Pak Amrul, Pengalaman saya, begitu bayi lahir, bayi langsung diperkenalkan dengan ibunya dengan cara diberikan ke saya untuk dipeluk dan saya "berikan asi" (walaupun asi belum keluar tapi bayi diperkenalkan dengan payudara ibu). Di beberapa RS ada yang memberlakukan itu namun ada juga yang tidak. (kalau tidak salah sebutan early latch on.... cmiiw yah) Kebetulan di RS saya, begitu bayi sudah sedikit "bersih", langsung diberikan ke pelukan saya semasa saya di ruang pemulihan.
Dan bila Bapak menginginkan ASI eksklusif, sebaiknya bapak menginformasikan hal tersebut ke pihak RS. Memang tidak semua Ibu, asinya langsung bisa keluar segera setelah melahirkan. Namun dengan isapan bayi justru merangsang asi untuk keluar secara lancar. Asi pertama yang keluar itu sangat bagus untuk bayi dan adalah hak Bapak & Ibu untuk meminta pihak RS untuk memberikan asi ke bayi Bapak kapanpun bayi membutuhkan ataupun asi Ibu perlu diberikan ke bayi. Setau saya memang ada RS yang tidak terlalu memprioritaskan asi dikarenakan RS tersebut mendapat supply dari susu formula tertentu untuk sarana iklan dan membuat bayi2 tergantung dengan susu yang diberikan. Mudah2an RS yang dipilih oleh Bapak adalah RS yang mengagungkan asi. Bagaimanapun susu formula tidak bisa mengganti kedudukan asi. Semoga membantu prety Amrul <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 01/04/2006 09:23 AM Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject [Ayahbunda-Online] Asi Eksklusif Dear Mom's Kemarin saya & istri abis periksa kehamilian istri saya yang sekarang sudah memasuki bulan ke 8. Ke dokter kandungan saya tanya kan berdasarkan informasi, awal 2x kelahiran bayi merupakan waktu di mana bayi memiliki daya isap asi yg paling kuat. dan saya menginginkan pada kelahiran anak kami ( krn saya berniat untuk menunggui di samping istri saya ) setelah anak kami lahir langsung dapat diberikan asi oleh ibunya. Tapi menurut dokter saya itu di luar wewenang dan kebijaksanaannya dan dia menyarankan untuk dibertanya dengan dokter anak untuk membuat perjanjian. Dan menurut dia bayi dapat survive selama 3 hari tanpa harus menyusu ( apabila susu ibunya belum ada ) Yang saya mau tanyakan 1. benarkah bayi dapat bertahan 3 hari ? 2. Kapan asi itu dapat diisap oleh bayi ( pada saat sesudah melahirkan atau harus tunggu beberapa hari ) ? 3. apabila lahir di RS. kesiapa saya harus bicara mengenai pemberian asi eksklusif ? Dokter abnak jaga atau dokter kandungan ? 4. Bagaimana menjaga bayi kita untuk tidak diberi susu formula kalau ASI nya belum keluar ? Mohon sharing nya karna saya mau anak kami mendapat yang terbaik. Terima kasih Amrul Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed] Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
