Dari Jurnal Homeschooling Yudhis dan Tata (http://www.sumardiono.com):


Hari ini tiba-tiba Yudhis mencari dan mengambil buku bahasa Inggrisnya. 

"Aku pengin belajar membaca buku bahasa Inggris, Pak," katanya. 

Kebetulan aku baru break diantara waktu kerja. Aku temani Yudhis belajar 
membaca kisah "Hare and Tortoise". 

Tak mudah buat Yudhis untuk membaca teks Inggris. Yang utama karena dia belum 
terbiasa membaca teks Inggris. Apalagi, di rumah kami sepenuhnya menggunakan 
bahasa Indonesia, baik untuk komunikasi lisan maupun tulisan.

Tapi Yudhis bersemangat. Tata tak mau kalah, ikut mengambil buku yang lain dan 
"membaca buku" alias ngoceh-ngoceh menirukan kakaknya. Seru deh.

 Selesai dengan buku ceritanya, Yudhis mencari buku yang lain. Kali ini dia 
membuka Picture Dictionary miliknya. Di dalamnya ada gambar berbagai benda 
dengan istilah bahasa Inggrisnya. Yudhis belajar membaca teksnya (read aloud) 
dan kemudian mencari gambar yang sesuai.
 
Suatu kali, Yudhis tak dapat menemukan nomor/gambar yang dicari. Teksnya 
berbunyi "basin", bernomor 3. Dia bertanya kepadaku arti basin, yang kebetulan 
aku lupa artinya.

"Bapak lupa, Dhis artinya," kataku. "Cari di  kamus, yuk."

Yudhis langsung lari keluar kamar mengambil kamus. Begitu dapat kamus, Yudhis 
langsung membuka huruf B. Selanjutnya, aku memandu dia cara menggunakan kamus 
agar efektif pencariannya; mulai huruf kedua, ketiga, dan seterusnya agar kata 
yang dicari tak terlewat. Ketika Yudhis buru-buru dan melewati kata yang 
dicarinya, aku memandunya untuk maju lagi ke halaman sebelumnya, mengurutkan 
kata demi kata ke posisi yang dicari.

 Inilah pertama kalinya Yudhis belajar menggunakan kamus Inggris-Indonesia. 
Buatku ini adalah momen penting dalam proses belajar Yudhis. Sebab, jika dia 
nanti bisa menggunakan kamus, itu artinya dia sudah bisa jalan sendiri untuk 
pelajaran bahasanya. Ketrampilan menggunakan kamus itu setara dengan kemampuan 
menggunakan ensiklopedia. Atau, dalam format digital adalah kemampuan 
menggunakan search engine. Intinya adalah ketrampilan mencari informasi yang 
dibutuhkan. Ini adalah salah satu ketrampilan pokok dalam "learn-how-to-learn".

Kalau seorang anak mahir menggunakan search engine (menentukan keyword, 
melakukan refining keyword, mencari titik berangkat, dan menyaring kualitas 
informasi), menurutku proses pemanduan dari guru/orang tua itu selesai. 
Selanjutnya anak sudah dapat mandiri dalam proses belajarnya. Dia bisa mencari 
informasi apa saja yang dibutuhkan. Sebab, secara teknis informasi yang 
tersedia di Internet itu virtually unlimited, tidak terbatas.

Terima kasih Tuhan. Engkau beri kesempatan padaku hari ini untuk menemani 
Yudhis belajar tools, bukan hanya content. Mudah-mudahan menjadi pijakan yang 
berharga buat proses belajarnya. 

Hari ini aku tandai, umur Yudhis 5 tahun, 10 bulan saat dia mulai belajar 
menggunakan kamus untuk mencari informasi yang dibutuhkannya.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke