Hallo Mba Febie,
Ini ada artikel mengenai Tantrum, semoga berguna ya....
Trims,
-shinta-
Mengatasi Ledakan Emosi Anak
 
Tak jarang balita Anda mengungkapkan emosinya dengan cara membanting
mainannya, atau berteriak-teriak sambil menangis di tengah keramaian.
Ledakan emosi seperti itu disebut dengan Temper Tantrum. Sebenarnya, apakah
yang dimaksud dengan temper tantrum, dan bagaimana menghadapinya dengan
benar? 
Temper tantrum bisa bermacam-macam bentuk, mulai dari merengek, menangis,
berteriak-teriak, menendang, memukul atau menahan napas. Pada umumnya sama
saja pada anak lelaki atau perempuan dan biasanya terjadi pada anak usia
satu sampai tiga tahun. Beberapa anak mungkin sering mengalami tantrum, ada
pula yang hanya beberapa kali atau jarang. 
Penyebab Tantrum 
Meskipun sebaiknya temper tantrum jarang terjadi , namun tantrum termasuk
normal dalam periode pertumbuhan anak dan tidak perlu dipandang sebagai
sesuatu yang negatif. 
Ada beberapa penyebab dasar terjadinya tantrum, antara lain : anak mencari
perhatian, lelah, lapar atau tidak nyaman. Sebagai tambahan, tantrum kadang
terjadi karena anak frustasi pada dunia, misalnya tidak mendapatkan yang
diinginkan. Frustasi pada anak bukan sesuatu yang tidak dapat diterima
karena justru ia akan belajar mengenal orang lain, objek atau dirinya
sendiri. 
Sebelum menginjak usia dua tahun, anak mulai membangun rasa percaya diri
yang kuat pada dirinya. Ia ingin belajar mandiri untuk mengekspresikan
dirinya dan untuk menguasai lingkungan disekitarnya lebih dari yang
sebenarnya mampu ia atasi. Anak akan merasa aku bisa melakukan sendiri atau
aku ingin itu, atau berikan itu padaku. Ketika usia balita anak mulai
menyadari bahwa ia tidak dapat melakukannya sendiri dan tidak mendapatkan
semua yang diinginkan, terbentuklah tantrum. 
Beberapa hal positif yang bisa dilihat dari perilaku Tantrum adalah bahwa
dengan Tantrum anak ingin menunjukkan independensinya, mengekpresikan
individualitasnya, mengemukakan pendapatnya, mengeluarkan rasa marah dan
frustrasi dan membuat orang dewasa mengerti kalau mereka bingung, lelah atau
sakit. Namun demikian bukan berarti bahwa Tantrum sebaiknya harus dipuji dan
disemangati. 
Jika orangtua mengijinkan seorang anak melakukan sesuatu atau mendapatkan
apa yang diinginkannya setelah tantrum, hal itu sama saja dengan menyetujui
tantrum dan mengajarkan anak bertindak agresif. Dengan bertindak keliru
dalam menyikapi Tantrum, orangtua juga menjadi kehilangan satu kesempatan
baik untuk mengajarkan anak tentang bagaimana caranya bereaksi terhadap
emosi-emosi yang normal (marah, frustrasi, takut, jengkel, dll) secara wajar
dan bagaimana bertindak dengan cara yang tepat sehingga tidak menyakiti diri
sendiri dan orang lain ketika sedang merasakan emosi tersebut 
Mencegah Tantrum 
Cara paling baik untuk mengatasi tantrum adalah dengan mencegahnya. Pastikan
anak Anda tidak kekurangan perhatian. Pada anak, perhatian yang negatif
(respon salah orangtua pada tantrum) lebih baik daripada tidak ada perhatian
sama sekali. Coba untuk mempertahankan kebiasaan untuk berlaku positif,
dalam arti memberi penghargaan jika mereka bersikap baik. 
Kenalilah sifat dan kebiasaan anak Anda. Temani mereka belajar dan bermain,
ini akan menunjukkan kepada mereka bahwa orangtuanya peduli dan memiliki
perhatian terhadap kegiatannya. Evaluasi pula cara Anda mendidik anak selama
ini, apakah terlalu memanjakan, menuruti segala kemauannya, terlalu
melarang, atau Anda sering tidak konsisten antara perkataan dan perbuatan? 
Jika anda merasa terlalu memanjakan anak, terlalu melindungi dan seringkali
melarang anak untuk melakukan aktivitas yang sebenarnya sangat dibutuhkan
anak, jangan heran jika anak akan mudah tantrum jika kemauannya tidak
dituruti. 
Menghadapi Tantrum 
Yang paling penting untuk diingat saat menghadapi anak yang tantrum, apapun
sebabnya, tetaplah tenang. Jangan perumit masalah dengan frustasi Anda. Anak
akan merasakan emosi orangtua yang naik, hal itu bisa menyebabkan emosi anak
ikut meningkat sehingga tantrum semakin menjadi. 
Seorang anak yang sedang mengalami tantrum tidak dapat menerima bujukan, ia
justru akan merespons negatif tindakan Anda, jangan pula mengacuhkan. Yang
terbaik adalah membiarkannya, Anda bisa tetap berada disampingnya, peluk
atau gendonglah anak Anda dengan penuh cinta, hal itu dapat membantunya
menenangkan diri. 
Jika Tantrum terjadi di muka umum, pindahkan anak ke tempat yang aman
untuknya melampiaskan emosi. Selama Tantrum (di rumah maupun di luar rumah),
jauhkan anak dari benda-benda, baik benda-benda yang membahayakan dirinya
atau justru jika ia yang membahayakan keberadaan benda-benda tersebut. Atau
jika selama Tantrum anak jadi menyakiti teman maupun orangtuanya sendiri,
jauhkan anak dari temannya tersebut dan jauhkan diri Anda dari si anak. 
Selama anak belum tenang, jangan memberikan nasehat atas tindakannya, tetapi
fokuskan hanya untuk menenangkan dirinya. Tentunya anda mengatakannya tanpa
emosi ataupun bernada memarahinya. 
Sebagai orangtua Anda perlu mengevaluasi mengapa sampai terjadi tantrum.
Pada saat tenang, dalam situasi nyaman bagi orangtua dan anak, Anda perlu
mengajarkan nilai-nilai kepada anak agar ia tidak mengulangi kesalahannya
lagi. 
 
 
-----Original Message-----
From: febie samatha [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, August 28, 2006 11:20 AM
To: [email protected]
Subject: [Ayahbunda-Online] tantrum.. urgent!
 
dear moms..
ada ngga ya yang punya anak tantrum kaya anak saya
cakra (2 thn 1 bln)?
saya butuh banget nih masukan tentang ngadepin anak
yang sedang tantrum. sebelum dan sesudah terjadi
tantrum gimana?

saya mohon banget masukannya ya.
buat mbak ida thanks banget artikelnya ya.

best regards
febie.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail. <http://mail.yahoo.com> yahoo.com 
 


[Non-text portions of this message have been removed]



Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke