anak ke-2 saya mengalami masalah yg sama,
waktu itu DSAnya juga tidak memberikan tindakan apapun.
Menurutnya, harus observasi dulu karena tidak bisa sembarangan 
memberikan tindakan kepada bayi.

Pada sebagian bayi, memang ketika baru lahir ukuran lubang di pangkal 
hidungnya agak kecil, sehingga agak sesak napas dan ngorok jika tidur.
Hal ini akan berlalu dengan sendirinya setelah berumur 3-4 bulan. 
Jadi harus terus dipantau dan periksa rutin, apakah hal tersebut 
memang kelainan, atau gejala wajar.

memasuki bulan keempat, anak saya sudah tidak sesak napas lagi dan 
terbebas dari ngorok ketika tidur.

salam
MCA
http://choirulamri.or.id 


--- In [email protected], Mulyanawati 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dear all,
>  
> Saya ingin menceritakan tentang bayi teman saya, mungkin teman2 
semua ada yg
> punya pengalaman yg sama.
>  
> Dua minggu yang lalu teman baik saya melahirkan secara normal. 
Semuanya
> berjalan baik2 saja. Sampai seminggu yang lalu timbul masalah, bayi 
tersebut
> sepertinya kesulitan bernafas, nafasnya mengeluarkan bunyi seperti 
ngorok
> gitu, terlebih lagi saat minum susu (karena asi ibunya tidak keluar 
dia lalu
> minum susu formula) harus berhenti beberapa kali karena sepertinya 
nafasnya
> sesak. Setelah dibawa ke dsa nya kata dsanya banyak lendir di 
tenggorokannya
> dan dianjurkan minum air putih yg banyak dan tidak diberikan 
pertolongan yg
> lain. 
>  
> Saya saja melihat bayi tersebut kasihan sekali karena pasti dia 
sangat tidak
> nyaman dengan keadaan tersebut
>  
> Tolong sharenya ....
>  
> mulyana
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]






Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke