Dear Parents
ikutan sharing tentang kejang yah...alhamdulillah anak saya belum mengalami
kejang (mudah2an jangan sampe..) tp info2 mengenai kesehatan baby sangat
berguna buat saya sebagai ibu baru...Maaf sekedar ngasih info aja ato sekedar
masukan kalo yang kurang berkenan saya minta maaf, masalah penanganan buah hati
tergantung parents yah baiknya bagaimana...saya copy paste kan bagian "kejang"
nya saja sumber www.pdpersi.co.id
Penanganan terhadap anak kejang akan berpengaruh terhadap kecerdasannya.
Jika Anda terlambat mengatasi kejang pada anak, ada kemungkinan penyakit
epilepsi, atau bahkan keterbalakangan mental. Keterbelakangan mental di
kemudian hari. Kondisi yang menyedihkan ini bisa berlangsung seumur hidupnya.
Sebelum kejang biasanya anak akan menderita demam yang tinggi, yaitu 38 - 40
derajat Celcius. Pada saat demam ini, kekejangan tergantung kekuatan tubuh si
anak. Banyak anak demam tinggi dan kejang setelah melakukan imunisasi. Biasanya
setelah imunisasi, dokter memberi resep obat penurun panas untuk segera
diminumkan ke si kecil.
Jenis Kejang
Kejang kontraksi otot yang berlebihan di luar kehendak. Kejang bisa hanya
timbul pada waktu suhu badan meningkat yang disebut kejang demam (convalsio
febrillis). Atau mengejangnya otot-otot pangkal tenggorok sebagai akibat
menyempitnya jalan napas yang disebut kejang laring (laryngospasm).
Timbulnya kejang bisa disertai demam atau diistilahkan dengan kejang demam.
Penyebab kejang demam biasanya akibat adanya suatu penyakit di dalam tubuh si
kecil. Penyakit yang di manifestasikan kejang yaitu penyakit kejang demam,
epilepsi atau tuberkolusis intrakranial atau orang awam menyebutnya TBC otak.
Kejang demam dapat berjalan singkat dan tidak berbahaya. Tapi bila kejang
mencapai 15 menit dapat membahakan si kecil karena bisa menyebabkan kerusakan
otak sehingga dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan bahkan bisa menyebabkan
retardasi mental. Kejang demam dialami 2% sampai 3% anak-anak.
Kejang demam terbagi dua, yaitu kejang demam yang sederhana dan kejang demam
yang akibat penyakit lain atau gangguan dalam tengkorak kepala. Kejang
sedarhana dengan ciri-ciri menyerang anak usia 4 bulan sampai 4 tahun, kejang
berlangsung tidak lebih dari 15 menit, kejang timbul dalam 16 jam demam
pertama, frekuensi demam kurang dari 4 kali dalam setahun.
Kejang dapat timbul pula ketika si kecil menderita muntah dan diare. Kejang
bisa pula timbul tanpa demam, yaitu disebabkan gangguan elektrolit darah akibat
muntah dan diare, sakit lama yang menyebabkan gula darah rendah, asupan makan
yang kurang, atau menderita kejang yang sudah lama dialami akibat epilepsi.
Kejang akibat kelainan neurologis atau gangguan perkembangan, berlangsung lebih
dari 15 menit.
Faktor Keturunan
Kejang akibat penyakit lain seperti epilepsi biasanya berasal dari keluarga
memiliki riwayat kejang demam sama. Orang tua yang pernah mengalami kejang
sewaktu kecil sebaiknya waspada karena si kecil berisiko tinggi mengalami
kejang yang sama.
Selain faktor, setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak dapat
pula menyebabkan kejang. Bisa akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak,
radang otak, perdarahan di otak, hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan),
gangguan elektrolit, gangguan metabolisme, gangguan peredarah darah, keracunan,
alergi dan cact bawaan.
Anak yang pernah menderita kejang demam, sebesar 50 persen berisiko terkena
kejang demam kembali dalam setahun pertama setelah kejang. Anak yang menderita
kejang demam kemudian diikuti dengan kejang tanpa demam berisiko lima kali
lebih besar menderita retardasi mental.
Kajeng-kejang kemungkinan bisa terjadi bila suhu badan sang bayi atau anak
terlalu tinggi. Dimana pada saat kejang badannya menjadi kaku, bola mata
berbalik keatas, kondisi ini biasa disebut "step".
Bila si kecil mengalami keadaan ini, segeralah bawa ke dokter atau rumah sakit
yang terdekat. Karena jika keadaan kejang seperti ini dibiarkan terlalu lama,
dapat menbahayakan si kecil.
JANGAN PAKAI KOPI
Kejang demam biasanya diobati dengan antiperik (penurun panas) seperti
Diazepam. Sedangkan kejang akibat epilepsi ditangani dengan obat anti-epilepsi.
Namun sebaiknya segera pergi ke dokter bila anak Anda mengalami kejang yang
tidak berhenti.
Jangan mudah percaya bahwa minum kopi bisa menghindari dari kejang atau step.
Secara medis, menurut salah satu Dokter Anak di Jakarta, sebetulnya kopi tidak
berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya
pernapasan bila diberikan pada saat anak Anda mengalami kejang, yang akhirnya
mengantarkan pada kematian.
Kasus kejang kopi ini pernah terjadi di Balikpapan, seorang bocah laki-laki
berusia 5 tahun yang mengalami sakit muntaber. Setelah diberi pengobatan di
sebuah rumah sakit, bocah tersebut mulai membaik. Namum ketika sampai dirumah,
bocah bernama Andika tersebut mengalami kejang-kejang. Karena bermaksud
menghentikan kejang si bocah, ibu bocah itu kemudian memberikan sesendok cairan
kopi yang kebetulan ada didekatnya pada si Andika yang sedang kejang. Kejangnya
bukan berkurang, seluruh badannya mengalami kejang semakin hebat dan
selanjutnya Andika tidak bergerak lagi.
MENCEGAH KEJANG
Demam tinggi pada anak dapat diatas dengan cara memberi obat demam dengan
penurun panas dan kompres dengan lap hangat (lebih kurang panasnya dengan suhu
badan si kecil) selama kurang lebih 15 menit, bila mencapai 38.5 derajat
celcius atau lebih
Jangan melakukan pengkompresan dengan lap yang dingin, karena dapat
menyebabkan korslet di otak (akan terjadi benturan kuat karena atara suhu panas
tubuh si kecil dengan lap pres dingin)
Kalau dinyatakan epilepsi, segera minum obat resep dokter secara teratur
Sediakan obat anti kejang lewat dubur di rumah jika kejang membuat anak
tidak mungkin meminum obat.
sedia selalu obat penurun panas di rumah seperti parasetamol.
Sumber: Human Health
Henik Astuti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hallo Mama Valisha.......
Aku juga mau ikutan sharing.....................
Memang kalau anak kita panas pasti paling panik ya......
Aku punya pengalaman dengan anak pertamaku Rama ( sekarang hampir 7 tahun )
waktu dia masih umur 7 bulan sampai 2 tahunan gitu suka dikasih minum kopi
hitam ( tanpa creamer lho.....), karena kata orang dulu kopi itu bisa mencegah
kejang ( tapi jangan terlalu sering ya..... cukup seminggu / dua minggu sekali
satu sendok teh pas lagi papanya minum kopi aja ). Percaya nggak percaya
Alhamdullilah..... Ramaku tidak pernah kejang sampai sekarang meskipun pernah
panas tinggi sampai 41 sampai DSA nya bingung kok kuat banget nih anak. Ada
juga saran dari DSA nya kalau punya anak yang punya kecenderungan panas tinggi
harus siap - siap stesolit ( obat yang masuk lewat anus ) di rumah, jangan
tunggu sampai kejang baru dikasih stesolitnya karena fungsi stesolit itu untuk
mencegah kejang.
Anakku yang no. 2 namanya Rasya ( 3 th ) juga punya kecenderungan kalau panas
tinggi karena dia kecilnya nggak doyan minum kopi kayak kakaknya jadi aku
selalu kasih stesolit kalau sudah panas 38,5 - 39 dan Alhamdulilah sampai saat
ini juga nggak pernah kejang . Menurut DSA ku panas badan setinggi apapun gak
masalah asal tidak sampai kejang, karena yang bahaya itu kejangnya.
Oke dech.... mama Valisha kalau perlu info lengkap kita ngobrol lagi nanti
ya......
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Arum Cahyani
Sent: Wednesday, January 25, 2006 10:02 AM
To: [email protected]
Subject: [Ayahbunda-Online] kejang
Dear moms and dads.............
Anak saya valisha (9 bulan) udah dua kali mengalami kejang, pertama kali
waktu umur 6 bulan dan yg kedua waktu umur 8 bulan. Yg bikin aku bingung
ketika kejang panas badannya cuma 37.5 dan 37.8. Aku udah konsul ke dsanya
dan ke dsa spesialis syaraf anak, udah di eeg juga dan hasilnya valisha
tidak ada kelainan di syaraf otaknya.
Tapi yg bikin aku khawatir valisha tuh dikasih depakene syirup setiap hari
bahkan kata dsa spe syaraf anak obat itu dikasih dlm jangka waktu setahun.
Katanya walaupun hasil eeg bagus tapi kita kan nggak mau kecolongan.
Moms and dads ada yg pernah mengalami nggak???? apa kalo anak seumur
valisha masih mungkin terkena kejang lagi??? aku juga agak khawatir efek
samping kalo anak kelamaan minum obat. Tolong sharingnya ya...........
Thanks
Arum - mamanya valisha
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
Personal finance Stock market Natural soap Air mattress
Financial news Foam mattress
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "Ayahbunda-Online" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
---------------------------------
Do you Yahoo!?
With a free 1 GB, there's more in store with Yahoo! Mail.
[Non-text portions of this message have been removed]
Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "Ayahbunda-Online" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
---------------------------------
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 1GB free storage!
[Non-text portions of this message have been removed]
Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/