Mba, kalo saya nih ngerasanya pertanyaan ini lebih tepat ditujukan ke
para produsen susu tersebut ;-)
Dan apa ya, YLKI mungkin gak ya moms dads?
Rasanya sih kalo mau ditinjau jauh, hubungannya bisa snagat banyak
antara si produsen - si lembaga pengawas - lembaga kedokteran dll..

Kalao melihat kondisi negara tercinta ini hehe rasaya agak susah
mengharapkan "pengaturan" dalam hal ini, 
dan lagi seberapa besar ya kekuatan konsumen?
Rasanya juga trik marketing dan trik promosi masih sangat berperan...

Jadi saya berusaha utk start small aja dulu mba..
Karena smua kembali pada kebijakan kita masing2 sbg orang tua dalam
memilih produk utk keluarga dan anak..
Dalam mencari informasi tambahan ttg mana yg baik dan nggak..
Ikut membantu penyebaran informasi lewat temen2 deket misalnya..
Atau temen2 milis...

Ngomong2, bulan lalu seorang temen blogger saya sempet mengkritik (yg
membangun, di blog nya) 
atas sebuah iklan cetak yg tayang di majalah parenting terkenal hehe
Dimana iklan makanan bayi instan tersebut menunjukkan gambar bagaimana
"seakan2" seorang ibu lebih prefer memberikan kemasan instan pada
anaknya 
Dibanding....memasakkan anaknya makanan dr sayuran yg fresh hehe..

jadi yah..kembali pada pilihan kita masing2 dalam menilai ya gak moms
dads...

Cheers!
Nadia M. Yuniardo
*My babies at http://busy-and-loving-it.blogspot.com


-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Rachmadhani
Yuniarco
Sent: Wednesday, November 16, 2005 8:56 AM
To: [email protected]
Subject: [Ayahbunda-Online] Susu Formula


Dear moms, 
 
Maaf kalo sebelumnya sudah pernah dibahas.  Setelah mendapat informasi
dari milist ini bahwa AA dan DHA pada susu formula belum dapat terserap
sempurna oleh anak balita, saya mengganti susu Sukma dengan susu UHT
yang low fat high calsium (kebetulan Sukma juga overweight).  Sukma sih
suka-suka saja, karena dia termasuk anak yang gampang banget
makannya....sampe kegemukan.  Yang masih jadi pertanyaan saya adalah
kalo memang AA dan DHA belum dapat terserap optimal, mengapa produk2
susu yang sebelumnya gak pake AA & DHA kok sekarang ikut2an pake AA &
DHA.  Bukannya produsen2 susu pasti punya tenaga2 ahli yang bertugas
meneliti dan mencari kandungan2 terbaik yang bisa ditambahkan ke produk
mereka shg produk mereka mempunyai nilai jual tinggi ?  Mestinya mereka
juga tahu tentang informasi nutrisi dan kesehatan yang paling up to
date. Trus kalo saya lihat iklan2 susu di media massa, promosi tentang
pentingnya AA & DHA dalam susu bubuk masih gencar tuh.  Terus terang
saya semakin bingung. 
 Mohon sharingnya dong, mungkin rekan2 punya artikel or info yang lain
yang up to date ttg hal tsb. Terima kasih.
 
Salam
 
Ibunya sukma
www.sukmagesang.blogspot.com
 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/vJUKhA/lbOLAA/a8ILAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke