Dear Moms,
Mungkin informasi ini bisa membantu kita semua.

Thank's & rgds,
Mama Max & Bella

FLU BURUNG : LEBIH GANAS DARI SARS ?


FLU BURUNG (Flu Unggas, Selesma Ayam, Avian Influenza / AI, Bird Flu) adalah
penyakit zoonosis (dapat menginfeksi manusia) & penyakit menular yang dapat
berubah menjadi ganas dalam waktu yang relatif cepat. WHO menegaskan, tidak
ada bukti flu burung menyebar dari orang ke orang, seperti kasus virus SARS.

Dalam sebuah temuan, 80% kasus flu burung menyerang anak-anak dan remaja,
terutama anak-anak dibawah usia 12 tahun. Tingkat kematian akibat flu burung
sangat tinggi. Di Vietnam, 10 orang yang terinfeksi 8 meninggal, 1 sembuh
dan seorang lagi dalam kondisi kritis.

PENYEBAB :
? Virus avian jenis H5N1 (kode subtipe flu Hemaglutinin/H dan
Neuramidase/N). Virus infuenza TIPE A pada unggas ini sangat virulen /
ganas, dapat berubah-ubah bentuk (drift, shift). Perubahan mutasi ini
dinamakan antigenic drift dan genetic reassortment.
? Jenis pada manusia : H1N1, H2N2, H3N2, H3N3, H5N1, H5N2 (AS), H9N2, H1N2,
H7N7, H7N1(Itali); pada binatang H5N1, H9N1, H7N2.
? Sumber diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang
terinfeksi.

NEGARA SEBARAN,   Antara lain : Korea Selatan, Vietnam, Jepang, Thailand,
Kamboja, Taiwan, Laos, China, Pakistan, Hongkong, Korea dan INDONESIA.
Pernah terjadi di Itali, Belanda dan Amerika. Saat ini bersirkulasi di Asia.

PROPINSI SEBARAN : Hingga pertengahan April 2005 telah terjadi di 21
propinsi (132 kabupaten/kota), al. DKI, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim,
Bali,  Lombok, Sumut, Sumbar, Sumsel, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka
Belitung, Kalbar, Kalteng, Kalsel, NTB, NTT & Sulsel.

CARA PENULARAN :
? Dari unggas ke unggas (ayam ras petelur & pedaging, ayam kampung/buras,
burung puyuh, itik, angsa, dll), tapi dapat juga menular dari unggas ke
manusia dalam 1 - 3 hari, melalui air liur, lendir dari hidung dan feces
unggas. Unggas yang menderita influenza H5N1 dapat mengeluarkan virus dengan
jumlah yang besar dalam kotorannya. Bisa juga dari burung liar, babi, kuda,
ikan paus.
? Melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran / tinja /
sekreta, cairan hidung / mulut unggas yang menderita flu burung.
? Bersinggungan / kontak langsung (memelihara, menyembelih atau tinggal
disekitar area terinfesksi). Contohnya: pekerja di peternakan ayam, pemotong
ayam dan penjamah produk unggas lainnya.
? Ternak domestik, termasuk ayam, kalkun dan babi adalah yang paling mudah
terkena dampak fatal dengan cepat dari epidemi influenza.
? Tidak menular melalui makanan. Hanya makan ayam atau telur matang saja
tidak menyebabkan ketularan. Daging & telur unggas yang bila dimasak dengan
baik & sempurna, tidak berbahaya.
? Tidak ada penularan dari manusia ke manusia.

GEJALA :
A. Gejala pada unggas : Jengger berwarna biru (pada beberapa kasus jengger
tetap merah), borok di kaki dan kematian mendadak. Gejala pada unggas
biasanya berfariasi, bahkan kadang tanpa gejala.
B. Gejala pada manusia biasanya ini dimulai di antara hari pertama dan
ketiga setelah ketularan.
? Panas tinggi atau demam (suhu badan diatas 38 °C).
? Sulit bernafas, pilek (hidung beringus) atau batuk
? Radang saluran pernapasan atas atau radang paru-paru (Pneumonia),
tenggorolan terasa kering / nyeri.
? Pusing / sakit kepala, dan dalam waktu singkat dapat menjadi lebih berat
dengan munculnya radang paru-paru & bila tidak dilakukan penanganan yang
tepat dapat menyebabkan kematian.
? Bisa pula terkena infeksi mata
? Nyeri otot atau sendi tulang, lelah (bisa lebih parah pada bayi, anak,
manula dan manusia dengan penyakit menahun).

MASA INKUBASI :
Pada Unggas : 1 minggu, dan pada pada manusia : 1-3 hari. Masa infeksi 1
hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak bisa sampai 21
hari.

PENCEGAHAN :
. Pada Unggas : pemusnahan unggas yang terinfeksi flu burung & vaksinasi
pada unggas yang sehat.
. Pada Kelompok Berisiko Tinggi (pekerja peternakan dan pedagang pemotong
ayam dan penjamah produk unggas lainnya).
a. Mencuci tangan dengan desinfektan (penyuci hama) segera setelah kontak
langsung dengan ternak unggas yang sakit, dan mandi sehabis bekerja.
b. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu
burung.
c. Menggunakan alat pelindung diri / pakaian terlindung : kacamata, sarung
tangan, masker, sepatu, dan harus melalui tindakan desinfeksi & sanitasi.
d. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
e. Menjaga kebersihan / sanitasi kandang dan membersihkan kotoran unggas
setiap hari.
f. Imunisasi.
. Masyarakat umum :
a) Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi,
b) Istirahat cukup,
c) Melaksanakan kebersihan lingkungan,
d) Melakukan kebersihan diri serta
e) Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu pilih unggas yang sehat
(tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya).
f) Aturan memasak sehat sebaiknya tetap diperhatikan.

CARA PENGOBATAN :
? Bila menemukan gejala flu burung segera berobat ke dokter, puskesmas, RS
atau RS rujukan penyakit AI. Berikan pula obat penurun panas, obat batuk dan
vitamin sebagai langkah awal pengobatan.
? RS rujukan penderita flu burung, al : RS Adam Malik Medan, RSUP Kab.
Serang, RSUP Hasan Sadikin Bandung, RS Dr. Soetomo Surabaya, dan RSUP Dr.
Sardjito Yogyakarta, RS. Sulianti Saroso Jkt. & RSU Persahabatan Jkt.

KEBIJAKAN PEMERINTAH, antara lain : 1) Memantau dan melokalisasi petugas,
peternakan dan kawasan yang terjangkit, 2) Mengadakan vaksinasi ternak
unggas yang masih sehat, 3) Melakukan tindakan biosekuriti (pengawasan
secara ketat terhadap lalu-lintas unggas produk unggas dan limbah peternakan
unggas) untuk daerah yang bebas flu burung dan melokalisir area wabah, 4)
Stamping out atau pemusnahan terhadap ternak unggas ataupun babi dalam
kawasan pada radius tiga kilometer dari wilayah yang terkena virus flu
burung disertai desinfeksi kandang pada saat terjadi wabah, 5) Layanan
website  : www.keswan.ditjennak.go.id, hot line (021) 78830617 pada jam
kerja.

TETAP WASPADAI :
? Jangan panik & harus tetap waspada, terutama bagi kelompok yang beresiko
karena virus ini telah menginfeksi manusia. Mengingat efek kefatalan dari
infeksi virus ini sangat tinggi (high-pathogenic abian influenza) , WHO
memperingatkan Penanganan Flu Burung Harus Lebih Serius Dibanding SARS
(Media Indonesia, 15/1/05).



Sumber : 1) Litbang depkes, 2. http://www.aventispasteur.co.id/, 3.
//mhcs.health.nsw.gov.au, 4. (*)http://www.antara.co.id/ - 17/07/05, 5.
http://www.deptan.go.id/, 6.  Media Indonesia 19/01/04 & 15/01/05, 6)
http://www.ppmplp.depkes.go.id, 7) Media Center Pusat Promosi Kesehatan
Depkes RI, 8) www.kompas.com, 9) www.liputan6.com, 10. Koran Tempo,
18/07/05, 11) Kompas, 21/07/05, 12. Investor Daily, 22/07/05.






Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke