Papanya Nouval,
saya paling seneng nih kalo ada bapak2 yang concern banget dengan masalah
anaknya........ Keep up the good work ya pak ! :)
Bila anak sedang tumbuh gigi, wajar bila nafsu makan jadi terganggu.
Dalam hal ini, sebetulnya tidak ada penambah nafsu makan yang bisa
cespleng mengatasi masalah gangguan makan. Yang bisa dilakukan adalah
meminimalkan "penderitaan" anak dengan memberikan sesuatu yang bisa
mengurangi rasa sakit pada gigi dan gusinya. Pada bayi yang lebih kecil,
misalnya, kita bisa memberikan teether yang telah didinginkan terlebih
dahulu.
Untuk menyiasati agar asupan makan tidak kurang, bapak bisa coba dengan
memberikan makanan dalam porsi sedikit tetapi sering. Untuk masalah minum
susu, bila anak tidak mau, bisa disiasati dengan memberikan susu dalam
bentuk lain, misalnya eskrim atau milkshake. Anak 20 bulan biasanya sudah
bisa berkomunikasi, ke-aku-annya juga sedang berkembang. Biasanya kalau
kita sajikan makanan/minuman dalam suasana menyenangkan, dengan
kemauannya sendiri dia akan rela memasukkan makanan/minuman itu ke
mulutnya.... Ini juga membantunya untuk melupakan rasa sakit dari gigi
dan gusinya itu.
Dibawah ini saya sertakan rangkuman pemberian vitamin pada balita dengan
masalah gangguan makan. Mungkin ada hal2 yang bisa diambil dari rangkuman
ini.
Regards,
Dini/mamanya Danisha
Moderator Ayahbunda-Online
=========================================================================
PEMBERIAN VITAMIN PADA BALITA DENGAN MASALAH GANGGUAN MAKAN
PERTANYAAN
From: "marthaleonardo" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed Oct 6, 2004 9:50 am
- Anak perempuan, usia 14 bulan, sedang sulit makan, hanya mau 2
suap setelah itu tidak mau lagi, sehingga makanan utamanya hanya susu.
- BB-nya turun menjadi 10 kg (BB sebelumnya tidak disebutkan)
- Sepengetahuannya untuk anak usia ini bila makanan padatnya kurang
dan hanya mengkonsumsi susu, anak jadi kekurangan zat besi.
- Apakah ada informasi tentang vitamin dengan zat besi tinggi ?
Catatan moderator : sebetulnya, bila anak mengalami gangguan makan,
pemberian vitamin hanya salah satu cara mengatasi masalah yang timbul
akibat kurangnya asupan makanan, bukan menghilangkan penyebab. Sebaiknya
pemberian vitamin, jika memang diperlukan, diiringi dengan usaha
mengatasi gangguan makan pada anak. Lihat artikel berkaitan di bawah ini.
From: "Ade S Sahroni" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed Oct 6, 2004 7:56 am
Bagaimana pemberian vitamin yang baik untuk balita ?
JAWABAN
From: rully soraya <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed Oct 6, 2004 7:10 pm
- Anak laki-lakinya juga mengalami hal yang sama dengan penanya,
oleh DSA diberi vitamin Becombion plus (sirup) diseling dengan Feroglobin
sirup, selang 1 hari masing-masing satu sendok obat (5ml).
- Menurutnya nafsu makan anaknya menjadi baik dan berat badannya
bertambah.
==============================================
ARTIKEL PENUNJANG
Sumber : www.ayahbunda-online.com
Tanya Jawab Seputar Suplemen dan Multivitamin
Suplemen dan multivitamin untuk bayi dan balita membanjiri pasaran.
Baguskah untuk si kecil?
Wajar muncul beberapa pertanyaan di benak Anda ketika melihat bayi atau
balita yang bertubuh montok dan sehat. Misalnya, Diberi vitamin apa,
ya?
Agar tidak terjadi kesalahkaprahan, berikut pertanyaan-pertanyaan yang
sering mengganjal seputar suplemen atau multivitamin lengkap dengan
jawabannya.
Tanya: Apa itu vitamin?
Jawab: Vitamin adalah sekelompok zat, substansi atau senyawa penting yang
membantu kelancaran jalannya seluruh proses metabolisme dalam tubuh.
Tanya: Ada berapa jenis vitamin?
Jawab: Secara umum, vitamin dibagi jadi 2 kelompok, yakni:
Vitamin yang larut dalam lemak , berupa vitamin A, D, E, dan K.
Vitamin yang larut dalam air , seperti kompleks vitamin B (vitamin B1
atau tiamin, vitamin B3 atau niasin, vitamin B12, asam folat, asam
pantotenat, biotin), dan vitamin C.
Tanya: Benarkah sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan sumber vitamin
yang lengkap?
Jawab: Tidak juga. Pada kenyataannya, sayuran dan buah-buahan hanya
mengandung beberapa jenis vitamin, seperti vitamin C, E, K, dan beberapa
macam vitamin B (seperti asam folat, biotin, dan lain-lain). Juga,
sayuran dan buah-buahan merupakan fitokimia yang bersifat provitamin,
seperti karotenoid (provitamin A).
Bagaimana dengan vitamin A, B6, B12, dan D? Umumnya, vitamin tersebut
berasal dari sumber hewani. Misalnya, hati, susu dan aneka jenis produk
olahannya.
Tanya: Apa itu mineral?
Jawab: Mineral adalah sekelompok senyawa anorganik yang juga dibutuhkan
tubuh untuk kelancaran seluruh proses metabolisme, selain vitamin.
Tanya: Ada berapa macam mineral?
Jawab: Mineral yang diperlukan oleh tubuh dikelompokkan jadi 2, yaitu:
Mineral utama. Dibutuhkan tubuh dalam jumlah di atas 100 mg/hari,
seperti kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, klorida, dan sulfur.
Trace elements . Adalah mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah
kecil (kurang dari 100 mg/hari), yakni zat besi, seng, tembaga, kobalt ,
yodium, kromium, mangan, molybdenum, selenium, vanadium, nikel, serta
silikon.
Tanya: Dari mana kebutuhan mineral bisa dipenuhi?
Jawab: Mineral tubuh dapat didapat dari bahan-bahan makanan yang
dikonsumsi sehari-hari. Di antaranya, garam, makanan laut, serta susu dan
produk olahannya.
Tanya: Apa fungsi dari vitamin dan mineral bagi tubuh?
Jawab: Vitamin dan mineral diperlukan oleh tubuh agar seluruh proses
metabolisme, termasuk juga proses tumbuh kembang bayi dan anak balita,
dapat berjalan lancar. ( Lihat boks Fungsi Vitamin dan Mineral dalam
Tumbuh Kembang Anak)
Tanya: Adakah fungsi lainnya?
Jawab: Ada juga. Vitamin bersama-sama dengan mineral berfungsi sebagai
zat pengatur jalannya proses metabolisme.
Di samping itu, kedua zat tersebut dapat memperlambat proses penuaan sel,
menghambat tumbuhnya sel-sel kanker, menghambat munculnya penyakit
jantung dan osteoporosis (pengeroposan tulang), memperbaiki sistem
kekebalan tubuh, serta membantu penyembuhan berbagai gangguan kesehatan.
Yang pasti, tanpa kehadiran vitamin dan mineral, akan banyak proses
penyerapan zat gizi oleh tubuh yang terganggu.
Tanya: Kapan anak perlu tambahan vitamin dan mineral?
Jawab: Pada bayi baru lahir, seluruh kebutuhan vitamin dan mineral dapat
terpenuhi melalui ASI. Hanya saja, kalau ia sampai kekurangan vitamin,
mudah kok mengatasinya. Anda cukup meningkatkan jumlah dan kualitas ASI
Anda.
Tanya: Bagaimana caranya?
Jawab: Sebaiknya, Anda makan cukup dengan komposisi seimbang. Jika perlu,
konsumsilah vitamin tambahan. Tentu saja, ini harus sesuai petunjuk
dokter
Tanya: Kapan lagi tambahan vitamin dan mineral perlu diberikan?
Jawab: Setelah si kecil berusia 6 bulan. Pada umur ini, kebutuhan zat-zat
gizi anak akan bertambah. Akibatnya, ia memerlukan makanan tambahan dari
luar, selain ASI. Makanan ini dikenal sebagai Makanan Pendamping ASI (MP-
ASI).
Tanya: Cukup memadaikah MP-ASI?
Jawab: Umumnya, MP-ASI buatan pabrik sudah diperkaya oleh vitamin dan
mineral yang diperhitungkan cukup untuk melengkapi asupan ASI.
Tanya: Adakah risiko yang perlu jadi catatan penting?
Jawab: Bayi yang hanya mengonsumsi ASI sampai usia 6 bulan berisiko
kekurangan zat besi. Makanya, setelah usia 6 bulan, ia harus ditunjang
dengan pemberian MP-ASI yang notabene kandungan zat besinya tinggi.
Misalnya, daging merah, hati, dan lain-lain. Tapi, jika si kecil belum
bisa mengonsumsi bahan makanan tersebut dalam jumlah yang memadai, dokter
dapat memberi suplementasi zat besi.
Tanya: Anak usia 2 tahun seringkali sulit sekali makan. Tepatkah ia
diberi vitamin dan suplemen sebagai tambahan zat gizi?
Jawab: Tidak selalu tepat. Si 2-3 tahun memang sering menolak makan,
karena kebutuhan kalorinya relatif lebih sedikit dibandingkan pada masa
bayi.
Selain itu, ke-aku-annya mulai berkembang. Tidak heran kalau dia jadi
sangat pemilih. Hanya makanan tertentu saja yang bisa masuk ke dalam
mulut mungilnya. Kalau sudah begini, mungkin saja dia akan mengalami
kekurangan asupan beberapa zat gizi.
Tanya: Bagaimana cara mengetahui apakah anak kekurangan zat gizi
tertentu?
Jawab: Untuk memastikan adanya kekurangan zat gizi, sebaiknya Anda
berkonsultasi pada dokter spesialis anak setempat, yang dengan bantuan
ahli gizi, dapat menganalisis asupan s erta komposisi makanan si kecil.
Dari sini, bisa diatur menu yang disukai anak, tetapi mencukupi kebutuhan
nutrisinya.
Tanya: Perlukah pemeriksaan laboratorium?
Jawab: Pemeriksaan lab dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Jika memang
terbukti anak kekurangan vitamin atau mineral, barulah suplementasi
vitamin atau mineral diberikan.
Tanya: Apa yang perlu diperhatikan sebelum memberi tambahan suplemen atau
multivitamin pada anak?
Jawab: Tambahan suplemen atau multivitamin akan sangat bermanfaat bila
tubuh anak memang benar-benar membutuhkan. Biasanya, tambahan zat
tersebut dapat diberikan pada:
Anak yang baru sembuh dari sakit.
Anak yang vegetarian atau mengonsumsi diet khusus. Misalnya, anak yang
vegetarian umumnya perlu suplemen B12 dan zat besi.
Anak yang menderita penyakit genetik atau kronis. Misalnya, dengan
kelainan metabolisme bawaan, misalnya homocystinuria, perlu suplemen
vitamin B12, B6 dan asam folat; penyakit hati kronis butuh suplemen
vitamin A, D, E dan K; dan lain-lain.
Tanya: Adakah dampak buruk dari pemberian tambahan suplemen atau
multivitamin?
Jawab: Yang pasti, kebanyakan mengonsumsi vitamin atau suplemen bisa
berdampak buruk bagi tubuh anak. Misalnya, kebanyakan vitamin A akan
menyebabkan mual-mual dan pusing; kelebihan vitamin C mengakibatkan diare
atau pembentukan batu ginjal; dan sebagainya.
Tanya: Berapa lama si kecil boleh mengonsumsi tambahan suplemen atau
multivitamin?
Jawab: Tergantung dari penyebabnya. Kalau ini terjadi akibat pola makan
si kecil yang salah, maka pemberiannya bisa dihentikan begitu ada
perbaikan kekurangan zat yang perlu dibuktikan dengan pemeriksaan
laboratorium.
Hanya saja, jika penyebabnya adalah penyakit kronis atau genetik, mau
tidak mau suplemen tersebut dikonsumsi seumur hidup.
================================================================
Gangguan Makan Balita,
Bisa Jadi Anda Penyebabnya!
Jangan dulu menyalahkan si kecil karena dia mengalami gangguan makan.
Ternyata, kebanyakan penyebabnya adalah kita, orang tuanya.
Masalah makan si kecil memang membuat kita jadi serba
salah. Bahkan, tak jarang jadi sering kehabisan akal. Saya langsung over
reactive waktu Siska susah makan. Saya takut dia kekurangan gizi, ujar
seorang ibu tentang anaknya, Siska. Akibatnya, Siska langsung dijejali
dengan seabrek makanan. Apa yang terjadi? Siska malah semakin mengunci
rapat-rapat mulutnya!
Fisik atau psikis?
Untuk urusan makan, sebenarnya balita (terutama usia 0-12 bulan) adalah
konsumer pasif. Artinya, dia lebih banyak mengonsumsi makanan yang sudah
kita pilihkan. Dari sinilah sebetulnya anak mulai belajar perihal pola
makan. Bagaimana pola makan yang Anda tanamkan pada saat ini akan
menentukan pola makan dan juga kebiasaan makan si kecil di masa depan.
Menurut dr. Dida Ahmad Gurnida, Sp.A, MKes., pengajar di Subbagian
Nutrisi dan Metabolisme, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran
Universitas Pajajaran - RS Hasan Sadikin, Bandung, Ada tiga jenis
gangguan pola makan yang kerap dialami oleh balita, yaitu sulit makan,
pilih-pilih makanan atau picky eater, serta susah mengontrol nafsu makan
alias makan melulu. Manakah yang paling banyak terjadi pada balita?
Walau secara nasional belum ada data, gangguan makan yang paling banyak
dialami anak-anak usia ini di Indonesia adalah sulit makan, khususnya
anak usia 6 bulan ke atas, jawab dr. Dida.
Sebenarnya, penyebab sulit makan pada balita terdiri dari dua faktor,
yaitu fisik dan psikis. Kalau fisik yang jadi pemicu, misalnya karena ada
gangguan di sistem saluran pencernaan, akibatnya si kecil mual setiap
kali makan. Atau, bisa juga memang ada gangguan di gigi-geliginya, dan
sebagainya. Namun, jangan panik dulu. Presentase akibat faktor ini kecil
sekali, kata dr. Dida lagi.
Bagaimana dengan faktor psikis? Justru inilah yang jadi penyebab utama
sulit makan pada balita. Namun, ada tapinya. Faktor ini juga jadi pemicu
timbulnya gangguan makan lainnya, sambung dr. Dida.
Ternyata, orang tua biang keladinya!
Menurut Dra. Dini Daengsari, MSi., staf pengajar dari jurusan Psikologi
Perkembangan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok, Secara
psikis, gangguan pola makan balita ternyata akibat kesalahan para orang
tua juga. Bukankah Anda yang menyediakan makanan bagi si kecil?
Dini menyatakan lagi, Karena merasa cemas anaknya tidak mau makan, kita
langsung memberinya makanan sesuai porsi kita. Atau, kalau si kecil masih
juga tidak mau makan, pilihannya cuma dua. Dipaksa makan atau dimarahi,
katanya
Tidak hanya itu. Biasanya, anak juga dipaksa duduk manis ketika makan.
Kalau sudah begini, makan anak diasosiasikan anak sebagai sesuatu yang
tidak menyenangkan. Padahal, suasana makan yang menyenangkan amat
membantu dalam pemberian makan pada anak.
Bagaimana dengan si picky eater ? Bisa jadi ini karena variasi makanannya
tidak cukup banyak. Atau, karena suka rasa tertentu saja, si kecil hanya
mau makan yang itu-itu saja. Celakanya, kemauan si anak ini selalu kita
turuti. Alasannya? Daripada tidak makan, lanjut Dini.
Psikolog UI ini juga mengatakan bahwa anak yang tidak bisa mengontrol
nafsu makannya adalah masalah juga. Bisa jadi, ini karena kebiasaan anak
dari kecil. Kita kan senang tuh melihat anak yang makan banyak, sehingga
dia dibiasakan untuk makan melulu. Akhirnya, anak berpikir kalau makan
banyak itu adalah sesuatu yang diharapkan olehorang tuanya. Masalahnya,
kebiasaan ini bisa terbawa sampai ia remaja kelak, katanya lagi.
Dalam hal ini dr. Dida menambahkan, Karena Anda selalu menuruti nafsu
makannya, lama-kelamaan anak tidak punya rangsang lapar dan tidak
mengenal rasa kenyang. Dia akan makan terus, terus dan terus. Ini yang
bahaya!
Perilaku orang tua yang kurang tepat lainnya adalah, Pemberian makan
dijadikan semacam reward . Kalau si kecil melakukan sesuatu yang baik, ia
akan diberi penghargaan', berupa makanan kesukaannya. Akhirnya, makanan
jadi sesuatu yang diharapkan, sambung Dini.
Jadi, gangguan pola makan si kecil memang ujung-ujungnya bermuara pada
orang tua juga. Kita harus sadar bahwa anak selalu punya strategi
untuk mengalahkan orang tuanya. Salah satunya, ya dengan
memanipulasi kelemahan orang tua dalam urusan makannya dengan jalan
mogok makan kalau tidak diberi hadiah, misalnya. Makanya, sejak awal
Anda atau pasangan harus menanamkan pola makan yang sehat dan sesuai
takaran makan anak. Dengan begitu, anak akan mempunyai pola makan yang
benar, tegas dr. Dida.
Ke dokter dulu....
Begitu melihat adanya gangguan pola makan si kecil, sebaiknya Anda segera
membawanya ke dokter. Karena, bila gangguan makan anak dibiarkan berlarut-
larut, kesehatannya jadi taruhannya. Misalnya, kurang gizi dan sebagainya
Sebelumnya, Anda bisa mengira-ngira gangguannya termasuk jenis yang mana?
Nggak susah kok untuk mengetahuinya. Lihat saja intake makanannya. Kurang
atau berlebih? Anda bisa memantau kondisi gizinya berdasarkan berat badan
terhadap tinggi badan. Caranya, lihat saja dalam Kartu Menuju Sehat (KMS)
yang ada pada buku periksa rutin anak Anda.
Setelah diperiksa dokter dan bila hasil pemeriksaan
menunjukkan bahwa gangguan makan si kecil sifatnya psikis, barulah Anda
membawanya ke psikolog anak.
Ini solusinya!
Bila gangguan pola makan balita ternyata faktor psikis, hal
ini masih harus dilihat case by case . Misalnya saja, jika susah makannya
akibat dipaksa' makan, sebaiknya Anda cari kiat untuk menghilangkan
traumanya, seperti mengganti makanannya untuk sementara waktu.
Sebenarnya, menciptakan suasana makan yang
menyenangkan tidak susah. Yang penting, jangan memaksa anak untuk makan
ini itu. Bahkan, kalau perlu, si kecil diajar untuk memilih. Tentu saja
ada syaratnya. Perkenalkan anak dengan berbagai variasi makanan, lalu
biarkan ia memutuskan sendiri makanan yang diinginkannya, saran Dini.
Nah, agar si kecil berpola makan benar, Anda perlu tahu kebutuhan dan
ukuran makannya yang paling pas. Pada intinya, pola makan balita harus
bergizi seimbang. Ini berarti, zat-zat gizinya harus komplit dan
diberikan dalam porsi yang sesuai. Selain itu, jadwal pemberian
makanannya harus dilihat lagi.
Sebagai catatan, pemberian makan pada anak sangat individual sekali
sifatnya. Ada anak yang makan sedikit tapi sering, namun ada juga yang
makannya sesuai jadwal makan keluarga, yaitu 3-4 kali sehari. Jadi,
penting untuk mendiskusikan hal-hal ini dengan dokter anak Anda, ujar
dr. Dida.
Bagaimana dengan pemberian suplemen? Tidak apa-apa sih , terutama bila
si kecil sulit atau terlalu pilih-pilih makanan. Dikhawatirkan, nantinya
dia malah kekurangan zat-zat gizi. Tapi, sebaiknya konsultasikan dulu hal
ini dengan dokter, kata dr. Dida.
Jadi, kenalilah kebutuhan anak Anda, dan tanamkan pola makan yang benar
kepadanya. Tentu saja, hal ini harus dimulai dari diri Anda dahulu.
Laila Andaryani Hadis
Boks 1:
Pola Makan yang Baik
Pola makan anak dikatakan baik bila memenuhi tiga aspek berikut.
Aspek fisiologis. Memenuhi kebutuhan gizi untuk proses metabolisme,
membantu proses pertumbuhan, perkembangan fisik dan psikomotor anak.
Aspek edukatif. Anak jadi pandai mengonsumsi makanan, dan membentuk
kebiasaan memilih makanan yang baik.
Aspek psikologis. Memenuhi kepuasan atas rasa lapar dan haus pada
anak.
Boks 2:
Inilah Datanya!
Walau tidak banyak laporan tentang angka kejadian gangguan pola makan,
George Town University Affiliated Program for Child Development (GUAPCD),
Amerika Serikat, melaporkan bentuk-bentuk gangguan tersebut.
Hanya mau makanan lumat/cair: 27,3%
Kesulitan mengisap, mengunyah atau menelan: 24,1%
Kebiasaan makanan yang aneh/ganjil: 23,4%
Hanya menyukai sedikit makanan: 11.1%
Keterlambatan makan sendiri: 8,0%
Boks 3:
Kiat Sukses Cegah Gangguan Makan
Orang tua atau pengasuh harus ekstra sabar.
Jangan hukum anak bila makannya tidak oke.
Jangan menyogok anak untuk makan.
Jangan singgung-singgung kelakuan nakal anak pada saat makan.
Selesaikan acara makan dalam waktu ½ jam atau kurang.
Jangan harap anak langsung menerima makanan baru.
Larang anak melakukan hal-hal yang tidak Anda sukai, seperti membuang
atau melempar makanan.
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [email protected]
Date: Wed, 13 Jul 2005 13:51:24 +0700
Subject: [Ayahbunda-Online] Penambah nafsu makan anak
> <html><body>
>
>
> <tt>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> Dear All,<BR>
> <BR>
> Salam kenal, saya baru bergabung di millist ini.<BR>
> Anak saya berusia 20 bulan, saat ini giginya sedang banyak tumbuh,<BR>
> sebelum-sebelumnya pada saat makan, makannya lahap sekali, tetapi
> sekarang<BR>
> susah sekali. Mamanya sudah coba memberikan beberapa variasi
> makanan,<BR>
> dengan maksud agar tidak bosan dengan makanan yang itu-itu saja.<BR>
> Tetapi kenyataannya hanya beberapa suap saja dan dia sudah tidak mau
> lagi.<BR>
> Begitupun dengan minum susunya, kurang nafsu dibandingkan
> sebelumnya.<BR>
> Bagaimana ya...cara buat ngembaliin nafsu makannya.<BR>
> <BR>
> Best regards,<BR>
> Papa Nouval<BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> <BR>
> </tt>
>
> <br><br>
> <tt>
> Subscribe: [EMAIL PROTECTED]<BR>
> Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]<BR>
> <BR>
> Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]<BR>
Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/