So guys, be aware ya..... 
    
---------------------------------
  
SURAT PEMBACA - Redaksi Yth.
Pada hari Minggu tanggal 25 Maret yang lalu kami
melepaskan dan memberangkatkan tante kami yang
terkasih ke tempat peristirahatannya yang terakhir.
Kami mengadakan ibadah di rumah duka yang juga adalah
kediaman kakak tertua saya di Cipinang Baru,
Rawamangun.
Semenjak pukul 09.15 pagi ada seorang wanita yang
datang. Dia duduk di ruang dalam dekat dengan salah
seorang tamu yang kebetulan sedang berbincang dengan
saya. Walaupun tidak ada dari keluarga kami yang
mengenalnya, kami tidak bertanya apa-apa. Semua
beranggapan bahwa tentu dia adalah saudara/ kenalan
tante yang belum pernah kami temui. Banyak kejadian
kecil yang sebetulnya sudah mencurigakan. Misalnya,
ketika orang tersebut tidak dapat menyanyikan
lagu-lagu pujian gereja yang dinyanyikan. Atau ketika
tas milik seorang tamu yang mendadak pindah dari kursi
lipat ke sofa dan sudah ditutupi bantal dan berada
dekat dengan tempat wanita ini mendadak pindah duduk.
Hebatnya, wanita ini bahkan mengikuti acara sampai
ketempat pemakaman. Ia naik mobil dari kantor kakak
saya. Kepada supir dia mengaku sebagai tetangga. Dia
juga mengajak tiga orang saudara kami untuk semobil
dengannya. Ketika ditanya dia kembali mengaku sebagai
tetangga tapi gelagapan ketika ditanya rumahnya yang
mana. Pertama ia berlogat Jawa, namun lama kelamaan
logat aslinya keluar, dan saudara kami mengenalinya
sebagai logat dari Sulawesi Selatan. Bahkan ia pun
sempat mengajak wanita ini berbicara dengan logat
tersebut. Di dalam mobil dia sempat memegang-megang
HP milik salah seorang saudara saya. Yang kemudian
cepat-cepat diambil lagi oleh sang pemilik. Sayangnya
memang saat itu tidak ada yang berprasangka buruk.
Mengingat acara yang berlangsung adalah acara yang
sarat dengan suasana duka.
Sepulang dari pemakaman kami kembali ke rumah untuk
berdoa mengucap syukur atas prosesi yang dapat
berlangsung lancar, sekaligus makan siang bersama.
Ketika itulah, karna merasa yang hadir semua adalah
keluarga dekat, saya pun meletakan tas di sebuah kursi
yang tidak terlalu mencolok tempatnya. Saya sempat
mengambil uang untuk membeli minuman ringan untuk anak
dan keponakan saya. Sesudah itu saya lalu ikut
mengambil makan siang dan makan di tempat yang
berbeda. Cukup aneh bahwa saya tidak terpikir untuk
melihat/ mengecek tas saya, padahal ini bukan
kebiasaan saya.
Tidak lama kemudian, suami saya bertanya tentang
digital camera kami. Saya pun bergerak mengambil tas.
Ternyata dompet dan PDA saya sudah tidak ada. Setelah
bertanya-tanya tentang siapa yang kira-kira duduk di
dekat tas tersebut, seseorang mendeksrikspikan wanita
tadi. Kami pun lalu saling bertanya apakah ada yang
mengenalnya. Ternyata tidak ada. Kemudian saya ingat
bahwa beberapa kali fotografer memotret ke arah kami
(saya duduk hanya berbeda satu orang dengannya
sepanjang ibadah). Kami lalu mengecek digital camera
masing-masing. Dan ditemukanlah foto wanita ini dalam
beberapa jepretan foto. Bahkan ada satu yang hanya dia
sendiri. Wanita ini bertubuh sedang, wajah agak lebar
dan tirus, berambut hitam dan sedikit sisa cat pewarna
coklat, rambut di atas bahu, tapi dijepit kebelakang,
kulit kuning langsat dan saat itu memakai kemeja hitam
celana krem dan scraf lebar juga berwarna hitam.
Memakai tas dengan merek LV. Setelah melakukan
sedikit pengecekan ternyata wanita ini pun mengambil
uang sumbangan kedukaan dari RT padahal uang tersebut
tersimpan di kamar atas. Ia memang sempat berkata akan
ke toilet yang letaknya pas di sebelah tangga. Ada
yang melihat namun lagi-lagi, semua tidak ada yang
berprasangka.
Saya, dan tentunya keluarga besar saya, sangat heran
dengan 'keprofesionalannya. Wanita ini bahkan mengisi
buku tamu. Dan membaur di antara pelayat di tempat
pemakaman. Karenanya saya ingin menghimbau agar tetap
berhati-hati dan waspada ditengah suasana duka. Tegur
atau sapa orang yang tidak anda kenal, lebih baik
dianggap lupa saudara daripada disusupi. Ini mungkin
modus operandi baru yang dilakukan oleh orang-orang
yang sudah mati hati nuraninya.

Dengan ini bagi dealer/ toko HP, khususnya merek O2,
berhati-hatilah apabila ada yang hendak menjual O2
ATOM Pure dengan nomer imei 357553002564208 karna
jelas itu adalah barang curian. Dan bagi anda sang
pencuri (yang mungkin tidak menyangka bahwa dirinya
akan 'terekam' secara digital, jelas dan detail)
bersiap-siaplah, karna sejak tanggal tersebut di atas
foto-foto anda sudah kami sebarkan melalui jaringan
milis sebanyak yang bisa kami posting. Foto-foto
tersebut pun akan saya perlihatkan pada pihak
kepolisian. Saya juga berharap seandainya ada stasiun
TV yang tertarik untuk menayangkan foto kriminal ini.
Anda bisa menghubungi Kompas/Suara Pembaruan untuk
melihat wajahnya. Bagi yang mengenal wanita ini,
Kompas/Suara Pembaruan mempunyai nomor-nomor telpon
kami yang bisa dihubungi.
Mungkin kerugian materi yang hilang tidak terlalu
besar, namun kejahatan yang dilakukan ditengah ibadah
dan disaat keluarga tengah berduka sungguh biadab.
Secara pribadi, saya sudah memaafkan anda, tapi untuk
setiap kesalahan dan kejahatan, anda harus menanggung
akibat dan resiko yang timbul, bagi dari hukum
manusia, terlebih lagi hukum Tuhan.


Alexandra Silitonga

Pantai Mutiara - Pluit

PS.
Tolong sebarkan/ forward email ini ke milis yang anda
bisa posting supaya jangan ada lagi korban.



(See attached file: Maling_2.jpg)(See attached file: maling-1.jpg)



    
---------------------------------
  Get your own web address.
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.  

         

       
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke