Saya juga punya pertanyaan yg hampir mirip, yaitu; Saya dari Padang pergi
ke Medan (dgn pesawat), sebelum waktu maghrib masuk . Sesampai di Medan,
waktu isya masuk, saya menuju mushalla bandara. Ada sdr kita yg juga baru
kembali  ke Medan, setelah pergi berdakwah bbrp daerah. Dia lgsg jadi imam
utk shalat isya qasar dua rakaat,  kmd dia shalat maghrib tiga rakaat.
Sesudah shalat saya tanyakan, kenapa maghrib dilakukan ssdh isya? Dia jawab
krn sekarang waktu isya, ya itu yg terbaik dilakukan, baru maghrib katanya.
Mohon petunjuk dari yg paham dgn dalil tentunya, syukron
On 30 Okt 2012 23.34, "Abu Harits" <[email protected]> wrote:

> **
>
>
>  From: [email protected]
> Date: Tue, 30 Oct 2012 00:31:28 -0700
>
>
> Assalammu'alaikum
>    Afwan mau nanya terkait jamak takhir sholat magrib dan isya'.
> Saat musafir seorang diri, saat akan melakukan jamak takhir di masjib di
> rest area tol ternyata masuk isya'.
> Pertanyaannya :
> 1. Apakah boleh mendulukan sholat isya' jama'ah terlebih dahulu baru
> kemudian baru sholat magrib masbuk ke sholat isya menunggu jama'ah sholat
> isya' selanjutnya?
>     Hal ini memungkinkan dilakukan di masjid rest area tol yg jamaahnya
> bisa datang silih berganti
> 2. Jika kita diperbolehkan masbuk ke sholat isya' sedangkan niat kita
> sholat magrib bagaimana tatacaranya jika kita masbuk pada rakaat ke-1 atau
> ke-2
> 3. Atau ada yg lebih sunnah dilakukan utk jamak takhir dengan kondisi tsb.
> Jazakallah khoir
> >>>>>>>>>>>>>>
>
> BELUM SHALAT MAGHRIB PADAHAL SUDAH IQAMAT SHALAT ISYA
> Oleh
> Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
>
> Pertanyaan
> Pada suatu hari saya masuk ke sebuah masjid dan saat itu sedang
> berlangsung jama’ah shalat Isya. Padahal saat itu saya belum shalat
> Maghrib. Apakah saya harus shalat Maghrib dahulu kemudian menyusul jama’ah
> Isya? Ataukah saya shalat Isya dahulu bersama jama’ah kemudian shalat
> Maghrib?
>
> Jawaban
> Dalam keadaan seperti ini anda harus ikut shalat bersama para jamaah yang
> sedang shalat Isya, tapi anda berniat shalat Maghrib. Ketika imam berdiri
> pada rakaat keempat, anda harus tetap duduk (attahiyat akhir) pada rakaat
> ketiga, sambil menunggu imam menyelesaikan rakaat terakhirnya. Ketika imam
> salam, barulah anda ikut salam bersama para jamaah.
>
> Perlu anda ketahui bahwa beda niat antara imam dan makmum adalah
> diperbolehkan, menurut pendapat yang lebih shahih dari sebagian ulama.
> Dalam contoh diatas, anda juga boleh salat Maghrib dahulu sendirian,
> kemudian setelah itu anda ikut shalat Isya besama para jama’ah.
>
> [Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Tsani, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin
> Abdullah bin Baz, Edisi Indonesia Fatawa bin Baz, Penerjemah Abu Abdillah
> Abdul Aziz, Penerbit At-Tibyan – Solo]
>
> MASUK MASJID UNTUK SHALAT ISYA, KEMUDIAN LUPA BELUM SHALAT MAGHRIB
> Oleh
> Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
>
> Pertanyaan.
> Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa yang hendak dilakukan
> oleh seorang yang masuk masjid untuk shalat isya, kemudian ia ingat belum
> melaksanakan shalat maghrib?
>
> Jawaban
> Apabila engkau masuk masjid sedangkan didalamnya sedang dilaksanakan
> shalat isya kemudian engkau teringat belum shalat maghrib, maka hendaknya
> engkau ikut shalat berjama'ah dengan niat shalat maghrib, apabila imam mau
> berdiri ke rakaat ke empat, hendaklah engkau duduk tahiyat pada rakaat ke
> tiga dan menunggu imam kemudian salam bersamanya atau engkau langsung salam
> pada raka'at ketiga kemudian mengikuti imam untuk shalat isya dan tidak
> menjadi masalah adanya perbedaan niat antara imam dan makmum, ini menurut
> pendapatt alim ulama. Apabila engkau shalat maghrib sendiri kemudian shalat
> isya berjamaa'h tidak mengapa.
>
> [Disalin dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu
> Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Penulis
> Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerjemah Furqon Syuhada
> dkk,Terbitan Pustaka Arafah]
> Selengkapna baca di
> http://almanhaj.or.id/content/698/slash/0/mendengarkan-adzan-tapi-tidak-datang-ke-masjid-mau-shalat-isya-kemudian-lupa-belum-shalat-maghrib/
>
> Wallahu Ta'ala A'lam
>
>    
>

Kirim email ke