Dear Pak Bambang,

Saya turut berduka cita yang sedalam2nya ya pak.
Berhubung media kita ini kan ayahbunda, kira2 mungkin gak majalah Ayahbunda
memuat kisah pak Bambang ini. Biar bisa dijadikan pelajaran bagi pihak rumah
sakit agar tidak melakukan malpraktek seperti itu.

Pak Bambang, yakinlah bahwa istri bapak meninggal dalam keadaan syahid ..
aminnn ... semoga anak2 yang ditinggalkan menjadi anak yang kuat ya, pak.

Wassalam,
ilna
mama fadlan

On 1/2/07, ayah_baik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Assalamualaikum Wr Wb
>
> Perkenankan saya memperkenalkan diri
> nama saya bambang dari kota krian sidoarjo,
> sebenarnya jadi member sudah 1,5 tahun yang lalu namun saya hanya menjadi
> member pasif saja.
>
> Disini saya ingin menceritakan kisah pengalaman pahit saya berkaitan
> dengan kelahiran anak saya di rumah sakit,
> saya sejak awal rutin memeriksakan kehamilan kedua istri saya di rumah
> sakit Krian Husada krian sidoarjo. memasuki usia
> kehamilah keempat sudah dapat diketahui bahwa anak saya nantinya akan
> kembar, tentunya melalui USG.
>
> jadwal melahirkan dari dokter yang biasa memeriksa (dr.Maya) diketahui
> sekitar tanggal 5 des 2006, namun karena kembar saya mau agar begitu
> memasuki 9 bulan langsung cesar aja mengingat resiko yang ada dan
> dijadwalkan operasi sekitar tanggal 20 nopember 2006.Pas jadwal periksa
> hari sabtu tanggal 11 nopember ternyata istri saya sudah mengalami pembukaan
> 3 dan
> disarankan untuk menginap di RS oleh dokter pengganti (dr.Rahmat) karena
> dr.maya lagi seminar...
>
> Dokter rahmad menyatakan untuk observasi selama 6 jam dulu (padahal saya
> sebenarnya ingin operasi saja) menunggu kelahiran.
> Waktu itu waktu menunjukkan pukul 20.00(ternyata dr.rahmat sekitar jam
> 24.00 pulang kerumah)
> Setelah menunggu selama 6 jam (jam 02.00) belum adanya kemajuan, istri
> saya ketubanya pecah (bidan dan perawat tidak mengetahui, tahu setelah saya
> kasih tahu),bidan dan perawat meminta saran melalui telp ke dr.rahmat dan
> dinyatakan untuk operasi jam 05.00 pagi..
> Ternyata hari minggu 12 nop jam 02.30 istri saya sudah pembukaan lengkap
> dan akhirnya diputuskan untuk melahirkan normal( dr. tidak bersedia datang,
> alasan masih dirumah)
> akhirnya anak saya lahir selamat keduanya dengan bantuan bidan (saya
> menghendaki dokter sebenarnya)..
> Senang rasanya melihat kelahiran kembar anak saya...istri saya nampak
> kelelahan dan ditangani bidan dan perawat dengan kurang baik.( menjahit
> tanpa dibius)
> Pagi jam 7-8 istri nampak sehat.. hinggga jam 9 ketika perawat mengganti
> pembalut menemukan sisa-sisa plasenta dan pendarahan, yang akhirnya
> diketahui adanya pendarahan dan sisa plasenta yang cukup banyak masih
> dirahim istri saya...
> setelah itu saya marah dan protes ke bidan yang menangani dan minta supaya
> dokter segera berangkat ke RS.
> Setelah bertemu dr.rahmat saya sampaikan kekesalan saya dan minta supaya
> istri saya ditangani secara serius..hingga diputuskan oleh dr. rahmat untuk
> dibersihkan (curettage).
> Jam 11.00 dokter melakukan curetage hingga pk. 12.30.
> kemudian saya dipanggil untuk segera mencari darah untuk transfusi..
> karena pihak RS tidak mempunyai stok darah( lagi-lagi saya kecewa kenapa
> tidak dari awal dokter meminta saya mencari darah)
> Saya berangkat ke PMI terdekat kota mojokerto hari minggu 12 nop 2006 jam
> 12.45, tapi sampai di tempat pk. 13.30 sudah diberitau kalau pihak RS
> tidak memerlukan darah lagi....saya langsung lemas..saya tancap kendaraan
> kembali ke RS Krian Husada dan benar perkiraan saya istri saya sudah
> menghembuskan napas...
> saya lemas seketika ridak bisa berdiri lagi...istri yang saya cintai
> meninggal dunia dan meninggalkan 3 anak saya yang masih kecil-kecil,
>
> Para member milis yang terhormat, mohon penilaiannya.. dalam kasus ini
> saya menilai dokter(dokter rahmat dan pihak RS telah lalai dan menyebabkan
> istri saya meninggal (walaupun tidak lepas dari takdir Tuhan) kelalaian
> tersebut antara lain:
> 1. Pukul 12 malam pulang kerumah dengan alasan melahirkan masih lama
> 2. Tidak mengetahui adanya pendarahan sejak awal setelah istri saya
> melahirkan
> 3. Menangani Pasien dengan tidak menyenangkan (menjahit tanpa dibius)
> 4. Sejak awal saya meminta ditangani dokter dan melalui operasi (ternyata
> dokter malah pulang dan ditangani normal oleh bidan)
> 5. Pihak RS Krian Husada tidak ada persediaan darah..sehingga menyebabkan
> istri saya kehabisan darah..(kenapa dr rahmat tidak sejak awal meminta saya
> mencari darah)
> 6. Kelalaian lainnya yang sangat tidak menyenangkan dalam pelayanan
>
> Mohon para member memberi masukan, karena saat ini saya memang tidak
> menuntut pada pihak RS dan dokter, dikarenakan alasan
>
> istri dokter yang menangani juga lagi hamil..
> disaat menulis ini saya dalam keadaan berduka yang sangat dalam......saya
> hanya pasrah pada Allah SWT
>
> Wassalam
> Bambang
> yangsangatberduka
>
>
> All moslem are brothers
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke