Dear Mama Dafin,
Kebetulan Ibu dan kakak perempuanku penderita penyakit Lupus, atau lebih
lengkapnya Sistematic Lupus Erythematosus (hm, salah nggak ya spell-nya?
disingkat SLE). Kalau tidak salah, Lupus ini penyakit dimana sistem kekebalan
tubuh menyerang tubuh kita sendiri. Aku juga belum mendalami tentang penyakit
ini, aku cuma mau sharing pengalaman aja.
Ibu-ku terkena lupus di umur 42 tahun. Kebetulan saat itu belum ada penderita
LUPUS di Indonesia. Sewaktu ibu-ku sakit, tanda-tandanya adalah kulit menjadi
merah setelah terkena sinar matahari. Dokter mencari kesana-kemari, akhirnya
setelah beberapa lama, akhirnya ketemu bahwa penyakitnya adalah Lupus.Kemudian
kakak saya juga divonis menderita lupus saat masih duduk di bangku kuliah.
Dua-duanya lumayan 'seru' berobatnya, soalnya memang Lupus belum ada obatnya,
dan harus terus minum obat seumur hidupnya. Walaupun dosis obat setiap orang
berbeda-beda. Tapi yang jelas, di awal-awal mereka harus minum obat yang
menyebabkan mereka menjadi gemuk dan memiliki 'moon-face' alias muka yang gemuk
menggelembung. Mereka akhirnya harus menghindari matahari langsung antara jam 9
pagi-2 siang.
Akibat minum obat terus, kakak saya pernah hampir mengalami gagal ginjal,
tapi untungnya dapat disembuhkan. Tapi kakak saya tidak bisa menghindari
keropos tulang yang disebabkan karena obat2an itu juga. Akhirnya kakak saya
harus rela mengganti kedua bonggol tulang pahanya dengan keramik+baja.
Alhamdulillah, kakak saya karena orangnya juga tough dan nggak mau 'kalah' sama
penyakit, akhirnya sekarang ini dia hanya minum obat seminggu sekali saja, dan
penyakitnya tidak pernah kambuh.
Penyakit lupus belum ditemukan apakah keturunan atau bukan. Tapi memang
penderitanya lebih banyak perempuan. Bukannya menakut-nakuti, tapi saat itu,
dari hasil penelitian, penderita Lupus hanya bisa bertahan dengan penyakitnya
sampai 20 tahun. Dan dokter yang menangani Ibu saya sangat bangga dengan Ibu
saya yang akhirnya memang bisa bertahan persis sampai 20 tahun sampai beliau
menghembuskan napas terakhir di umur 62 tahun 3 tahun yang lalu....
Saat ini sudah ada organisasi penderita Lupus di Indonesia, dan juga sudah
ada buku tentang penyakit ini yang ditulis oleh salah seorang penderitanya.
Mungkin bisa di cari di toko buku mbak.....dan nanti kalau aku udah nemu
tentang organisasinya, aku kasih tau....
BTW, dokter yang menangani Ibu dan kakakku adalah Dr. Dewata (RSPP dan RSIB),
dan Dr. Zubairi Zoerban (aku tidak tau sekarang dia praktek dimana).
Yang jelas, kalau memang ada penderita Lupus di keluarga, kita harus
mendukung mereka, jangan sampai mereka 'putus asa', karena memang obat yang
mereka minum kadang menimbulkan efek negatif.......
rini/ibunya raissa + kyran
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Dear Moms And Dad,
Aku mo nanya nih ttg penyakit Lupus,kira2 ada yang tau ga yah ttg Bahaya
& Gejala Penyakit ini.Siapa tau dari kalian pernah mengalaminya.Ciri2nya
spt apa yah. Anak balita,remaja.dewasa sampe manula bisa kena ga yah.Apa
penyakit ini punya gol sendiri. Tolong sharingan nya yah,aku takut
penyakit ini menyerang anakku. Aku mo lebih Detailnya ttg pnykt
ini..trimakasih.
Best Regards,
Mama Dafin.
KRISTANTI YUSNITA
Accounting Department
PT. MORIC INDONESIA
Jl. Dr. KRT. Radjiman Widyodiningrat
Pulo Gadung - Jakarta 13920
Telp : ( 021 ) 4612830 ext. 108
Fax : ( 021 ) 4618863
Email : kristanti_moric @yamaha-motor.co.id
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Yahoo! Messenger NEW - crystal clear PC to PC calling worldwide with voicemail
[Non-text portions of this message have been removed]
Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/