ambil dari yayasan di daerah pondok pinang Namanya
Cibodas karang jati. namanya Suster ami sekilas orga
nya baik dan pintar ngomong ...umur 31 taon dari
Jawa.dan sudah pengalaman 5 taon di bidangnya . saya
mengambilnya ketika elov (anak pertama saya) berumur 2
minggu ..awalnya2 dia selalu jadi org yg sok tau
banget smua tentang anak bayi. saya tahan supaya nggak
marah ...terus dia ngasi anak saya susu yg airnya
panas semua sehingga elov kena radang tenggorokon dia
nggak ngaku ok ..saya sabar...krn saya memang butuh
dia ....tp lama kelamaan elov klo di gendong sama dia
pasti tiba2x bisa nangis sekencang2x nya tanpa sebab
klo saya tanya pasti dia bilang krn elov mau tidur
....saya mulai msk kerja ketika elov hampir 2 bln
,setiap saya pulang ktr saya periksa kaki dan tangan
elov pasti di paha akan terdapat merah 2x kecil ..klo
ditanya dia akan jawab tadi nggak ada kaya gitu
..akhir Tuhan msh sayang sama Elov dan saya akhrinya
say plg dari ktr dengan berjalan kaki kerumah diam2x
waktu itu pintu rumah ngak di kunci dan saya lsg msk
ke kamar elov saya dengar elov nangis kenceng
sekali....dan saya liat dengan mata saya sendiri
..elov ku lg di cubit2x kakinnya dan digendong sambil
di ambungkan2x (pdhal baru umur 2 bulan ) akhrinya
saya pecat ..eh malah dia nggak mau di pecat ..dan
saya ancam dengan menelpon om saya yg polisi akhrinya
dia pulang....terus terang saampai saat ini hati saya
msh nggak terima anak saya di perlakukuan seperti itu
...saya coba cek ke yayasan lamanya nya ternyata
mereka bilang suster ami sudah pindah yayasan
.....pdahal waktu itu yayasan tsb yg merecomendasikan
suster ini baik dan bagus kerjanya....sejak saat itu
saya meminta ibu saya utk dpt menjaga elov ..saya
nggak percaya lagi dngan baby sitter ....dan skrg
hanya ada pembantu ..tp elov ditanganin lsg oleh
omanya ....
regards
bunda elov/olivia
--- Birdie Kennard <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya juga ingin curhat soal baby sitter Ken (dulu).
> Sejak Ken berusia 2 minggu, saya udah memakai baby
> sitter yang bernama Ribka. Selama bekerja bersama
> kami, sudah banyak kesalahan yang dia perbuat yang
> berusaha kami maklumi. Pada saat Ken berusia 1,5
> bulan, Ken telah memiliki bobot 5,2 kg. Ribka
> menolak permintaan kami untuk menggendong Ken,
> dengan alasan bahwa Ken terlalu berat dan dia tidak
> sanggup untuk menggendongnya. Walaupun permintaan
> itu terdengar janggal, kami menyanggupinya.
> Bahkan, minyak telon Ken dari konicare saya ganti
> dengan my baby, dengan alasan tangan si baby sitter
> alergi jika menggunakan minyak telon konicare. Jika
> di malam hari pun, Ken tidur dengan orang tuanya,
> ribka hanya menjaga jika kami ke kantor.
> Hingga suatu hari, pada saat Ken berusia 2,5
> bulan, tiba - tiba suami saya mendengar tangisan
> bayi YANG SANGAT KENCANG dari dalam kamar. Suami
> saya mendapati wajah anak kami sudah tertutupi
> bantal (mungkin akibat nangisnya yang keras,
> sehingga badannya bergerak) dan agak membiru. Si
> baby sitter ternyata sedang asyik mandi tanpa
> memberitahu kepada orang - orang di rumah untuk
> menunggui Ken. Suami saya marah besar, dan segera
> malamnya dia kami panggil. Ribka minta - minta maaf
> (sambil tetap melempar tanggung jawab kepada
> pembantu rumah tangga kami). Sehingga pada akhirnya
> saya tidak tahan, saya mencari baby sitter baru
> untuk Ken yang bernama sus Marta. Setelah Ribka
> pulang, maka keluarlah cerita dari 2 orang pembantu
> rumah tangga kami, bahwa, ternyata Ken selama ini
> diberi minum dari air PAM yang TIDAK DISARING. Pada
> saat mendengar itu, saya cuma dapat menangis memeluk
> Ken dan menyesali kesalahan terlalu mempercayai baby
> sitter itu. Saya pikir, masalah berakhir sampai
> disitu.
> Ternyata, beberapa bulan kemudian, Ribka datang
> lagi ke rumah kami (pada saat kami sedang bekerja).
> Dia datang dengan rekannya di yayasan Andalury's.
> Kemudian, terjadi pukul memukul antara RIBKA dan
> rekannya yang bernama SANTI (kalo gak salah, dan
> memang ternyata orangnya lebih cocok jadi bodyguard
> daripada seorang baby sitter) dengan pembantu rumah
> tangga kami, sehingga membuat Ken kaget. Karena
> sangat tidak memungkinkan pada saat itu kami pulang
> ke rumah, maka kami HANYA berbicara by phone dengan
> ex baby sitter Ken itu. Kemudian malamnya, saya
> mendatangi si baby sitter itu dengan tujuan utama
> ingin mengetahui duduk masalah sebenarnya. Ribka itu
> meminta maaf dan dari mulutnya meluncurlah pengakuan
> bahwa dia berbuat begitu karena mendapat dukungan
> dari PIMPINAN YAYASAN DARI TEMPAT DIA BERNAUNG.
> Saya tidak mengecek lagi kebenaran ceritanya,
> karena saya berpikir, saya tidak memiliki hubungan
> apa - apa lagi dengan pihak yayasan itu.
> Cuma, sampai detik ini, saya selalu menyesali,
> apakah bijak sikap itu?
> Banyak kolega kami yang bertanya tentang penyalur
> baby sitter. Berdasarkan pengalaman kami, kami sama
> sekali tidak menganjurkan yayasan tersebut, dan
> bahkan kami selalu dan selalu menceritakan
> PENGALAMAN TIDAK MENYENANGKAN KAMI.
> Setelah ganti dengan suster marta (dari penyalur
> yang berbeda), dalam waktu sehari aja, Ken kami
> kelihatan lebih gembira, dan mulai ngoceh. Dengan
> suster sebelumnya, dia lebih banyak diam dengan
> wajah takut.
> Semoga ini menjadi pembelajaran untuk kita semua,
> karena ini terjadi pada anak kami mulai di berusia 2
> minggu sampai hampir 3 bulan.
>
> h_henik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> --- In [email protected], "Andrie
> Anne"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >ikutan sharing.........
> aku juga punya pengalaman dua kali salah pilih baby
> sitter. Yang
> pertama saat anak pertamaku ( Rama ) umur 7 bln,
> saat itu aku ambil
> dari yayasan, waktu itu Rama susah sekali makan dan
> setiap kali
> makan selalu diajak jalan2 keluar rumah sama
> susternya, gak lama
> kemudian dia udah pulang dan makannya habis, waktu
> aku tanya kok
> tumben cepet makannya ? kata susternya memang kalau
> sambil jalan
> begitu bisa cepet makannya. Suatu saat baby sitterku
> pulang kampung
> karena anaknya sakit, betapa kagetnya ternyata
> banyak tetangga yang
> bilang kalau dia sering buang makanan Rama sehingga
> kelihatan sudah
> habis, dan kebetulan dia nggak balik lagi karena
> alasan anaknya.
> Pengalamanku yang kedua waktu anak keduaku ( Rasya )
> umur 5 bln,
> saat itu aku pakai baby sitter namanya Yuli juga (
> jangan2 orang yg
> sama ). Suatu kali aku lihat Rasya muntah, aku tanya
> kenapa ?
> susterku bilang memang suka begitu kalau habis
> makan, aku jadi
> berfikir kenapa ya kok habis makan muntah. Pas hari
> libur aku denger
> Rasya nangis kejer saat lagi makan ( susternya
> selalu ajak makan
> sambil main di luar ) kaget setengah mati aku
> ngeliat Rasya lagi
> disumpel / dijejelin mulutnya sama nasi padahal
> mulutnya masih
> penuh, tanpa ampun aku ambil Rasya dari gendongan
> susternya dan aku
> banting tempat makan and sendoknya, aku marah besar
> dan saat itu
> juga aku suruh dia beres2 baju dan aku suruh pulang.
>
> Sekarang aku memilih ambil pembantu dari kampung
> halamanku yang aku
> tahu latar belakang keluarganya dan bisa aku
> percaya, aku suruh dia
> mengawasi susternya anak2.
>
> Memang kita harus bener2 hati2 mom's kalau mau ambil
> pembantu or
> baby sitter.
>
> Salam - Bunda Rama & Rasya.
>
> > Dear Moms n Dads,
> >
> > Ada email dr milis sebelah.Tolong disebarin
> ya.Makasi.
> >
> > Anne
> >
> > From: Elizabeth [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Monday, April 03, 2006 8:39 AM
> > Subject: Hati-hati !!!!
> > Importance: High
> >
> > Lewat email ini saya ingin berbagi perngalaman,
> terutama buat
> para orangtua
> > yang bekerja dan terpaksa menitipkan
> > anaknya berada dalam pengasuhan babysitter atau
> pembantu.
> >
> > Saya ibu dari 2 anak, bernama Bryan (2th 7bl) &
> > Brandon (4bl). Karena saya dan suami bekerja,
> kedua anak saya
> tinggalkan
> > dirumah, dan diasuh oleh
> > masing2 babysitter dan 1 orang pembantu.
> >
> > Babysitter Bryan bernama Yuli Haryanti, 20th,
> asal
> > dari Gondang Legi - Boyolali - Jateng, saya
> ambil dari sebuah
> Yayasan di
> > daerah Cinere - Depok. Telah bekerja dirumah saya
> sejak bulan Juli
> 2005
> > (sebelumnya
> > bekerja di Grogol dan Bogor). Pada awalnya,
> terlihat
> > bahwa dia seorang yang cukup sopan, bersih,
> pandai, dan bisa
> mengajari
> > anak saya berbahasa Inggris maupun Mandarin. Anak
> saya pun
> terlihat sayang
> > dan cukup lengket dengan Yuli. Hal ini membuat
> saya cukup tenang
> > meninggalkan Bryan dibawah pengawasannya.
> >
> > Setelah 4 bulan bekerja, dia mengambil cuti
> lebaran,dan tetap
> kembali lagi
> > bekerja di tempat saya. Pada waktu dia pulang
> kampung pun, Bryan
> beberapa
> > kali mencari2 dan menanyakan Yuli, membuat saya
> tidak mengambil
> > babysitter baru sekalipun Yuli kembali dari
> kampung
> > cukup terlambat dari kesepakatan kami semula.
> >
> > Setelah kembali bekerja, giliran saya cuti selama
> 3bulan karena
> melahirkan
> > Brandon. Dalam masa cuti saya itulah, mulai
> terlihat beberapa
> keanehan
> > dalam diri Yuli. Ternyata, biarpun ada saya, dia
> terlihat kurang
> sabar
> > dalam mengasuh anak, beberapa kali terlihat diam
> > saja jika ditanya oleh Bryan. Bahkan saya
> perhatikan dia seolah2
>
=== message truncated ===
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Natural soap | Market news | Financial news |
| Air mattress | Personal finance | Stock market |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Ayahbunda-Online" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
