Barusan aku telp pengasuh di rumah, minta dibacain judul bukunya :) Ternyata judulnya "Makanan Sehat Lezat untuk Bayi dan Balita", dari seri ayahbunda. Mbak, Danis juga dulu gitu, ada bagian di grow chartnya yang berupa garis lurus :( Dia pernah ada di persentil 90 waktu usia 4-6 bulan. Lalu karena "mogok makan" sekitar umur 6-9 bulan, grafiknya berupa garis lurus, jadi persentil 75 atau 50 gitu deh........ Memang masa itu saya bermasalah dg BSnya, yang kurang sabar memberi makan, malah belakangan ketauan kalo memblender nasi tim dicampur air lagi... ih sebel deh kalo inget. Setelah saya ganti BS, dan akhirnya sebulan kemudian memutuskan kerja part time, grafiknya bisa 'diperbaiki' lagi.... Trus jadi garis lurus lagi waktu usia 15-16 bulan karena tumbuh gigi .. :( Memang mbak, jadi ibu itu sulit ya.... Dari penuturan mbak saya liat masalahnya memang karena pengasuhnya Putri yang keluar itu, juga karena ke-aku-an Putri sedang berkembang.
Waktu ikut Jumpa Pakar Ayahbunda yang dipandu ibu Tuti Sunardi, saya baru ngeh kalo banyak ibu2 yang mengalami masalah serupa (dikomentari mbak Lies as redaksi Ayahbunda, karena ruangan full dan tiket sold out he he he...). Masing-masing ibu mencari cara agar si kecil tercukupi asupan gizinya. Malah katanya ada ibu yang dari bangun pagi sampai melek lagi, kerjanya cuma nyuapin anaknya aja... (saya pikir, kasian banget ya anak dan ibunya...) Mbak, waktu mengatasi masalah Danis dulu, saya terpaksa melakukan hal2 yang menurut teori tidak benar. Misal, untuk "kejar setoran" minum susu, saat Danis usia 9 bulan itu, setiap dia terbangun malam2, langsung saya sodori botol susu, karena Danis cuma mau minum susu dalam keadaan setengah sadar. Kepalanya saya ganjal pake bantal, setelah minum susu saya beri air putih. Saya tau cara ini tidak baik, karena akhirnya setelah Danis lebih besar sulit sekali membiarkannya tertidur sendiri bila terbangun malam, karena terbiasa ngedot susu. Hal lain lagi, yang membuat saya terpaksa ngalah, dulu saya selalu membiasakan Danis makan sambil duduk di kursi. Saat ia makin besar, hal ini makin susah dilakukan. Akhirnya, daripada dia gak makan, saya membiarkannya makan sambil main, asal tidak keluar rumah. Masalah Putri yang ingin makan sendiri, ini juga saya alami. Tapi saya perhatikan, makin lama Danis makin pintar dan akhirnya bisa makan sendiri (kalau dia lagi mau). Sekarang dia udah bisa menyendok nasi goreng (yang cenderung lebih "nempel" ketimbang nasi biasa yang tercerai berai), eskrim, buah dan lauk yang dipotong kecil-kecil. Mbak juga bisa coba untuk menyanyikan lagu atau cerita sambil menyuapi Putri. Mbak nyanyi atau cerita 1 bait, kalo dia minta lagi, bilang aja,"Mamam dulu dong 1 sendok..." Emang cape banget (bayangin kalo sekali makan 20-30 sendok), tapi lumayan dia jadi mau makan. Cara ini sih berhasil banget buat Danis... :) Intinya, never give up deh.... Usaha, usaha, usaha lagi.... Basi kedengarannya, tapi gimana lagi ? Dan mungkin untuk sementara waktu ada beberapa teori yang harus dikorbankan demi prioritas yang lebih penting. Semoga membantu, Dini-mamanya Danisha Moderator Ayahbunda-Online Witaradyasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Moms... Terima kasih banyak ya atas tanggapan yg sudah diberikan... kalau boleh saya sedikit curhat, anak saya itu agak unik, dia amat jarang mau disuapin padahal makan sendiri pakai sendok pun belom lancar, jadi dia makannya lebih banyak yg bisa dia pegang sendiri seperti jagung rebus, kentang, korma, buah, ya... semacam itulah.. dan untuk makan nasi lebih unik lagi, karena kadang hanya mau nasinya saja tanpa lauk. kalaupun mau pakai lauk, dia makannya terpisah, jadi hampir ga pernah dikasih makanan sejenis sayur sop, rawon dll yg ada kuahnya, karena dia cenderung tidak mau. Untuk tabel BB & PB alhamdulillah masih normal, namun yg mengkhawatirkan, sejak usia 1 th berat badannya stagnan di 10kg, tidak bertambah. Sehingga grafiknya yg tadinya naik menjadi garis lurus :-(( Pada saat umur 1 th mba-nya pulang dan ga kembali lagi, dan sejak itu pula makannya menjadi kacau seperti itu. Untuk perkembangan motorik dan psikologis, semuanya baik2 saja...normal... Hanya saja untuk asupan kalorinya sudah bisa saya pastikan, "keteteran" :-( dan susunya pun rada susah, kami sudah coba juga susu UHT yg kotak kecil, belum mau juga. Kami sudah mencoba berbagai jenis makanan, tapi boleh juga sih kalo Mba Dini kasih tau judul buku dan pengarangnya... Karena terus terang kami sangat bingung. Makasih banyak ya, kalo ada yg pernah mengalami hal seperti ini sharing dong... japri juga ga papa... thanks ya... Rgds, Wita,mamanyaputriyglagibingung __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
