INFO SEPUTAR FLU BURUNG

RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso

Pimpinan                 :  Dr. Santoso  Suroso, SpA, MARS
Alamat Lengkap           :  Jln. Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Kode Pos                 :  14340
Telpon                   :  (021) 6506559
Fax                      :  (021) 6401411
Email                    :  [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------

PENGERTIAN
Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang
menyerang burung/unggas/ayam . Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah
yang disebabkan oleh virus influenza dengan kode genetik H5N1
(H=Haemagglutinin, N=Neuramidase) yang selain dapat menular dari burung ke
burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia.

Penyebab
Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A . Virus influenza termasuk
famili Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk
(Drift, Shift), dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Berdasarkan sub
tipenya terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N) . Kedua huruf ini
digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya.

Pada manusia:
   hanya terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2, H7N7.
Sedangkan pada binatang:
   H1-H5 dan N1-N98. Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu
burung adalah dari subtipe A H5N1.
Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22 ?C dan
lebih dari 30 hari pada 0 ?C. Virus akan mati pada pemanasan 60 ?C selama 30
menit atau 56 ?C selama 3 jam dan dengan detergent, desinfektan misalnya
formalin, serta cairan yang mengandung iodin.
Gejala Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia.


   Gejala pada unggas
      Jengger berwarna biru
      Borok di kaki
      Kematian mendadak

   Gejala pada manusia
      Demam (suhu badan diatas 38 ?C)
      lemas
      Pendarahan hidung dan gusi
      sesak nafas
      muntah dan nyeri perut serta diare
      Batuk dan nyeri tenggorokan
      Radang saluran pernapasan atas
      Pneumonia
      Infeksi mata
      Nyeri otot


Masa Inkubasi


   Pada Unggas : 1 minggu
   Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari
sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari




Penularan
Flu burung menular


   dari unggas ke unggas,
   dan dari unggas kemanusia, melalui air liur, lendir dari hidung dan
feces.
   Penyakit ini juga dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1
yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu
burung.

Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika bersinggungan
langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung. Contohnya: pekerja di
peternakan ayam , pemotong ayam dan penjamah produk unggas lainnya.

Unggas yang sakit oleh Influenza A atau virus H5N1 dapat mengeluarkan virus
dengan jumlah besar dalam kotorannya. Virus itu dapat bertahan hidup di air
sampai empat hari pada suhu 22 derajad celcius dan lebih dari 30 hari pada
nol derajad celcius. Di dalam kotoran dan tubuh unggas yang sakit, virus
dapat bertahan lebih lama. Virus ini mati pada pemanasan 56 derajat Celcius
dalam 3 jam atau 60 derajad celcius selama 30 menit. Bahan disinfektan
fomalin dan iodine dapat membunuh virus menakutrkan ini.

Virus flu burung hidup di dalam saluran pencernaan unggas. Burung yang
terinfeksi virus akan mengeluarkan virus ini melalui saliva (air liur),
cairan hidung, dan kotoran. Avian Virus influenza avian dapat ditularkan
terhadap manusia dengan 2 jalan. Pertama kontaminasi langsung dari
lingkungan burung terinfeksi yang mengandung virus kepada manusia. Cara lain
adalah lewat perantara binatang babi. Penularan diduga terjadi dari kotoran
secara oral atau melalui saluran pernapasan.

Penyebaran flu burung di berbagai belahan dunia antara lain:
Ayam dan manusia di Hongkong. Selama wabah tersebut Pada tahun 1997 Avian
Influenza A (H5N1) telah menginfeksi berlangsung 18 orang telah dirawat di
rumah sakit dan 6 diantaranya meninggal dunia. Untuk mencegah penyebaran
tersebut pemerintah setempat memusnahkan 1,5 juta ayam yang terinfeksi flu
burung.
Pada tahun 1999, di Hongkong dilaporkan adanya kasus Avian Influenza A
(H9N2) pada 2 orang anak tanpa menimbulkan kematian.
Pada tahun 2003, di Hongkong ditemukan lagi dua kasus Avian Influenza A
(H5N1) dan satu orang meninggal.
Pada tahun 2003, di Belanda ditemukan 80 kasus Avian Influenza A (H7N7) dan
satu diantaranya meninggal.
Pada tahun 2004 terjadi lagi 25 kasus Avian Influenza A (H5N1) di Vietnam
(19) dan Thailand (6) yang menyebabkan 19 orang meninggal (5 di Thailand, 14
di Vietnam)

PENCEGAHAN


   Pada Unggas:
      Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung
      Vaksinasi pada unggas yang sehat

   Pada Manusia:
      Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang):
         Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.
         Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu
burung.
         Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian
kerja).
         Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
         Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
         Imunisasi.

      Masyarakat umum:
         Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat
cukup.
         Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :
Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada
tubuhnya)
Memasak daging ayam sampai dengan suhu ? 800 ?C selama 1 menit dan pada
telur sampai dengan suhu ? 640 ?C selama 4,5 menit.
         Basuh tangan sesering mungkin, penjamah sebaiknya juga melakukan
disinfeksi tangan (dapat dengan alcohol 70%, atau larutan pemutih/khlorin
0,5%untuk alat2/instrumen)
         Lakukan pengamatan pasif terhadap kesehatan mereka yang terpajan
dan keluarganya. Perhatikan keluhan-keluhan seperti Flu, radang mata,
keluhan pernafasan.
PENGOBATAN
Pengobatan bagi penderita flu burung adalah:


   Oksigenasi bila terdapat sesak napas.
   Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).
   Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari.
   Amantadin diberikan pada awal infeksi, sedapat mungkin dalam waktu 48 jam
pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2
dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari.


KEBIJAKAN PEMERINTAH
Dalam rangka mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh flu burung, pemerintah
Indonesia telah mengambil beberapa kebijakan, di antaranya adalah sebagai
berikut :
Memberikan konpensasi bagi peternakan rakyat selama 6 bulan dari 29 Januari
? 30 Juli 2004 berupa DOC dan P
----- End forwarded message -----






Yahoo! Groups Links












------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
We'll help your hive really thrive (healthy tips for the whole family).
http://us.click.yahoo.com/sjgFUD/0lQLAA/a8ILAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke