Hallo, Nadia...(juga Ibu2 lain yg bernasib sama :) )

Anak suka memukul pernah dibahas di milis ini,
kebetulan Alya ku (3 th) juga begitu. Semoga topik ini
belum basi, ya, maaf baru sempat sharing karena hasil
konsultasiku dengan Psikolog mengenai hal ini baru
selesai Sabtu kemarin :)

Menurut Ibu Mayke Tedjasaputra, M Si, Psi, psikolog
tpt aku berkonsultasi, agresivitas anak (contohnya
memukul, menggigit, dll) disebabkan oleh:
1. Anak menemukan model lantas meniru
   Contohnya karena anak melihat temannya suka
memukul,  atau melihat adegan kekerasan di televisi

2. Anak berpikir itu adalah permainan karena melihat
respon orang yg disakitinya.
Saat anak memukul/menggigit temannya dan temannya
berteriak dg spontan, mereka berpikir, "waw, permainan
baru ini seru juga" :)

3. Pada anak2 yg unhappy dan memiliki tingkat emosi yg
cukup tinggi, kecenderungan utk melakukan tindakan yg
agresif, lebih besar.

Solusi:
1. Katakan pada anak bahwa temannya tidak untuk
dipukul dan ingatkan anak bahwa pukulan/gigitan nya
telah menyakiti temannya.

2. Jika anak suka memukul karena model yg dilihatnya
(spt Alya cenderung suka memukul setelah dipukul
berkali2 oleh seorang anak pada saat trial class di
sebuah sekolah), ajarkan anak untuk asertif. Jangan
ajarkan anak untuk mengalah saat dipukul teman, tapi
yg harus dilakukannya, dia harus menghindar dari
pukulan itu dan mengatakan ke temannya, "aku tidak
suka kamu pukul dan aku bukan untuk dipukul" dan
biarkan anak meninggalkan temannya dan bermain dg yg
lainnya.

3. Pahami perasaan anak saat dia sedang marah ataupun
sedih. Biasanya dg menyelami perasaan anak, anak
merasa terlindungi dan emosinya jadi lebih terkendali.

Solusi utk menghadapi anak saat tantrum :
1. dalam keadaan apapun (ortu lelah, sedang kesal,
dll), ortu sebaiknya memahami keadaan anak.
Misalnya dalam perjalanan ke luar kota, jalanan macet
dan jarak tempuh masih jauh. Mungkin karena bete dan
jenuh,anak jadi tantrum dan teriak2 ingin pulang.
Katakan pada anak, bahwa kita memahami perasaannya,
rasa jenuhnya, rasa letihnya, tetapi keadaan tidak
memungkinkan kita untuk pulang. Peluk dan tenangkan
anak, lalu alihkan dg berbagai permainan.

Jika anak sedang tantrum diberikan hukuman, bentakan
dan ancaman, hanya akan memberikan dampak yg buruk
bagi si anak dan tidak akan efektif jika itu terjadi
berulang2.

Aku sekarang sedang mencoba tips2 ini, semoga
memberikan perubahan yg baik buat Alya :)

Salam,


Alya's Mom
http://devitaumardin.blog.com

--- In [email protected], "Nadia
Yuniardo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mba, maaf bukan mau bantu kaish jawaban. 
> Tapi kbetulan aku juga lagi menghadapi masalah yang
sama dan sempet
> ngobrol2 dengan temenku yang Psikholog. 
> Beliau menganjurkan sekali aku ngebaca bukunya
Eileen Hayes yang
> judulnya Tantrum. Sekarang aku lagi pesen di
inibuku, 
> 
> katanya bukunya bagus banget buat orangtua yang lagi
mengahdapi masalah
> yang berhubungan dengan emosi anak, cmiiw.
> 
> Apa ada moms dads yang udah pernah membaca? Mungkin
bisa sharing juga?
> Tia ;-)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke