Hi Mbak Ike.... Thanks advisenya. Iya memang anakku lekositnya jg tinggi :( Sukur lah kalo Kayla test TBnya negatif. Berarti emang bawaan anak aja mungil, yang penting sehat ya Mbak.
Aku mau coba juga yoghurtnya, kayaknya oke tuh idenya. Thanks Mbak Ike... salam buat anak2 --- In [email protected], "Jurike Armanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Halo mba Shanti... > > Wah, anak kita hampir seumuran ya.. Kayla skrg hampir 2 tahun (lahir > 16 Agt 2003). > BB lahir 2.75 kg dan TB 48 cm. Sekarang beratnya sekitar 10 kg. > Kayaknya 6 bulan ini beratnya gak naik2 tuh... hehehe... > Setiap jadwal ke DSA aku tanya, DSA-nya sih bilang gak apa-apa. > Selain itu memang aku & suami juga gak gede2 amat... jadi kayaknya > emang turunan mungil.. hehehe... > Kakaknya (skrg 6 th) juga beratnya cuma sekitar 20 kg, paling kecil > di kelas. > > Kayla juga gak doyan susu. Jadi aku ganti dgn hasil olahan susu > seperti keju, yoghurt dll atau susunya sudah dioleh jadi pudding, > macaroni schotel dll. > Test mantoux waktu itu hasilnya negatif, jadi gak usah rontgen. > > Keponakan yang seumuran dengan Kayla (lebih tua 3 minggu), dulu > sempat kalah berat dengan Kayla waktu usia 9-15 bulan. Dia sempat > suspect TB juga (ada orang dewasa di rumahnya yang ternyata TB), > menjalani pengobatan dengan dokter paru anak & DSA, dan sekarang > beratnya sama dengan Kayla. > > Saran saya, coba selesaikan dulu saja pengobatan TB-nya dengan > dokter yang sekarang. Jangan tengah2 ganti dokter, nanti mulai dari > awal lagi dan tidak selesai-selesai. > > Selesai pengobatan, coba test lab lagi. Kalau masih ada infeksi, > biasanya bukan hanya LED yang tinggi tapi juga leukosit. Dan juga > artinya pengobatan tersebut belum tuntas karena infeksinya belum > hilang. KOnsultasikan lagi hasilnya dengan dokternya. > > Semoga anaknya cepat sembuh ya mba... > > Ike - mama Kemal & Kayla > > > > --- In [email protected], "shanty_herawastuti" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear All, > > > > Mohon pencerahannya. > > > > Anak saya perempuan umur 2 tahun, pertumbuhan berat badannya > SANGAT > > lambat, kalau tidak mau dibilang kurang. BB Lahir 2.9 dan TB Lahir > > 47, sementara sekarang 2 tahun (lahir 7 Juni 2003) BB nya baru 9.3 > > dan TB 82. Dsa-nya suspects anak saya terkena TB, di test mantoux > > positif dan sudah pengobatan 3 bulan, tidak naik juga berat > badannya > > (sangat lambat kenaikannya), akhirnya dsanya merujuk anak saya ke > > ahli paru anak. Saat ini sudah pengobatan bulan ke3 lagi (jadi > > pengobatan TBnya mulai lagi dari awal) tapi kenaikannya masih > > saja lambat. Total 6 bulan pengobatan TB (walau diputus sebentar > di 3 > > bulan pertama) hanya naik sekitar 800 gram. Dulu dokternya bilang > > seharusnya dalam satu bulan naik 500 gram. Pernah dites lab dan > > hasilnya LEDnya sangat tinggi (40), menurut para dokter disebabkan > > penyakit infeksi di paru2nya (TB). > > > > Diluar dari faktor pertumbuhan berat badannya, anak saya sangat > aktif > > main/bergerak, happy dan riang2 saja dan jarang sakit, beberapa > kali > > setelah berenang minum es krim tapi tidak terkena pilek. Bicaranya > > juga lancar, bisa bicara/komunikasi di telepon, bisa baca huruf A- > Z, > > tahu semua warna, tahu banyak nama2 binatang dalam bahasa > Indonesia > > dan Inggris. Dia juga sangat nyambung apabila diajak bicara. > Makannya > > tidak susah dan cukup banyak. Tapi dia tidak mau minum susu > > formula/sapi. Saya masih menyusui walau hanya malam hari. > > > > Kira2 ada masukkan tidak apa yang menyebabkan anak saya susah naik > > berat badannya? Thanks a lot sebelumnya. > > > > Salam, > > Shanty Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
