Ayah Bunda, autis disebabkan oleh kelainan gen dan MMR bukan vaksin untuk genetika tapi untuk melawan virus measles, mumps dan rubella yang berakibat fatal, jadi bukan pemicu anak menjadi autis. Dalam setiap keluarga ada sekitar 3% faktor genetika yang menurunkan gen autis ini. Jadi periksa riwayat keluarga juga untuk mengetahui ada tidaknya gen autis. ini ada artikel yg bagus ttg MMR rgds, /rarry ------------ VAKSIN MEASLES, MUMPS & RUBELLA (MMR)
APA YANG HARUS ANDA KETAHUI 1. Mengapa harus divaksinasi ? Measles, mumps, and rubella are serious diseases. Campak . Campak adalah virus yang menyebabkan ruam kemerahan, batuk, hidung meler, iritasi mata, dan demam. . Dapat mengarah kepada infeksi telinga, pneumonia (radang paru2), step (kejang dan melotot), kerusakan otak dan kematian. Mumps . Mumps adalah virus yang menyebabkan demam, sakit kepada, dan gondongan. . Dapat memicu ketulian, meningitis (infeksi pada otak dan selaput syaraf otak), pembengkakan pada testis atau indung telur yang menyakitkan, dan juga kematian. Rubella (Campak Jerman) . Rubella adalah virus yang menyebabkan ruam kemerahan, demam ringan, dan arthritis (kebanyakan terjadi pada wanita). . Jika seorang wanita terkena rubella saat dia hamil, maka bisa terjadi keguguran, jikapun bayinya lahir maka bayi tersebut dapat menderita cacat lahir. Anda atau anak Anda dapat terkena penyakit ini hanya dengan berada di sekitar si penderita. Virus ini menyebar dari orang ke orang melalui udara. Vaksin measles, mumps, dan rubella (MMR) dapat mencegah penyakit ini. Kebanyakan anak-anak yang menerima imunisaisi vaksin MMR tidak akan menderita penyakit ini. Banyak anak lain yang akan terkena jika kita memberhentikan pemberian vaksin ini. 2. Siapa saja yang harus memperoleh imunisasi MMR dan kapan ? Anak-anak harus memperoleh 2 kali dosis MMR: - Pertama saat berumur 12 - 15 bulan - yang kedua saat berumur 4 - 6 tahun Ini adalah umur-umur yang direkomendasikan. Akan tetapi anak-anak boleh memperoleh dosis kedua kapan saja, selama diberikan setelah 28 hari dari pemberian dosis pertama. Orang dewasa pun harus memperoleh vaksin MMR: Umumnya, setiap orang yang berumur 18 tahun atau lebih, yang lahir setelah tahun 1956 harus memperoleh sedikitnya satu dosis vaksin MMR, terkecuali jika mereka bisa membuktikan bahwa mereka sudah memperoleh vaksin tersebut atau bahkan pernah menderita penyakit tersebut. Tanyakan dokter Anda mengenai hal ini. Imunisasi MMR dapat diberikan bersamaan dengan imunisasi lainnya. 3. Beberapa orang tidak boleh menerima vaksin ini atau harus menunggu memperolehnya . Mereka yang yang tidak boleh memperoleh imunisasi MMR adalah mereka yang memiliki reaksi alergi mematikan terhadap gelatine, antibiotic neomycin, atau terhadap dosis vaksin MMR sebelumnya . Mereka yang sedang menderita sakit parah saat dijadwalkan untuk imunisasi harus menunggu untuk pemberian vaksin MMR. . Wanita hamil harus menunda pemberian vaksin MMR setelah melahirkan. Wanita pun harus menunda kehamilannya setelah 4 minggu pemberian vaksin MMR. . Beberapa orang harus berkonsultasi dengan dokter mereka perlu tidaknya memperoleh vaksin MMR, termasuk mereka yang : - Penderita HIV/AIDS, atau penyakit lainnya yang berpengaruh terhadap sistem imun - Sedang menjalani pengobatan yang berpengaruh terhadap sistem imun, seperti steroid, selama 2 minggu atau lebih - Memiliki penyakit kanker - Sedang menjalani pengobatan kanker melalui x-rays atau obat-obatan - Memiliki kelainan pada darah - Mereka yang baru saja memperoleh transfusi darah 4. Apa resiko dari pemberian vaksin MMR ? Suatu vaksin, seperti kebanyakan pengobatan, juga memiliki resiko yang menyebabkan masalah serius, seperti reaksi alergi yang parah. Resiko dari vaksin MMR yang menyebabkan sakit yang parah atau kematian sangatlah kecil. Memperoleh vaksin MMR jauh lebih aman dibandingkan dengan menderita ketiga penyakit ini. Kebanyakan orang yang memperoleh vaksin MMR tidak memiliki masalah dengan penyakit2 tersebut di atas. Masalah Ringan · Demam (mencapai 1 dari 6 orang) · Gatal2 ringan (mencapai 1 dari 20 orang) · Pembengkakan kelenjar pada pipi atau leher (langka) Jika masalah2 ini berkelanjutan, biasanya hanya berlangsung selama 7-12 hari setelah imunisasi.. Berlangsung lebih sebentar pada dosis kedua. Masalah Langka · Step (kejang atau melotot) akibat demam (1 dari 3.000 dosis) · Sakit sementarar, atau kekakuan pada otot, kebanyakan pada remaja atau wanita (1 dari 4) · Jumlah darah yang berkurang sementara, yang dapat menyebabkan pendarahan (1 dari 30.000 dosis) Masalah serius (Sangat Langka) · Reaksi alergi yang serius (kurang dari 1 dibanding 1 juta dosis) · Beberapa masalah serius telah diketahui terjadi saat anak memperoleh vaksin MMR. Namun hal ini sangat jarang terjadi, para ahli tidak dapat memastikan apakah hal ini terjadi akibat pemberian vaksin atau bukan. Termasuk di dalamnya : - Ketulian - Step yang lama, koma, atau kesadaran yang lemah - Kerusakan otak yang menetap 5. Bagaimana jika terjadi reaksi langka atau fatal ? Apa yang harus saya ketahui ? Kondisi2 yang tidak wajar, seperti reaksi alergi yang sangat serius, demam tinggi atau perubahan tingkah laku. Tanda-tanda dari adanya alergi yang serius termasuk kesulitan bernafas, bengek, sesak, puca, lemah lesu, degup jantung yang cepat atau pusing dalam waktu beberapa menit atau beberapa jam setelah imunisasi. Demam yang tinggi atau step, jika ini terjadi, akan terjadi 1 atau 2 minggu setelah imunisasi. Apa yang harus dilakukan ? Hubungi dokter anda, atau bawa si penderita ke dokter Katakan pada dokter anda apa yang terjadi, tanggal dan waktu kejadian, dan kapan vaksinasi diberikan Tanyakan kepada dokter anda dan perawat untuk mencatatat kejadian ini. Ktut Palupi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: hallo... saya ikutan sharing ya....kami tinggal di Sydney, Australia, berdasarkan Standar imunisasi disini, vaksin hepatitis B, Polio, DPT dan HiB (satu suntikan) dan Pneumococal (satu suntikan lain) diberikan diusia 2, 4 dan 6 bulan. MMR diberikan diusia 12 bulan. demikian mudah2an bisa dijadikan pertimbangan Asti On 3/20/06, h_henik <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected], Perdana Sastra > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ikutan sharing yach......, aku pernah dengar juga bahwa vaksin MMR > juga bisa menyebabkan autis ( kalau HIB & Hepatitis baru tahu > sekarang setelah baca email temen mbak Perdana). Pernah aku konsul > sama dsa ku katanya sampai sekarang vaksin MMR belum pernah terbukti > bisa menyebabkan autis, di Amerika sekalipun sbg daerah asalnya. > Tapi dsa ku menyarankan kalau mau ngasih vaksin MMR di atas 2 th > yang mana kalau misalnya memang anak tsb sudah ada tanda - tanda > autis bisa kelihatan ( mis : belum bisa ngomong sama sekali, susah > konsentrasi, dsb. ). Aku juga agak bingung dengan dsa nya Joey kok > umur 6 bulan sudah dikasih vaksin Hepatitis & HIB ya ? kalau dsa ku > ngasih vaksin tsb kalau umur anak diatas 18 bln dech. Tapi mungkin > masukan juga untuk para DSA & ikatan DSA seluruh Indonesia untuk > menyatukan visi atau bahkan aturan yang baku kapan anak ( umur > berapa ) harus mendapatkan vaksin - vaksin imunisasi yang tepat > sehingga vaksin tersebut bisa sangat berguna dan tidak malah > menimbulkan penyakit. > > Thx - bunda Rama & Rasya > > Dear all, > > > > Kemarin seorang teman kantor saya mengirim email ke > > saya tentang vaksin yang mungkin menjadi penyebab > > autis. > > > > Pertanyaan saya, apakah bapak-bapak or ibu-ibu ada > > yang punya pengalaman ataupun nasihat dari dokter anak > > berkaitan dengan vaksin Hepatitis dan juga HIB seperti > > email yang di bawah ini? > > > > Terus, apakah ada temen2 yang punya informasi tempat > > membeli buku, "Children with Starving Brains" karangan > > Jaquelyn McCandless,MD, dalam bahasa inggris? > > > > Terima kasih. > > > > Salam, > > Perdana > > > > Terima kasih. > > ------ > > > > > Vaksin penyebab Autis > > > > > > Bisa di share kepada yang masih > > > punya anak kecil supaya ber-hati²........ Setelah > > > kesibukan Lebaran yang menyita waktu, baru sekarang > > > saya bisa dapat waktu luang membaca buku "Children > > > with Starving Brains" karangan Jaquelyn > > > McCandless,MD yang diterjemahkan dan diterbitkan > > > oleh Grasindo. Ternyata buku yang saya beli di toko > > > buku Gramedia seharga Rp. 50,000,- itu benar-benar > > > membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali baru > > > terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa > > > mengidap Autisme Spectrum Disorder. > > > > > > Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar > > > membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama > > > hidupnya (Agustus 2001-Februari 2002), Joey > > > memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 > > > kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut > > > (halaman 54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang > > > diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya > > > itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal, yang > > > terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama > > > > > sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada > > > sejak awal tahun 1990an. Vaksin yang mengandung > > > Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika > > > sejak akir tahun 2001. Alangkah sedihnya saya, anak > > > yang saya tunggu kehadirannya selama 6 tahun, > > > dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit > > > besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci > > > Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang > > > terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh Mercuri > > > dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa > > > memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak > > > menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, > > > sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang > > > gluten dan casein, harus terapi ABA, Okupasi, dan > > > nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang > > > keseluruhannya sangat besar biayanya. > > > > > > Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para > > > dokter anak di Indonesia, para pejabat di Departemen > > > Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, > > > dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih > > > mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan > > > tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak > > > habis di Amerika Serikat tersebut di ekspor dengan > > > harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke > > > puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin > > > Hepatitis B, yang sekarang sedang giat²nya > > > dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada para orang > > > tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap > > > proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang > > > mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi > > > dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B > > > dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal. Juga > > > tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan > > > menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang > > > sama seperti saya. > > > > > > Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu > > > generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika > > > mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan > > > rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk > > > membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA, > > > Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya > > > sampai berbulan-bulan), yang besarnya sampai jutaaan > > > Rupiah perbulannya. > > > > > > Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, > > > bahkan ribuan teman² senasibnya di Indonesia yang > > > sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari > > > belenggu Autisme. > > > > --- debbie lanawaang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Papa Mocel, > > > > > > Sekadar sharing, saya pertama kali bawa dennis > > > (2th) keluar waktu dia belum genap 30 hari. Saya tau > > > banyak yang protes krn takut kenapa2 utk bayi > > > sekecil itu. > > > trus waktu 3 bulan, saya ajak dia nonton > > > pertandingan basket :), saya bawa sama stroller nya > > > segala. Trus saya b awa ke bandung juga pake KA, > > > dari awal emang saya biasain dia untuk keluar biar > > > dia gak rewel kalo harus nginep or pergi2 jauh. > > > > > > so far sih gak ada masalah, tp memang pasti saya > > > liat dulu, kalo lagi sumeng (anget2 gitu badannya) > > > trus sekali waktu pup nya agak encer, saya gak > > > bawa2. > > > > > > alhasil, dia cepet beradaptasi, di bawa kemana aja > > > gak rewel. Kalo ketemu orang banyak gitu gak trus > > > jadi cengeng. Pas di bawa ke kampung suami di Toba > > > malah fine2 aja, padahal itu bener2 di kampung > > > dengan segala keterbatasan air bersih segala. > > > > > > Sampe dia blm bisa jalan mantap, saya selalu bawa > > > stroller krn saya gak pernah ngebiasain untuk > > > gedong. Pas dia dah bisa jalan mantep plus lari2, ya > > > tetep saya bawa jalan, walaupun blm bisa ngomong, > > > gak apa, kan di pantau terus. > > > > > > apalagi sekarang, dah makin cerewet n kalo dah > > > dilepas jalan gak pernah bisa ngerem :) > > > > > > gitu aja sharing saya, maaf kalo kurang berkenan > > > > > > debbie > > > http://dennissergio.blogspot.com > > > > > > > > > Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear Ayahbunda, > > > > > > Saya ingin tanya apakah benar jika anak balita > > > sebaiknya sesekali diajak main ke mall atau ikut > > > kita belanja di supermarket, katanya agar daya tahan > > > tubuh mereka teruji sehingga tdk mudah sakit. > > > > > > Karena anak saya (saat ini umur 15 bulan) belum > > > pernah dibawa ke mall atau tempat lain, saya > > > berpikir lebih baik mengajak mereka keluar disaat > > > mereka sudah bisa bicara, sehingga jika terjadi > > > sesuatu, kita bisa mengetahuinya... apakah cara yang > > > saya lakukan ini terlalu protected(katanya) atau > > > mungkin ada diantara ayahbunda yang dapat berbagi > > > cerita dengan saya, saya sangat menghargainya. > > > > > > Best Regards > > > Papi Mocel > > > > > > > > > > > > > > > > ____________________________________________________ > > On Yahoo!7 > > Messenger - Make free PC-to-PC calls to your friends > > overseas. > > http://au.messenger.yahoo.com > > > > > > > > > > > > > > ____________________________________________________ > > On Yahoo!7 > > Messenger - Make free PC-to-PC calls to your friends overseas. > > http://au.messenger.yahoo.com > > > > > > > > > Subscribe: [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] > > Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] SPONSORED LINKS Natural soap Stock market Foam mattress Financial news Personal finance Air mattress --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "Ayahbunda-Online" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- http://www.babiesonline.com/babies/l/lintang http://photos.yahoo.com/lintang_anggita --------------------------------- Yahoo! Mail Use Photomail to share photos without annoying attachments. [Non-text portions of this message have been removed] Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
