Dear all,

Sesuai peraturan milis, berikut ini disampaikan rangkuman/resume

Mbak Dinny dan Mbak Riri makasih yah tanggapannya.

Question :

From: "Novianingrum" <[EMAIL PROTECTED]> 
Date: Mon Jun 6, 2005  1:37 pm 
Subject: TANYA : SENAM OTAK 

Dear All,

Ada ada yang sudah pernah mencoba SENAM OTAK buat putra-putrinya baik
yang masih bayi maupun anak ? Kalo berkenan mohon sharing pengalaman,
soalnya masih mau dicoba buat anak saya yg masih 1 taon. Baik
kelebihan maupun kekurangannya, efektifitasnya dll. Sepertinya
gerakannya sederhana untuk menyeimbangkan otak kiri dan kanan.

Mohon sharingnya yah ....

Wassalam
Novianingrum - Bundanya Arifah

Answer :

From: "Dinny Kirana" <[EMAIL PROTECTED]> 
Date: Tue Jun 7, 2005  2:25 am 
Subject: RE: [Ayahbunda-Online] TANYA : SENAM OTAK

Bunda Arifah,

Merangkak termasuk BRAIN GYM. Anak saya termasuk yang aktif, jadi 
susah
sekali diajak 'diam' boro2 senam untuk saya kasih pijit bayi aja gerak
terus. Jadi senam otak lewat merangkak nggak papa kok. Anak ku juga 1 
taun,
sekarang udah bisa jalan, tapi kadang2 masih suka merangkak kalau 
kecapekan.
Yah, biarin aja dia merangkak sekali2 itung2 buat brain gym.

Dinny

Answer :

From: Sumandari Miyat Utami <[EMAIL PROTECTED]> 
Date: Tue Jun 7, 2005  12:23 pm 
Subject: RE: [Ayahbunda-Online] TANYA : SENAM OTAK

Mbak Novi,

Aqu punya article Senam Otak dari Majalah Ayahbunda
dari aqu blom punya anak, kira2x bulan Juni-Juli 2001.
Tadi dah aqu coba send, articlenya aqu scanned, tapi
ga bisa, kebanyakan kale yaa...
Kalo mao, aqu fax aza yah, ada 5 hal., tapi dah
dicoret2x ma Unique-anakqu, ga papa khan.

Please send your fax no. Japri azah!

Lam Kenal,
Riri
 
Rangkuman Artikel :
----------------------------------------------------------------------
Majalah Ayahbunda - 2001
SENAM OTAK
Cara Lain Mengatasi Anak Sulit Belajar

Ternyata, agar berfungsi dengan optimal, otak bisa "diajak bersenam". 
Apalagi, bila si kecil termasuk anak yang mengalami kesulitan dalam 
belajar. Tentu saja, gerakan yang dilakukan tidak boleh 
sembarangan.Senam otak (brain gym) adalah rangkaian latihan gerakan 
sederhana yang dilakukan untuk memudahkan kegiatan belajar. Rangkaian 
gerakan yang dilakukan bisa memperbaiki konsentrasi belajar si kecil, 
meningkatkan rasa percaya diri, menguatkan motivasi belajar, serta 
membuatnya lebih mampu mengendalikan stres. Itulah sebabnya, latian 
ini cocok untuk si kecil, terutama untuk menunjang belajarnya di 
sekolah.Cuma itu ? Tentu saja tidak. Senam otak juga sangat praktis, 
karena bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. 
Porsi latihan yang tepat adalah sekitar 10-15 menit, sebanyak 2-3 
kali dalam sehari.Latihan-latihan senam otak ini adalah inti dari 
Educational Kinesiology. Sebenarnya, education berasal dari kata 
latin, yakni educare; yang berarti menarik keluar. Sementara itu, 
kinesiology berasal dari bahasa Yunani, yakni kinesis, artinya 
gerakan. Jadi kinesiology adalah ilmu tentang gerakan tubuh manusia.

Educational Kinesiology, untuk selanjutnya disingkat Edu-Kinestetik, 
merupakan metode yang dikembangkan oleh Paul E. Dennison, seorang 
pendidik di Amerika, Direktur Valley Remedial Group Learning Center. 
Metode yang diciptakannya ini bertujuan untuk menolong para pelajar 
agar memanfaatkan seluruh potensi belajar alamiah (yang terpendam) 
melalui gerakan tubuh dan sentuhan. Apalagi, ditemukan bahwa beberapa 
anak berusaha terlalu keras, sehingga mekanisme integrasi otaknya 
justru dilemahkan. Akibatnya, anak malah mengalami hambatan dan 
kesulitan dalam belajar. Padahal, sebenarnya integrasi otak 
diperlukan agar kegiatan belajarnya utuh.

Senam ini sebaiknya dilakukan ketika si kecil berusia 6 tahun. Sebab, 
pada usia ini biasanya ia sudah dapat memberi respons terhadap apa 
yang diinginkan oleh orang lain. Kalau pun tidak mampu merespons, ia 
tetap dapat melakukan senam secara pasif. Artinya, dalam posisi 
berbaring, si kecil tetap dapat dituntun untuk melakukan berbagai 
gerakan.

Menulusuri sistem kerja otak

Otak memegang peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup 
manusia. Karena, organ yang beratnya 1400 gram dan memiliki volume 
sekitar 230 cm3 ini merupakan pusat pengendali berbagai aktivitas 
fisik maupun mental. Boleh dibilang, sistem kerja organ yang satu ini 
memang begitu kompleks.

Otak itu sendiri merupakan kumpulan jaringan syaraf yang terlindungi 
di dalam tengkorak. Jaringan syaraf yang tersusun dari bermilyar-
milyar neuron (sel syaraf) ini terbagi menjadi dua, yakni otak besar 
(serebrum) yang terdiri dari belahan otak kanan dan kiri dan otak 
kecil (serebelum).

Otak juga memiliki sistem komunikasi yang dapat bereaksi cepat dalam 
mengorganisasikan dan merencanakan respons terhadap informasi atau 
rangsangan yang masuk. Ketika informasi masuk, neuron (kesatuan 
syaraf) akan "menelepon" neuron lainnya, "temannya". Mula-mula pesan 
akan diterima oleh dendrit (serabut pada neuron). Lalu, impuls pesan 
tersebut disalurkan melalui "kabel telepon", yakni sepanjang akson 
(bagian dari neuron yang menyerupai batang). Selanjutnya, akson akan 
meneruskan impuls ke sinaps, yakni serabut yang merupakan tempat 
pertemuan antar-neuron yang hendak menyampaikan impuls pada neuron 
lain. Dari sinaps, pesan berpindah ke dendrit yang terdapat pada 
neuron lain. Proses penyampaian pesan seperti ini akan membentuk 
respons, ingatan atau pikiran seseorang. 

Masalahnya, seringkali informasi yang diterima otak tidak dapat 
diekspresikan kembali secara utuh. Ketidakmampuan untuk mengungkapkan 
apa yang telah dipelajari akan menimbulkan perasaan gagal dan stres, 
sehingga semangat belajar si kecil pun berkurang. Bila ia kurang 
belajar, tentu prestasinya akan kian merosot dan perasaan gagal akan 
terus mendera. Karena itulah, otak si kecil perlu juga diajak 
bersenam.

Senam otak bertujuan untuk mengaktifkan potensi belahan otak 
(hemisfer) kanan dan kiri, sehingga pada akhirnya terjadi integrasi 
atau kerja sama antar keduanya. Secara garis besar, hemisfer kiri 
digunakan untuk berpikir logis dan rasional, menganalisa, bicara, 
serta berorientasi pada waktu dan hal-hal yang terinci. Sementara 
hemisfer kanan digunakan untuk hal-hal yang intuitif, merasakan, 
bermusik, menari, kreatif, dan sebagainya. Selain itu hemisfer kiri 
akan mengatur badan, mata dan telinga kanan, serta hemisfer kanan 
akan mengontrol badan, mata dan telinga kiri. Nah, kedua hemisfer 
ini "disambung" dengan corpus callosum, yakni simpul saraf kompleks 
dimana terjadi transmisi informasi antar-belahan otak. Bila sirkuit-
sirkuit  informasi dari kedua belahan otak cepat menyilang, maka 
kemampuan belajar anak bisa "dibangkitkan". Untuk membaca dengan 
lancar, menulis dengan benar, mendengarkan dan berpikir pada saat 
yang sama, kita memang harus mampu "menyeberang garis tengah" yang 
menghubungkan otak bagian kiri dan kanan. Itu sebabnya, anak yang 
disleksia (kesulitan membaca), disgrafia (kesulitan menulis), tidak 
percaya diri, cenderung menarik diri dari pergaulan, atau hiperaktif 
(terlalu aktif), dapat juga "diaktifkan" melalui senam otak ini.

PACE, kesiapan untuk belajar

Sebelum si kecil mulai belajar apapun, ia harus menjalani PACE. PACE 
adalah empat keadaan yang diperlukan untuk belajar dengan menggunakan 
seluruh otak, dan PACE itu sendiri merupakan singkatan dari Positif, 
Aktif, Clear (jelas) dan Energitis Untuk melakukan PACE ini, si kecil 
harus memulainya dari Energetis (minum air), Clear (melakukan pijatan 
saklar otak), Aktif (melakukan gerakan silang), serta Positif 
(melakukan Hook Ups).

�       Minum Air,  Minum air putih dalam jumlah cukup banyak, yaitu 
0,3 � 0,4 liter / 10 kg Berat Badan (BB) sehari, kalau anak sedang 
belajar. Misalnya saja, dengan BB 50 kg, ia harus minum sekitar 1,5 � 
2 liter / hari. Namun, Kalau ia sedang sakit atau banyak berkeringat, 
jumlah air putih yang diminumnya harus bertambah lagi, yakni menjadi 
0,6 liter / 10 kg BB. Jadi, ia harus minum air sekitar 3 liter.

Air mempunyai banyak fungsi dalam badan untuk menunjang belajar anak. 
Di antaranya adalah, darah lebih banyak menerima zat asam yang 
diperlukan untuk belajar, melepas protein yang diperlukan untuk 
belajar hal baru, melarutkan garam yang mengoptimalkan fungsi energi 
listrik tubuh untuk membawa informasi ke otak, serta mengaktifkan 
sistem limpa. Limpa berfungsi untuk mengangkut zat-zat gizi, hormon, 
dan sebagai saluran pembuangan.

�       Memijat saklar otak,  Pijatan ini memiliki beberapa manfaat 
yakni mengkoordinasi kedua belahan otak, meningkatkan kelancaran 
aliran darah (zat asam) ke otak, meningkatkan keseimbangan badan, 
serta meningkatkan kerja sama antar-kedua mata, sehingga dapat 
mengurangi kejulingan.

Pijatan pada titik ini akan meningkatkan peredaran darah ke otak. 
Berat otak kira-kira 1/50 dari berat badan, namun untuk berfungsi 
optimal diperlukan 1/5 dari peredaran darah. Sementara itu, tangan di 
pusat (perut) menyeimbangkan impuls-impuls yang berhubungan dengan 
telinga bagian dalam dan berpengaruh pada kemampuan belajar.


Memijit Saklar Otak Pijat lekukan di bawah tulang selangka, yakni di 
kiri dan kana dari bidang dada. Sementara tangan lainnya menggosok 
daerah pusat. Sambil melakukan latihan, gerakkan mata ke atas-bawah 
dan kiri-kanan


�       Gerakan Silang, Otak mengapung di dalam cairan otak. Dan, 
cairan otak ini memiliki beberapa fungsi, seperti melindungi otak 
dari gegar otak, di samping berfungsi secara elektris. Seperti halnya 
baterai mobil, otak manusia juga memerlukan sejenis alat elektro 
kimiawi, agar arus listriknya dapat mengalir. Jika aliran cairan otak 
tersendat-sendat, berarti telah terjadi ketidakseimbangan dalam 
aliran informasi di otak. Hal ini juga berkaitan dengan sistem 
informasi antar otak dan badan yang dapat terhambat koordinasinya. 
Gerakan silang melancarkan peredaran cairan otak, sehingga gangguan 
tersebut hilang.

Belahan otak kanan mengontrol belahan tubuh kiri, demikian juga 
sebalikanya. Di samping itu, terdapat bagian otak dengan fungsi 
tertentu, seperti menyangkut fungsi intelektual, kontrol otak, dan 
emosi.

Perkembangan bayi normal mengarah pada koordinasi kiri dan kanan yang 
makin serasi. Hal ini merupakan dasar pertumbuhan intelektual dan 
mental. Gerakan yang sangat menunjang pertumbuhan itu adalah gerakan 
merangkak. Dasar gerakan inilah yang merupakan awal fungsi koordinasi 
keseimbangan.

Gerakan silang sangat bermanfaat bagi anak yang sulit belajar atau 
yang mengalami kesulitan koordinasi. Gerakan ini memang memiliki 
berbagai manfaat, seperti meningkatkan daya ingat dan daya pikir, 
membuat pikiran lebih jernih dan meningkatkan koordinasi tubuh, dan 
sebagainya.

�       Hook Ups, Latihan ini menghubungkan semua lingkungan fungsi 
bio listrik tubuh. Kekacauan aliran energi dapat diatur kembali bila 
energi beredar dengan lancar di bagian tubuh yang tadinya tegang. 
Manfaatnya adalah si kecil menjadi lebih percaya diri, dan 
perhatiannya akan lebih seksama.

Gerakan menyentuh ujung-ujung jari tangan akan menyeimbangkan dan 
menghubungkan dua belahan otak. Ditambah dengan menempatkan lidah di 
langit-langit mulut, maka perhatian dipusatkan pada otak bagian 
tengah. Emosi di dalam sistem limbik (yang bertanggung jawab terhadap 
informasi emosional dan otak besar untuk berpikir abstrak) 
dihubungkan dengan otak bagian dahi, sehingga orang lebih seimbang 
dan lebih mampu menyesuaikan dengan tuntutan belajar

                 
Gerakan SilangPrinsipnya adalah mempertemukan anggota gerak bagian 
kiri dan kana, misalnya tangan kiri dengan kaki kana. Agar koordinasi 
gerak ini lebih "terasa", tangan kanan di samping tubuh. Sebenarnya, 
setiap gerakan silang merupakan sejenis gerak jalan yang lebih 
disengaja. Lakukan latihan beberapa kali dalam sehari selama 2-3 
menit. Mulailah dengan gerakan pelan, agar dapat diperhatikan bagian 
tubuh yang bergerak dan tidak bergerak. Hooks Upa. Gerakan ini bisa 
dilakukan dalam posisi duduk, berbaring atau berdiri. Mata kaki kiri 
disilangkan di atas kaki kanan. Tangan dijulurkan ke depan dan 
disilangkan dengan posisi tangan kiri di atas tangan kanan dan jempol 
ke arah bawah. Lalu, tangan diputar ke bawah dan ditarik sampai di 
muka dada, sehingga jempol ke arah atas. Tutup mata dan tarik napas 
dalam-dalam dengan lidah ditempelkan di langit-langit mulut sekitar 1 
cm di belakang gigi.Buang napas panjang melalui mulut, dan lidah 
lepaskan lagi.  b. Kedua kaki agak meregang. Ujung-ujung jari kedua 
tangan disambung dengan halus di depan dada, lalu lakukan napas dalam 
selama 1 menit.

Beda dimensi, beda gerakan

Otak itu sendiri dibagi menjadi 3 dimensi, yakni dimensi lateralis 
(otak kiri-kanan), dimensi pemfokusan (otak depan belakang), serta 
dimensi pemusatan (otak atas-bawah). Masing-masing dimensi memiliki 
tugas tertentu, sehingga gerakan senam yang harus dilakukan si kecil 
juga bervariasi.

�       Dimensi lateralitas

Otak terdiri atas dua bagian, yakni kiri dan kanan, di mana masing-
masing belahan otak mempunyai tugas tertentu. Bila kerja sama antara 
otak kiri dan kanan kurang baik, anak sulit membedakan antara kiri 
dan kanan, gerakannya kaku, tulisan tangannya jelek atau cenderung 
menulis huruf terbalik, sulit membaca dan menulis, mengikuti sesuatu 
dengan mata, sulit menggerakkan mata tanpa mengikutinya dengan 
kepala, tangan miring ke dalam ketika menulis, cenderung melihat ke 
bawah sambil berpikir, keliru dengan huruf (seperti d dan b, p dan 
q), serta menyebut kata sambil menulis.

Beberapa gerakan untuk dimensi ini adalah 8 Tidur, Gajah, dan 
sebagainya (lihat gambar).
         
8 Tidur Berdiri dengan kaki agak meregang dan kepala menghadap ke 
depan. Angkat tangan ke depan dan kepalkan, dengan posisi jempol 
dalam keadaan mengacung. Gerakan dimulai dengan menaikkan jempol ke 
kiri atas, dan turun ke bawah, lalu kembali ke titik awal. Hal yang 
sama dilakukan pada sisi kana. Seiring dengan itu, mata mengikuti 
gerakan yang sama. Ulangi gerakan sebanyak 5 kali untuk masing-masing 
tangan, dan kedua tangan secara bersamaan. Manfaat : mengaktifkan 
kerja sama kedua belahan otak, meningkatkan kemampuan penglihatan, 
juga membedakan dan menghafal simbol, serta menghilangkan kekeliruan 
dalam membedakan huruf. GajahSeperti posisi gerakan 8 tidur, tetapi 
kedua lutut sedikit ditekuk. Angkat tangan kiri lurus ke depan dengan 
telapak tangan dalam keadaan terbuka, kemudian letakkan telinga di 
atas bahu. Bayangkan tangan seolah-olah merupakan belalai gajah yang 
bersatu dengan kepala. Lalu, mulailah membentuk angka 8 tidur. Mata 
harus mengikuti gerakan tersebut. Lakukan gerakan ini, sekitar 10 
kali untuk setiap tangan. Manfaat : mengaktifkan telinga bagian dalam 
yang berpengaruh pada keseimbangan tubuh, mengkoordinasikan otak 
untuk mengaktifkan kedua telinga dan mata, mengendurkan otot tengkuk, 
meningkatkan daya ingat, dan koordinasi tubuh bagian atas dan bawah.

�       Dimensi pemfokusan

Pemfokusan adalah kemampuan untuk menyeberang "garis tengah 
keterlibatan" yang memisahkan otak bagian belakang dan depan. 
Informasi diterima oleh otak bagian belakang yang merekam semua 
pengalaman, lalu informasi diproses dan diteruskan ke otak bagian 
depan untuk mengekspresikannya sesuai tuntutan atau keinginannya.

Bila si kecil takut, gugup atau mengalami stres saat belajar, secara 
refleks energi ditarik ke otak bagian belakang, sehingga otak bagian 
depan mengalami kekurangan energi. Akibatnya, jawaban yang tadinya 
sudah siap, tiba-tiba "terlupa" atau tidak mampu dijawabn dengan 
sempurna. Refleks alamiah ini muncul bila seseorang merasa dirinya 
dalam keadaan bahaya atau terancam hidupnya. Tidak ada waktu untuk 
berpikir, namun ia harus segera "berjuang dan melarikan diri". Karena 
itu, tubuh akan segera menegangkan otot-otot dan memperpendek tendon 
atau urat-urat di tubuh bagian belakang dari kepala sampai ke ke 
kaki. Hal ini akan berpengaruh pada sikap tubuh dan mengacaukan 
keseimbangan di dalam telinga dan orientasi gerak.

Bila tubuh telah terbiasa dengan refleksi pelindung tendon tersebut, 
maka sulit untuk menghilangkannya. Gerakan meregangkan otot telah 
terbukti efektif dalam mengendorkan urat dan otot sehingga energi 
dapat mengalir sampai di otak bagian depan yang menunjang kemampuan 
memahami, mengontrol gerakan dan tingkah laku yang logis untuk 
melibatkan diri dalam kegiatan sosial.

Ciri khas jika otak bagian depan dan belakang kurang bekerja sama 
adalah otot tengkuk dan bahu tegang, kurang bersemangat untuk 
belajar, serta reaksi pelan. Lalu hambatam otak bagian belakang 
berupa anak terlalu aktif, konsentrasi dan analisis anak dalam 
rentang yang terlalu pendek, terlalu terinci, kurang fleksibel, 
kadang-kadang agresif, kurang rileks atau istirahat untuk memikirkan 
sesuatu lebih luas. Hambatan otak bagian depan berupa anak pasif, 
melamun, bila stres bingung, hipoaktif (kurang aktif), serta 
kemampuan untuk memperhatikan kurang, namun perasaan dan suasana 
(merekam dengan jelas).

Contoh gerakan untuk dimensi ini adalah Burung Hantu (lihat gambar).

 
Burung Hantu Berdiri dengan kedua kaki meregang. Letakkan telapak 
tangan kiri pada bahu kanan, sementara tangan kanan dibiarkan 
bebas.Sambil menengok ke kiri dan kanan, telapak tangan kiri "meremas-
remas" bahu. Tarik napas pada saat kepala menghadap lurus ke depan, 
lalu buang napas ketika kepala ke samping. Ulangi untuk tangan 
lainnya. Lakukan latihan sebanyak 10 kali.Manfaat : mengkoordinasikan 
pendengaran, penglihatan dan gerakan tubuh; meningkatkan konsentrasi 
dan sebagainya.

 
Abjad 8Alfabet yang dibuat berdasarkan 8 tidur ini dapat dilakukan 
anak dengan dua tangan (jarinya "dikunci") bersama di udara dan di 
papan tulis agar otot-otot besar di tangan, bahudan dada diaktifkan. 
Kemudian, 8 tiudr digambarkan lebih kecil di kertas atau buku tulis 
dan diikutinya dengan alat tulis. Tulislah 8 tidur beberapa kali, 
lalu sambunglah dengan satu huruf pilihan, kemudian diteruskan lagi 
dengan beberapa gerakan 8 tidur.Manfaat : mengaktifkan kedua belahan 
otak, menunjang koordinasi tangan-mata, dapat membedakan dan 
menghafal symbol dan huruf, dan sebagainya.

�       Dimensi pemusatan

Pemusatan adalah kemampuan untuk menyeberang garis pemisah antara 
tubuh bagian bawah dan atas sesuai dengan fungsi-fungsi otak bagian 
bawah dan atas, yaitu sistem limbik. Apa yang dipelajari harus dapat 
dihubungkan dengan perasaan dan memberi arti. Bila kerja sama antar- 
otak besar dan sistem limbik terganggu, si kecil sulit merasakan 
emosi atau mengekspresikannya, cenderung bertingkah laku "berjuang 
atau melarikan diri" serta dapat mengalami ketakutan yang berlebihan. 
Dalam keadaan stres, tegangan listrik berkurang di otak besar, 
sehingga fungsinya pun terganggu.

Tubuh manusia adalah satu sistem listrik yang sangat kompleks. Semua 
kesan dan masukan melalui mata, telinga dan gerakan diubah ke dalam 
sinyal listrik dan diteruskan melalui serabut saraf ke otak. 
Sebaliknya, otak mengirim sinyal listrik lainnya untuk memerintah 
cara bereaksi pada sistem penglihatan, pendengaran dan otot-otot. 
Dengan gerakan untuk meningkatkan energi dan minum air, banyak energi 
elektromagnetis menjadi lancar sehingga komunikasi antar-otak dan 
badan terjamin.

Ciri khas jika otak bagian atas dan bawah kurang bekerja sama adalah 
bila bagian atas yang terhambat. Misalnya saja, anak bicara dan 
bertindak pelan, kurang fleksibel, sulit melompat, kurang 
berkonsentrasi, kurang terorganisasi, penakut, kurang percaya diri, 
ragu-ragu, sulit dalam hubungan sosial dan di sekolah. Bila bagian 
bawah yang terhambat menyebabkan cepat hilang keseimbangan, 
mengabaikan perasaan atau menilainya negatif, bicara dan bertindak 
terlalu cepat, serta ingin mendiskusikan segala hal.

Beberapa Penerapan Senam Otak
Tujuan  Kegiatan        Gerakan
Membaca Membaca lancar  Gerakan Silang, 8 Tidur, Saklar Otak
Berpikir        Mengeja abjadMenghitung dan matematikaMenghitung 
baris atau kolom dengan mata    Pasang Telinga, Gajah, Burng 
HantuGajah, Burung HantuTombol Bumi, Tombol Keseimbangan, Tombol 
Angkasa.
Menulis Huruf balok, huruf miring, menulis indah dan menggambar 8 
Tidur, Abjad 8
Belajar Sendiri Menghafal dan mengingat kembaliMengerjakan soal (tes)
        Gerakan Silang, Titik Positif, Tombol KeseimbanganMinum air, 
Tombol Bumi, Hook Ups, 8 Tidur, Tombol Angkasa, Gerakan Silang

 
Contoh gerakan untuk dimensi ini adalah Tombol Bumi, Tombol 
Keseimbangan, Tombol Angkasa, Pasang Telinga, Titik Positif, dan lain�
lain.

                 
Tombol BumiLetakkan dua jari tangan kanan di tengah dagu, sementara 
telapak tangan kiri di daerah pusat (perut). Jari-jari telapak tangan 
kiri menunjuk ke bawah  (lantai). Gerakan mata dari bawah (lantai) ke 
atas (langit-langit), lalu kembali ke bawah sambil melakukan napas 
dalam, yaitu menarik napas dalam-dalam, dan membuangnya secara 
perlahan. Lakukan selama 1 menit atau sekitar 4-6 kali napas dalam. 
Ulangi gerakan untuk tangan lainnya.Manfaat : melatih mata untuk 
melihat benda jauh-dekat, meningkatkan koordinasi tubuh, dan lainnya.
        Tombol KeseimbanganSentuhlah tombol keseimbangan yang 
terletak di belakang telinga kiri di perbatasan rambut (bawah tulang 
tengkorak) dengan beberapa jari tangan kiri. Sementara itu, letakkan 
telapak tangan di daerah pusat. Posisi kepala tetap lurus ke depan. 
Setelah 30 detik, lakukan untuk tangan satunya lagi. Ulangi gerakan 
hingga beberapa kali.Manfaat : meningkatkan konsentrasi, membuat si 
kecil lebih siap menerima pelajaran.    Titik PositifSentuhlah dia 
titik dahi, kira-kira di antara perbatasan rambut dan alis. Lakukan 
selama 30-60 detik.Manfaat : menenangkan pikiran dan lain-lain.

Indita Indriana
Bahan : Pelatihan Brain Gym oleh Fakultas Psikologi Universitas 
Indonesia, Jurusan Perkembangan, Juni 2001.
Konsultasi Ilmiah : dr. Ruswaldi Munir, Sp.KO, Kedokteran Olahraga- 
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Pengarah gaya : Rusmalia B. Salman & Esthi Nimita Lubis.
Foto : Insan Arryaman & Dachri M.S.
Lokasi : The Residences at Puri Casablanca.
----------------------------------------------------------------------
Dari Tabloid Nakita
SENAM OTAK MEMBUAT ANAK SEGAR DAN PINTAR

Untuk mengoptimalkan belahan otak kanan dan kiri anak ternyata tak 
sulit, lo. Ajarkan saja si kecil senam otak. 
Setiap manusia memiliki bermilyar-milyar sel di dalam otaknya. 
Sayangnya sel-sel tersebut tidak berfungsi secara optimal. Dengan 
bahasa lain, manusia baru menggunakan beberapa persen saja kemampuan 
otaknya. Sayang, kan? Karena itulah, penting sekali melatih kemampuan 
otak kita. 
Menurut Frieda Mangunsong, S.Psi, M.Ed, latihannya tak 
sulit. "Lakukan senam otak secara rutin, setiap hari minimal 1-3 
kali." Senam otak atau lebih dikenal dengan brain gym, papar psikolog 
dari Fak. Psikologi Universitas Indonesia ini, sebenarnya adalah 
sentuhan dan gerakan-gerakan yang bisa merangsang kerja dan 
berfungsinya otak secara optimal. 
Selain bisa lebih mengaktifkan kemampuan otak kanan dan kiri, 
ternyata senam otak juga bisa membuat jembatan antara otak kanan dan 
kiri, sehingga kerja sama antara belahan otak kanan dan kiri pun bisa 
terjalin. Senam ini bisa dilakukan untuk anak yang sudah mampu 
mengkoordinasikan motorik kasar. Hanya saja pada anak batita tak 
perlu di-push untuk melakukan gerakan sempurna, cukup dikenalkan 
saja. Sementara anak usia 4-5 tahun sudah bisa diajak melakukan 
gerakan-gerakan ini nyaris mendekati sempurna. 
PAS UNTUK PENDERITA AUTIS 
Biasanya, tutur Frieda, ciri orang yang kemampuan otaknya optimal, 
orangnya sangat luwes. "Sekalipun dia seorang ahli matematika, 
misalnya, namun tidak bersikap kaku. Selain itu, hidupnya akan lebih 
harmonis, seimbang, penyakit berkurang, dan selalu rileks atau tidak 
tegang." Pun orang tersebut tidak hanya memiliki satu kebisaan, tapi 
banyak. Sekalipun dia seorang yang selalu di belakang meja, misalnya, 
dia juga bisa melakukan kegiatan di lapangan dan punya keterampilan 
yang lain, yang tidak ada hubungannya dengan keahlian utamanya. 
Malah, menurut Frieda, orang yang rutin melakukan brain gym sekurang-
kurangnya 10-15 menit setiap hari, hidupnya tidak akan pernah 
stres. "Meski sedang dalam keruwetan, dia tetap bisa menikmati dan 
melakukan hal-hal lain yang menyenangkan. Misalnya, berdansa, 
bernyanyi, membaca." 
Nah, karena bisa dilakukan untuk segala usia, terang Frieda, tak ada 
salahnya kita mengajarkan senam ini pada si kecil. Bahkan kalau 
diajarkan sedini mungkin, kemampuan otak anak akan lebih baik dan ia 
bisa lebih mudah menerima pembelajaran-pembelajaran dan sesuatu yang 
baru dengan baik. 
"Untuk anak yang sudah sekolah, senam ini membuatnya lebih siap 
menerima pelajaran yang diajarkan guru di sekolah. Anak pun akan 
lebih bersemangat dan ceria dalam menjalani hari-harinya." Bahkan 
lewat brain gym, tambah Frieda, stres, agresivitas, dan hiperaktif 
anak akan jauh berkurang. 
Manfaatnya pun, menurut Frieda, bisa langsung dirasakan anak saat itu 
juga, usai ia melakukan brain gym. "Yang bisa kita lihat, anak lebih 
segar. Ia juga akan merasa lebih mudah berkonsentrasi dan menerima 
masukan atau ilmu." Kenapa bisa begitu? "Karena yang dilatih atau 
yang digerakkan dalam senam otak ini adalah otot-otot kecil yang 
melindungi syaraf-syaraf." 
Senam ini pun bisa dilakukan anak-anak autis, down syndrome, dan yang 
mengalami kesukaran belajar. "Bahkan akan sangat membantu mereka 
mengembangkan potensi yang dimilikinya." Dan semua anak, baik yang 
normal maupun yang autis, pasti akan suka dengan senam ini karena 
sifatnya yang santai, tanpa paksaan, serta fun. "Bahkan, sambil 
bermain pun bisa dilakukan." 
MINUM AIR PUTIH 
Tapi, saran Frieda, sebelum bersenam, anak harus minum air putih yang 
cukup. "Sebab tanpa air, semua fungsi anak berhenti. Karena airlah 
yang membawa semua udara dan energi ke otak. Itu sebabnya, jika malas 
minum, otak kita jadi kering." 
Jadi, sarannya, sebelum melakukan senam, cek dulu, apakah si kecil 
sudah cukup minum air putih. Caranya, minta ia mengangkat tangan 
kanan atau kiri ke samping, sejajar dengan pundak. Kemudian suruh 
anak gerakkan tangannya naik-turun, kemudian diam, sejajar dengan 
pundak. Lalu kita tekan perlahan (foto 1). "Kalau tangan anak ikut 
turun saat kita tekan dan kembalinya pun lama, berarti anak masih 
kurang minum." Barulah setelah anak cukup minum, senam otak bisa 
dilakukan. 
* Buka Saklar. Taruh jari telunjuk dan ibu jari tangan kiri di bawah 
tulang selangka, tepatnya di daerah yang banyak lemaknya (titik 
sentral). Gerak-gerakkan perlahan. Telapak tangan kanan diletakkan di 
atas pusar, usap perlahan. Lakukan gerakan sambil mengambil nafas dan 
posisikan lidah di langit-langit (foto 2). Hembuskan perlahan. 
Lakukan serileks mungkin. Setelah merasa cukup, pindahkan tangan 
kanan ke ekor, usap-usap perlahan (foto 3). 
* Gerakkan Angka 8 Tidur. Angkat tangan kanan, acungkan jempol (foto 
4). Lalu minta anak membuat angka 8 tidur dengan tangannya itu. 
Arahkan mata ke ibu jari, ikuti setiap gerakkan ibu jari. Kepala 
tidak boleh ikut bergerak (foto 5). Lakukan 4 kali. Ganti tangan 
sebelahnya, lakukan gerakan yang sama sebanyak 4 kali. 
* Penyatuan. Julurkan tangan ke depan, satukan kedua belah telapak 
tangan kanan dan kiri, jari saling bersilangan (foto 6). Suruh anak 
menggerakkan tangannya membentuk angka 8 tidur, mata tetap mengikuti 
gerakkan ibu jari. Kepala tak boleh bergerak (foto 7). Lakukan 
sebanyak 4 kali putaran. 
* Burung Mahoni. Letakkan telapak tangan kanan di pundak kiri sambil 
memijat-mijat, arahkan muka ke kanan sambil mengambil dan 
menghembuskan nafas perlahan-lahan (foto 8). Lalu menghadap kedepan 
sambil menarik nafas. Ulangi sebanyak 4 kali. Ganti tangan lakukan 
hal yang sama. 
* Hook-Up. Silangkan kaki, yaitu posisi kaki kanan di depan kaki 
kiri. Lalu silangkan kedua tangan, tangan kanan berada di atas tangan 
kiri dan satukan telapak tangan dengan jari saling bersilangan (foto 
9). Putar ke arah dalam. Letakkan di dada. Rileks (foto 10)(foto 11). 
Lakukan gerakan ini secara bergantian. 
* Penyatuan. Sikap sempurna, suruh anak menggerakkan tangan ke 
belakang lalu dilanjutkan ke depan. Tempelkan ujung jari tangan kanan 
dan tangan kiri hingga merasa kesemutan (foto 12), lakukan dengan 
rileks. 
Menurut Frieda, gerakan senam ini harus berurutan, tak boleh loncat-
loncat. Selain gerakan itu, bila ingin anak lebih bisa berkonsentrasi 
dan tidak mengantuk di kelas, bisa diajarkan melalui senam juga. 
Caranya, ajarkan anak untuk bisa memijit dengan lembut pinggiran daun 
telinganya (foto 13). 
Gazali Solahuddin.Foto:Dint's(nakita) 
        Gerakan Senam Otak
----------------------------------------------------------------------
Dari Tabloid Nakita
OTAK BAYI JUGA PERLU SENAM, LO!

Gerakan senamnya sederhana dan tak memerlukan banyak waktu. Hasilnya? 
Membuat fungsi otak bayi jadi optimal! 
Ih, enggak kebayang deh, masak sih otak bisa diajak senam? Yang 
dimaksud senam di sini adalah melakukan gerakan-gerakan tubuh yang 
dipercaya dapat memberikan dampak bagi perkembangan dan pertumbuhan 
otak yang optimal. Seperti diketahui, organ otak ibarat hard disk 
dalam komputer. Ia merupakan sentra pengatur seluruh organ tubuh. 
Jadi agar kinerja otak selalu tokcer, diperlukan stimulasi tepat dan 
berkesinam-bungan sejak bayi. Salah satu caranya dengan melakukan 
senam otak (brain gym). Seperti sudah diketahui, otak terbagi menjadi 
dua bagian. Yaitu otak belahan kanan dan otak belahan kiri. Otak 
kanan berkaitan dengan kreativitas, intuisi, seni. Sementara, otak 
kiri lebih pada daya analisa, berpikir logis/rasional. Nah, tujuan 
senam otak, seperti dijelaskan Dra. Frieda Mangunsong, M.Ed., dari 
Departemen Psikologi Pendidikan, Fakultas Psikologi UI, adalah 
menjembatani aktivitas otak belahan kanan dan kiri sehingga terjalin 
kerja sama diantara keduanya. Kalau kinerja kedua belahan otak bisa 
seimbang, diharapkan kemampuannya jadi optimal. Coba bayangkan, 
bagaimana jadinya kalau masing-masing belahan otak 
berkembang "sendiri-sendiri", tentunya tidak akan terjadi 
keselarasan. "Kalau otak berjalan sendiri-sendiri bisa tidak sinkron. 
Ibaratnya, saat anak bahagia, ekspresi yang dimunculkannya malah 
bersedih." Ketidakselarasan kerja otak juga akan mengakibatkan anak 
mengalami berbagai hambatan, terutama pada proses belajarnya kelak di 
sekolah. BANYAK MANFAATJadi, yuk ajak si kecil bersenam otak. Menurut 
Frieda saat si kecil berusia 3 bulan, ia sudah mulai bisa diajak 
bersenam otak. Pasalnya, otot-otot tubuh si kecil sudah semakin kuat 
untuk melakukan gerakan-gerakan senam. Banyak keuntungan yang didapat 
jika bayi senantiasa distimulasi dengan senam otak. Di antaranya: �
        Bayi akan memiliki kemampuan otak yang optimal. �       Dia 
akan memiliki kepribadian yang baik, relaks dan hi-dupnya terhindar 
dari stres. �   Di masa sekolah mereka akan cepat menyerap berbagai 
pelajaran dengan baik. Anak pun akan lebih mudah berkonsentrasi, 
punya daya ingat tinggi, dan tak mengalami kesulitan belajar. �
        Kelak, anak tumbuh penuh percaya diri dan terhindar dari 
berbagai masalah seperti disleksia, dispraksia dan sebagainya. 
Intinya anak akan tumbuh menjadi sosok yang terampil, cerdas dan 
terarah dengan baik.SENTUHAN DAN GERAKANFrieda mengingatkan agar 
senam otak dilakukan dengan suasana yang gembira dan menyenangkan. 
Jika memungkinkan, iringi dengan lagu-lagu klasik yang kalem atau 
lagu berirama lembut. Waktu yang dibutuhkan sekitar lima menit dengan 
frekuensi tiga kali setiap hari. Berikut ini sentuhan dan gerakan 
senam otak untuk bayi seperti dipaparkan Frieda:1. Sentuhan pada Dahi 
Lakukan sentuhan dan elusan lembut dengan jari jemari di dahi bayi 
(di atas kedua matanya). Usap ke arah kiri-kanan dan sebaliknya. 
Sentuhan ini dapat mengalirkan darah dari hipotalamus (bagian otak 
yang berfungsi sebagai pusat integrasi), menuju otak bagian depan.  * 
Tujuan: �       Membuat bayi tenang dan tidak takut ataupun tegang. �
        Mengaktifkan otak depan sehingga kemampuan berpikir logis dan 
kreatif meningkat       
2. Sentuhan pada Pipi Lakukan sentuhan dan elusan lembut di pipi kiri 
dan kanan secara bergantian. Tepatnya di sekitar wilayah geraham atas 
dan bawah. Otot di dekat geraham atas berfungsi membuka 
mulut/menguap. Sedangkan, otot di dekat geraham bawah berfungsi 
menutup mulut. * Tujuan: -      Saat menguap terjadi refleks 
pernapasan sehingga meningkatkan oksigen ke otak. -     Elusan di 
sekitar persendian rahang akan melemaskan otot-otot di bagian pipi 
dan membantu menyeimbangkan tulang tengkorak dan menghilangkan 
ketegangan di bagian kepala dan rahang. -       Mengaktifkan otot 
untuk bersuara dan mengunyah. - Mengasah kemampuan penglihatan, 
perhatian dan konsentrasi.      
3. Sentuhan pada Telinga Lakukan sentuhan dan usapan lembut di bagian 
pinggir daun telinga kiri dan kanan secara bergantian. Di bagian ini 
terdapat banyak saraf-saraf yang halus. Gunakan ibu jari dan telunjuk 
untuk melakukan usapan mulai dari ujung atas daun telinga, turun 
sepanjang lengkungan telinga dan berakhir di bagian cuping telinga. 
Lalu, lakukan pula mulai dari bawah (cuping telinga). * Tujuan: -
        Mengasah sensitivitas telinga untuk mendengar sehingga 
kemampuan pendengarannya makin tajam. - Mengasah 
kemampuan/keterampilan bicara dan mengeja. -    Meningkatkan daya 
konsentrasi dan daya tangkap. - Menghilangkan stres penglihatan dan 
ketegangan pada tulang kepala. -        Mengaktifkan formatio 
reticularis, yaitu kemampuan menyaring suara yang mengganggu.   
4. Sentuhan pada Lekukan di Belakang Telinga Lakukan sentuhan dan 
elusan yang lembut pada bagian belakang telinga kiri dan kanan secara 
bergantian. Tepatnya di lekukan yang terdapat di batas rambut antara 
tengkorak dan tengkuk. * Tujuan: �      Mengasah keseimbangan tubuh. �
        Memfungsikan secara optimal jaringan saraf antara otak dan 
tubuh. �        Memulihkan otot tengkuk yang lemah atau tegang.�
        Meningkatkan kemampuan konsentrasi, perhatian dan fokus 
penglihatan. �  Gerakan rahang dan tengkorak jadi relaks.       
5. Sentuhan pada Bahu Lakukan sentuhan dan elusan lembut di bagian 
otot bahu kiri dan kanan secara bergantian. Gerakkan juga kepala 
secara perlahan-lahan ke kiri dan kanan dengan posisi dagu tetap. * 
Tujuan: -       Otot leher, tengkuk, dan bahu relaks serta tidak 
kaku. - Mengasah keseimbangan otot leher dan otot tengkuk, rahang dan 
bahu. - Menghindari kebiasaan memiringkan kepala. -     Mengasah 
kemampuan gerakan kepala ke kiri dan kanan. -   Mengasah pendengaran 
dan penglihatan. -      Mengurangi kebiasaan juling dan membelalakkan 
mata. - Meningkatkan fokus perhatian, konsentrasi, dan daya ingat.
        
6. Sentuhan pada Dada dan Pusar Lakukan sentuhan dan elusan lembut di 
bagian dada dengan salah satu tangan, tepatnya di bagian sisi kiri 
dan kanan tulang tengah (sternum). Sedangkan salah satu tangan 
lainnya mengelus pusar. * Tujuan: -     Meningkatkan/menstimulasi 
aliran darah yang menghantarkan oksigen ke otak. -      Mengasah 
koordinasi dan keseimbangan tubuh bagian kiri dan kanan.        
        
7. Gerakan Mengaktifkan Tangan Pandulah salah satu tangan anak untuk 
direntangkan lurus ke atas agar sekat rongga dada terbuka lebih 
lebar. Lakukan secara bergantian dengan tangan yang satunya lagi. 
Kemudian, rentangkan tangan dengan arah berbeda yaitu lurus ke depan. 
Selanjutnya, tangan diluruskan di sisi pinggul. * Tujuan: -
        Memperkuat otot-otot dada dan bahu. -   Mengaktifkan otot-
otot untuk gerakan motorik kasar dan halus. -   Untuk relaksasi dan 
melancarkan pernapasan. -       Melatih koordinasi mata dan tangan.
        
8. Gerakan Angka 8 Tidur Posisi bayi telentang. Badan diluruskan. 
Tuntun tangannya dan gerakkan ke arah kiri dan kanan membentuk angka 
delapan. Lakukan secara bertahap dan bergantian tangan kiri dan kanan 
sebanyak 3-4 kali. * Tujuan: -  Meningkatkan koordinasi otot mata dan 
mengaktifkan gerakan mata kanan dan kiri. -     Meningkatkan 
kemampuan melihat lebih jauh ke sisi kiri atau kanan. - Mengurangi 
ketegangan mata. -      Pengenalan simbol dan pengenalan perbedaan 
sisi kiri dan kanan. -  Mengasah daya konsentrasi, perhatian, 
koordinasi dan keseimbangan.    
9. Gerakan Menyilang Lakukan gerakan anggota badan secara menyilang. 
Tangan kanan digerakkan bersamaan dengan kaki kiri. Atau sebaliknya, 
tangan kiri digerakkan bersamaan dengan kaki kanan. Gerakan dilakukan 
ke depan dan usahakan melewati garis tengah badan. Lakukan secara 
perlahan jangan dipaksa. Supaya suasananya relaks, iringi dengan 
alunan musik klasik atau nyanyian yang lembut. * Tujuan: -
        Mengaktifkan hubungan kedua sisi otak, indera perabaan, 
pendengaran, penglihatan dan konsentrasi. -     Mengaktifkan gerakan 
mata dari kiri ke kanan atau sebaliknya. -      Meningkatkan 
koordinasi organ tubuh bagian kiri dan kanan.   
Hilman Hilmansyah. Foto: Ferdi/nakita
----------------------------------------------------------------------
7 Cara Menyegarkan Otak
---------------------------------
Otak adalah piranti paling vital dalam tubuh. Cacat sedikit saja, 
atau 'tak bugar' bisa jadi pasokan ingatan akan terhambat, stroke, 
atau bahkan meninggal. Otak memang sangat kuat, tapi juga rentan. 
Oleh karena itu, perlu kiat cermat untuk terus membugarkannya. 

Caranya :
Pertama, jaga makanan atau diet. Makanan yang asal-asalan bisa 
membuat tubuh rusak. Hindari kegemukan karena bisa menyebabkan 
munculnya penyakit seperti diabetes, jantung, hipertensi dan lainnya. 

Kedua, hindari minum alkohol dan mengonsumsi narkoba karena bisa 
meracuni bisa otak. 

Ketiga, waspadalah bila memasak menggunakan panci, ketel, atau 
pembungkus alumunium foil karena alumunium yang berlebih dalam darah 
bisa menurunkan daya ingat. Selain alumunium, zat besi dan silikon 
juga bisa meracuni otak. 

Keempat, berolahragalah secara teratur. Kalau tidak memungkinkan, 
minimal lakukan jalan kaki setiap hari selama 30 menit. Usahakan 
untuk latihan pernapasan dan melakukan senam otak.

Kelima, jauhi tempat-tempat yang berpolutan tinggi karena CO 
(karbonmonoksida) yang terkandung dalam asap mobil bisa meracuni 
otak. 

Keenam, asah otak, misalnya dengan main catur, kartu, mengisi teka-
teki silang, mempelajari sesuatu dan mempraktekkannya. 

Ketujuh, tanggulangi stres dengan baik. Bisa dengan rileksasi, 
meditasi atau menggeluti hobi.
----------------------------------------------------------------------
Senam OTAK untuk Merangsang Kecerdasan Bayi   
Oleh Kompas Cyber Media 

SELAIN faktor genetik, kecerdasan seorang bayi atau anak juga 
tergantung pada faktor lingkungan. Di antaranya, nutrisi yang baik, 
imunisasi, dan stimulasi atau rangsangan. 

Bayi yang mendapat rangsangan secara tepat dan berkesinambungan tentu 
akan mempengaruhi perkembangan otaknya. Dengan begitu diharapkan 
perkembangan fisik, mental, dan intelektualnya akan melampaui 
kemampuan dasar atau potensi genetiknya. 

PENELITIAN membuktikan bahwa pengalaman dan rangsangan yang diterima 
pada tahun pertama kehidupan akan berpengaruh pada perkembangan dan 
fungsi otaknya di kemudian hari. 

Kartini Sapardjiman, Ketua Senam Otak Indonesia, mengatakan, 
kecerdasan bayi juga bisa dioptimalkan dengan senam otak. Senam otak 
adalah latihan yang terangkai atas gerakan-gerakan tubuh yang dinamis 
dan menyilang. Senam ini mendorong keseimbangan aktivitas kedua 
belahan otak secara bersamaan. Diharapkan, potensi kedua belahan otak 
akan seimbang sehingga kecerdasan anak pun menjadi maksimal. 

"Selama ini banyak orang hanya menggunakan otak kirinya saja sehingga 
potensi otak kanannya tidak dimanfaatkan secara maksimal," kata 
Kartini, dalam seminar "Senam Otak Ibu Hamil dan Bayi Merangsang 
Potensi Otak Sejak Dini" yang diselenggarakan atas kerja sama Klub 
Brain Gym Omni Medical Center (OMC) Kelapa Gading dan RS OMC Pulomas, 
Jakarta. 

Pada kesempatan yang sama, ahli anak RS Omni Medical Center, dr 
Caroline Mulawi, mengatakan, stimulasi pada bayi bisa dilakukan sejak 
bayi dalam kandungan, yaitu sejak usia kehamilan tiga bulan. 

"Stimulasi bisa berupa suara dan taktil (rabaan). Dari beberapa 
penelitian menunjukkan, bayi yang mendapat stimulasi ketika dalam 
kandungan memiliki tingkat inteligensia lebih tinggi 14 poin daripada 
yang tidak mendapatkan stimulasi," kata Caroline. 

Stimulasi harus dilakukan tiap hari pada setiap kesempatan 
berinteraksi dengan bayi, misalnya ketika memandikan, mengganti 
popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-
jalan, bermain, menonton TV, bahkan menjelang tidur. Stimulasi harus 
dilakukan dalam suasana aman, nyaman, menyenangkan, penuh kasih 
sayang, dan gembira. 

Pada prinsipnya, semua ucapan, sikap, dan perbuatan ibu atau pengasuh 
yang berulang-ulang akan terekam dalam otak bayi sehingga akan 
berisiko ditiru oleh bayi. Apa yang bayi lihat, dengar, atau rasakan 
akan menjadi pengalaman baru bagi bayi sehingga dia akan mencoba 
melakukannya sendiri. 

SEJAK tahun 2001 sudah ditemukan senam otak yang bisa mengoptimalkan 
perkembangan dan potensi otak. Otak terbagi menjadi dua, otak belahan 
kanan dan otak belahan kiri. Otak kanan berfungsi untuk intuitif, 
merasakan, bermusik, menari, kreatif, melihat keseluruhan, dan 
ekspresi badan. Sedangkan otak belahan kiri bertugas untuk berpikir 
logis dan rasional, menganalisa, bicara, berorientasi pada waktu, dan 
hal-hal rinci. 

Senam otak dengan metode latihan Edu-K atau pelatihan dan kinesis 
(gerakan) akan menggunakan seluruh otak melalui pembaruan pola 
gerakan tertentu untuk membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya 
tertutup atau terhambat. 

Senam otak ini bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk bayi. Senam 
otak pada bayi sebenarnya sangat sederhana. Contohnya, menggerakkan 
anggota badan secara menyilang dengan perantara mainan. Bisa 
berbentuk robot, boneka, bola, balon, atau apa saja yang sesuai 
dengan usia anak. Hal yang penting, gerakan yang dilakukan anak 
melewati garis tengah antara tubuh bagian kanan dan tubuh bagian 
kiri. 

Kemampuan belajar paling tinggi tercapai jika dua belah otak, dua 
mata, dan dua telinga aktif serta bisa bekerja sama dengan baik. 
Selain itu, gerak badan juga terkoordinasi dan seimbang. Pertemuan 
gerakan yang menyilang ini merupakan pusat dari senam otak. 

Senam otak dilakukan melalui tiga dimensi, yakni lateralitas 
komunikasi, pemfokusan pemahaman, dan pemusatan pengaturan. 
Lateralitas komunikasi (dimensi kiri-kanan) bertujuan untuk 
mengoptimalkan kemampuan belajar. Gerakannya menyangkut mendengar, 
melihat, menulis, bergerak, dan sikap positif. Gerakan-gerakan itu 
menyerap kemampuan komunikasi yang lebih cepat. 

Misalnya, bola digerakkan ke kiri ke kanan di depan bayi, atau bayi 
memegang mainan lalu digerakkan ke kiri ke kanan. Bisa juga mainan 
yang berbunyi digerakkan ke kiri ke kanan secara menyilang. Bertepuk-
tepuk tangan juga melatih pendengaran bayi. Bayi memegang jari kita 
lalu digerakkan ke kiri ke kanan, atau membentuk angka delapan tidur. 
Apa pun gerakannya asal berdimensi ke kiri ke kanan. 

Pemfokusan pemahaman (dimensi muka-belakang) bermanfaat membantu 
kesiapan dan konsentrasi untuk menerima hal-hal baru dan 
mengekspresikan apa yang sudah diketahui. Gerakan berupa latihan 
meregangkan otot menyangkut konsentrasi, pengertian, dan pemahaman. 
Misalnya dengan melipat lutut dan sikut bayi berulang kali atau 
mengangkat tangan ke atas lalu digerakkan ke muka ke belakang. 

Pemusatan pengaturan (dimensi atas-bawah) membantu meningkatkan 
energi yang menyangkut berjalan, mengorganisasi, tes atau ujian. Hal 
ini bermanfaat untuk membantu seluruh potensi dan keterampilan yang 
dimiliki serta mengontrol emosi, seperti menggerakkan kepala ke atas 
ke bawah, mengangkat beban ringan atau benda lainnya, kemudian 
digerakkan ke atas ke bawah. (ARN)
----------------------------------------------------------------------

Demikian Rangkumannya, bagi yang menginginkan artikel + panduan 
gerakan, bisa melalui japri.

Wassalam
Novianingrum




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/S_B0zD/_WnJAA/a8ILAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

http://www.ayahbunda-online.com/bencanaalam
Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke