Pak, tolong ingatkan istri bapak bahwa hamil dan melahirkan adalah karunia yang tidak setiap orang bisa menikmatinya. Kalo kita perhatikan di lingkungan sekitar, berapa banyak pasangan yang setelah sekian tahun menikah tidak juga dikaruniai keturunan ? Berapa banyak pasangan yang akhirnya baru mendapatkan keturunan setelah sekian kali keguguran ? Berapa banyak pasangan yang mengalami masa kehamilan tanpa masalah berarti ?
Saya juga baru menyadari ini setelah kemarin sempat "divonis" DSOG plasenta previa. Dari browsing kiri kanan, saya tau resiko2nya yang terberat : bila kondisi previa sangat parah, ada kemungkinan bayi harus dikeluarkan dari kandungan pada usia kehamilan 27 minggu.. dan ini berarti kemungkinan besar kondisinya membutuhkan perawatan khusus untuk bisa bertahan hidup..... Setelah sempat bimbang, panik, stress +/- 2 minggu, syukurlah setelah cari 2nd opinion ke DSOG lain, DSOG ini menyatakan tidak ada yang salah dg plasenta saya. Dari kejadian saya melakukan introspeksi, karena sejak awal kehamilan, saya merasa kurang bersyukur dan kurang siap karena kehamilan ini lebih cepat dari rencana kami semula... Mungkin ini peringatan Allah untuk saya... Mungkin ada baiknya bapak berkomunikasi dengan istri, untuk mengetahui mengapa istri merasa tidak siap. Apakah merasa "terbebani" karena anak pertama belum bisa mandiri betul sementara sudah akan hadir anak kedua yang akan menyita waktu dan tenaganya ? Bila iya, mungkin bapak dapat membantu dengan lebih banyak meluangkan waktu (dan keinginan!) untuk mengurus anak pertama. Atau ada hal2 lain yang dikhawatirkan, seperti masalah biaya ? (realistis aja pak, jaman sekarang semua hal memang serba mahal....) Bisa juga, ini keputusan sesaat berdasarkan emosi istri.... Mungkin perlu waktu baginya untuk memahami keadaan "baru" ini dan mengambil sikap... Apapun, saya doakan yang terbaik buat bapak dan keluarga... Regards, Dini-mamanya Danisha --- In [email protected], "Khairun Nas St. Pahlawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > DearAyahBunda, > Terima kasih atas dukungan dan pencerahan yang diberikan kepada saya. Saya > juga secara sepihak telah mengambil obat yang yang telah ditebus. Berikut > nama obatnya yaitu, Venaron dan Renodiol. > Hari ini kami juga akan minta pendapat dokter kandungan yang lain. Saya mau > tanya apa ada kode etisnya kapan seorang dokter memberikan resep seperti > itu, walaupun ini permintaan isteri saya sendiri tanpa didampingi seorang > suami. > Saya pikir mungkin karena mental isteri saya yang belum siap untuk punya > anak lagi, sehingga ia mengambil tindakan itu. Padahal sebelumnya dia hanya > minta ijin unutuk memastikan positif atau tidak saja. Apa yang harus saya > lakukan agar dia mempunyai pandangan positif bahwa kehamilan adalah suatu > anugrah, informasi apa yang harus diberikan agar dia siap. > Mom Fita dan Mom Nadia terima kasih atas informasinya. > > Salam, > Khairun > Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
