*Untuk bahan renungan, di tengah bangsa dan negeri kita yang terus berubah.
Segala hal bisa saja terjadi di era ini. Makanya, mari kita bentengi diri
dan keluarga kita tercinta....*

* *
*Salam, *
**

*Yenny Hasan*
*(Mamanya Qaisyar)*

*****************************************


*Melihat Adegan Seks Anak Sendiri di HP
**Saya seorang ibu, mempunyai anak gadis berumur 23 tahun. **Selama ini saya
melihat anak itu sehari-hari biasa saja, tidak ada tindakan yang
mengkhawatirkan saya sebagai lbu. *



*Anak saya punya teman dekat atau pacar yang pemah diajak ke rumah. Jadi
saya juga kenal dan saya nilai pemuda itu baik dan sopan. Karena itu, saya
tidak melarang anak saya pergi dengan pemuda itu.*



*Namun, saya sangat kaget sampai gemetar sewaktu melihat-lihat HP anak saya
yang ketinggalan. Saya melihat adegan porno yang tidak saya sangka dilakukan
oleh anak gadis saya. Anak saya tidak menggunakan baju atas sehingga
payudaranya kelihatan, dan pemuda itu menunjukkan kemaluannya. *



*Mereka tidak melakukan adegan hubungan intim, melainkan berpose demikian
sambil tertawa. Foto itu membuat saya kecewa, jengkel, stres, kok anak gadis
saya jadi begini. Sampal sekarang (sudah 4 hari) saya tidak memberitahu anak
saya bahwa saya melihat foto itu. *



*Saya tidak tahu harus bagaimana menghadapi keadaan ini, Saya takut anak
saya jadi gadis yang tidak benar Saya ngeri kalau anak saya sampai melakukan
hubungan seks, lalu hamil, sampai melakukan aborsi, atau tertular penyakit
kelamin.*



*Selama ini anak saya selalu baik dan menurut apa kata orangtua. Prestasi
kuliahnya bagus, meskipun bukan yang terbaik. Tolong beritahu apa yang harus
saya lakukan sekarang? Apa saya harus melarangnya pergi dengan pernuda itu
atau harus bagaimana? Saya sangat bingung.*



E.M., Makassar



*Perubahan Pandangan*

Saya dapat memahami reaksi perasaan Anda ketika melihat foto porno pada HP
anak gadis Anda. Itu reaksi wajar yang dialami oleh seorang ibu yang tidak
pernah menyangka sebelumnya karena menganggap anak gadisnya "sehari-harinya
biasa saja". Saya yakin ada banyak orangtua seperti Anda, yang tidak pernah
menyangka apa yang telah dilakukan oleh anaknya, khususnya dalam konteks
aktivitas seksual.

Perubahan pandangan dan perilaku seksual memang telah lama terjadi di
masyarakat kita, termasuk para remaja. Perubahan semakin mencolok ketika
teknologi memberi fasilitas yang semakin mendukung.



Kamera pada HP yang digunakan oleh anak Anda dan pacarnya adalah salah satu
fasilitas yang mendukung. Dengan mudah mereka bisa mengabadikan aktivitas
seksual karena dapat meningkatkan sensasi seksual. Walaupun pada foto itu
tidak terlihat aktivitas lain, tidak berlebihan kalau Anda boleh menganggap
anak gadis Anda dan pacarnya telah melakukan hubungan seksual.



Anggapan ini wajar saja, karena kalau mereka sudah berani melakukan adegan
seperti yang direkam di HP itu, hubungan seksual tinggal menunggu sesaat
lagi. Bahkan, tidak berlebihan kalau Anda merasa khawatir anak gadis Anda
"lalu hamil, atau sampai melakukan aborsi, atau tertular penyakit kelamin".



*Ajak Bicara*
Saya pikir langkah terbaik ialah berbicara dengan tenang secara terbuka
(bukan memarahi dan menghukum) dengan anak gadis Anda. Sayangnya, saya tidak
tahu bagaimana hubungan pnbadi Anda dengan anak gadis itu.



Kalau selama ini tidak ada hambatan, saya pikir akan lebih mudah untuk
memulai berbicara tentang kehidupan pribadinya dengan sang pacar. Kalau
selama ini ternyata ada hambatan, tentu diperlukan waktu untuk memulai
berbicara tentang kehidupan seksualnya.



Memberikan pengertian agar dia tidak melakukan aktivitas seksual, apalagi
hubungan seksual, wajar Anda sampaikan, walaupun saya tahu cukup sulit bagi
Anda karena telah melihat kenyataan di dalam HP itu.



Lebih jauh, memberikan pengertian agar jangan sampai hamil, aborsi, dan
tertular penyakit, juga bukan merupakan hal yang mudah dilakukan orangtua
terhadap anak gadisnya, meski sebenarnya tidak berlebihan bila disampaikan
pada masa kini.

Tindakan melarang pergi dengan pemuda itu, saya pikir bukan tindakan yang
terbaik karena hubungannya sudah cukup jauh. Lain halnya kalau anak gadis
Anda yang memutuskan sendiri setelah mendapat pengertian dari Anda.



(*Konsultasi dengan Prof.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And*)

*Sumber: *Gaya Hidup Sehat

url: http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0702/13/082850.htm

**
** * **
**
*42,3 % Pelajar Seks Pra Nikah*

Senin, 12 Pebruari 2007

*Meski dikenal sebagai **kota** Gerbang Marhamah (Gerakan Pembangunan
Masyarakat Berakhlakul Karimah), **** hasil penelitian, 42,3% remaja Cianjur
lakukan seks sebelum nikah *



*Hidayatullah.com--*Hasil survei yang dilakukan oleh *Annisa Fondation
*baru-baru
ini cukup mengejutkan karena 42,3 persen pelajar perempuan telah melakukan
hubungan seks pra-nikah.



Siara pers *Annisa Foundation*, sebuah lembaga independen yang bergerak
dibidang kemanusian dan kesejahteraan gender, menerangkan sebanyak 42,3
persen pelajar di Cianjur sudah hilang keperawanannya saat duduk di bangku
sekolah.



Yang lebih memprihatinkan, diantara responden mengaku melakukan hubungan
seks tanpa ada paksaan atau atas dasar suka sama suka karena kebutuhan.



Beberapa responden mengaku melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu
pasangan dan tidak bersifat komersil.



Direktur *Annisa Foundation, *Laila Sukmadevi, dalam siaran pers itu
mengatakan, penelitian dilakukan selama enam bulan mulai Juli hingga
Desember 2006 dengan melibatkan sekitar 412 responden yang berasal dari 13
SMP dan SMA negeri maupun swasta di Cianjur dan Cipanas.



Disebutkan Laila, berdasarkan hasil survei, total responden yang belum
pernah melakukan kegiatan seks berpasangan hanya 18,3 persen.



Sedangkan lebih dari 60 persen telah melakukan kegiatan seks berpasangan.
Dari jumlah itu 12 persen menggunakan metode coitus interuptus dan
selebihnya pilih alat kontrasepsi yang dijual bebas di pasaran.



Masih menurut Laila, kecenderungan pelajar Cianjur berhubungan seks
pra-nikah bukan dilatarbelakangi oleh persoalan ekonomi. Hanya sekitar 9
persen mereka yang beralasan berhubungan seks dengan alasan ekonomi.
Selebihnya beralasan karena tuntutan pergaulan dan longgarnya kontrol orang
tua mengenai praktik hubungan seks di luar nikah.



Yang paling memprihatinkan, mereka yang terlibat kegiatan hubungan di luar
nikah itu bukan berarti karena tidak mengerti atau tidak paham nilai agama
atau budi pekerti. Sebab hampir 90 persen dari mereka mengaku praktik
hubungan seksual di luar nikah merupakan perbuatan dosa yang seharusnya
dihindari.



Ditemui terpisah Direktur Sarinah Institute Cianjur, Susilawati SH,
mengungkapkan, kasus pelajar yang berhubungan seksual di luar nikah
sebenarnya tidak hanya terjadi di Cianjur.  Beberapa penelitian yang
dilakukan sejumlah lembaga independen terungkap, seks bebas di kalangan
pelajar dan mahasiswa memang sudah sangat memprihatinkan.



Menurut dia untuk mengeliminir kasus seperti itu tidak bisa dilakukan hanya
menggunakan pendekatan konvensional seperti pendidikan agama dan budi
pekerti. Namun yang penting remaja yang tengah masuk pada usia dewasa sudah
sepantasnya diberikan pendidikan seksual yang memadai dan memberikan suasana
lingkungan pendidikan yang tidak mengundang mereka pada kehidupan seks
bebas.



"Tingginya angka prilaku seks pra-nikah di kalangan pelajar Cianjur bisa
menjadi bukti bahwa pendekatan dalam memberikan bimbingan moral yang selama
ini dilakukan para orangtua di Cianjur sudah mengalami pergeseran,"
pungkasnya. [ant]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke