah 
HANYA dalam perkara FIQH. Adapun dalam tauhid, seluruh ulama ahlus sunnah 
adalah sepakat satu kata.

Madzhab fiqh dalam ahlus sunnah, sebagaimana yang antum ketahui, adalah 
hanafiy, malikiy, syafi'iy, hanbaliy, dhahiriy, dan "tidak bermadzhab".

Benar, Ibnu Hajar al-Asqalaniy adalah ulama yang bermadzhab syafi'iy.
Demikian juga Imam Nawawi, Al-Ramliy, dll. Bahkan dalam Madzhab Syafi'iy ada 
kaidah "Jika saling bertentangan pendapat antara Nawawi dan Ramliy dalam 
masalah hadits maka dahulukan Nawawi, sebab ia lebih mendalam keilmuan 
haditsnya."

Ibn Taimiyah juga bermadzhab, yaitu Hanbaliy. Demikian juga ulama lain hari ini 
semisal Ibn Utsaimin, Ibn Baaz ibn Jibrin, mereka bermadzhab Hanbaliy. 
(termasuk di sini adalah temen-temen du'at salafiyyin di Indonesia, mereka 
mayoritas secara fiqh bermadzhab hanbaliy, sebab kurikulum yang mereka terima, 
baik di LIPIA maupun di KSA adalah bermadzhab hanbaliy)

Kedua, harus antum bedakan antara bermadzhab dengan bertaqlid.
(bermadzhab adalah mengikuti madzhab tertentu setelah jelas pengetahuan tentang 
dalil-dalil yang digunakan oleh madzhab tersebut; sedangkan bertaqlid adalah 
mengikuti pendapat seseorang atau pendapat madzhab tertentu tanpa melihat dalil 
atau alasan).

Taqlid tidak tercela, dengan catatan kita memang tidak mampu menelaah berbagai 
dalil yang ada. Namun tercela jika kita mampu. Imam Ahmad pernah berkata: "Aku 
heran dengan orang yang mengerti hadits namun mereka taqlid dengan sufyan dan 
fulan dan fulan..."

Wallahu a'lam
=
--- On Wed, 4/7/10, Supriadi Alkamsari <[email protected]> wrote:

From: Supriadi Alkamsari <[email protected]>
Subject: [assunnah] Tanya : Tentang ulama Madzhab
To: [email protected]
Date: Wednesday, April 7, 2010, 3:52 AM
Assalamu'alaikum,

Pertama2 saya mau tanya tentang adanya mAdzhab2 dalam Islam, sebenarnya apa sih 
madzhab itu? Apakah para ulama dahulu menisbatkan dirinya terhadap madzhab 
tertentu, misal: Ibnu Hajar menisbatkan pada Madzhab Syafi'i sehingga orang2 
pun mengenalnya sebagai ulama Syafi'iyyah. contoh lain Ibnu Taimiyyah 
menisbatkan dirinya kepada Madzhab Hanbali sehingga beliau dijuluki sebagai 
ulama madzhab Hanbali, dst...?

Jazakallah khairan,Abu Harits Supri Alkamsari


Kirim email ke