Bagi Ayahbunda yang butuh info tentang Melahirkan di Air, berikut saya
kutipkan artikel dari www.hanyawanita.com. Selain itu, saya juga sudah
menanyakan pada dokter Tamtam, dokter yang menangani kelahiran di air, mengenai
Rumah Sakit yang menyediakan fasilitas untuk melahirkan di air. Rumah Sakit
SamMarie (Jl. Wijaya I No. 45 Kebayoran Baru, telp. 7211305) menyediakan
fasilitas ini, dan dr. Tamtam praktek di sana tiap Rabu & Kamis jam 19.00 sd.
selesai dan Sabtu jam 14.00 - 18.00.
Semoga bermanfaat,
~Yun~
Melahirkan di Air
Menjadi Pilihan Menyenangkan bagi Ibu dan Bayi?
Beberapa hari terakhir kita mendengar ada dua ibu muda Indonesia memilih
melahirkan bayinya di air, hal yang masih baru di sini, meski teknik ini di
luar negeri sudah banyak dilakukan calon ibu.
Berdasarkan kesaksian mereka yang sudah pernah melakukannya, melahirkan di
air jauh lebih menyenangkan dibanding melahirkan di atas tempat tidur, bahkan
ruang operasi. Tak heran, jika melahirkan di air segera menjadi favorit calon
ibu yang ingin melahirkan normal namun mendapat manfaat dibanding melahirkan
secara 'tradisional'.
Apa yang dimaksud dengan melahirkan di air? Menurut
www.americanpregnancy.org, melahirkan di air merupakan proses kelahiran bayi di
sebuah bak berisi air hangat. Teori di balik melahirkan di air adalah bayi
berada di dalam cairan amniotik yang nyaman di rahim selama 9 bulan dan
melahirkan dalam lingkungan yang kurang lebih sama dengan di rahim dipandang
membuat bayi nyaman, demikian juga mengurangi kestresan ibu. Dipercaya oleh
para bidan dan sejumlah dokter kebidanan dan kandungan, bahwa mengurangi stres
saat melahirkan akan mengurangi komplikasi pada bayi.
Sebenarnya, apa saja manfaat melahirkan di air? Banyak.
Manfaat untuk ibu:
Air itu bersifat menenangkan dan membuat nyaman ibu yang hendak
melahirkan
Pada proses kelahiran (pembukaan lanjut), air hangat akan meningkatkan
energi calon ibu
Ibu bisa bergerak bebas karena air sedikit 'mengurangi' berat badan ibu
Air hangat juga akan meningkatkan kontraksi uterus secara efisien,
demikian juga aliran darah, yang pada akhirnya membuat pernapasan
otot-otot rahim menjadi jauh lebih baik, berkurangnya rasa sakit pada ibu
dan lebih banyak oksigen bagi bayi
Pencelupan di air seringkali membantu menurunkan tekanan darah tinggi
yang disebabkan kecemasan ibu
Air hangat tampaknya mengurangi pelepasan hormon stres, sehingga
membuat ibu mengeluarkan hormon endorfin yang berfungsi sebagai penghambat
rasa sakit
Air menyebabkan perineum menjadi lebih elastis dan santai, yang akan
mengurangi kejadian 'sobekan' pada vagina saat melahirkan
Perempuan yang hendak melahirkan yang secara fisik santai, maka
mentalnya juga akan rileks, sehingga bisa berkonsentrasi pada upaya
mengejan
Air menyediakan perasaan 'pribadi'yang membebaskan segala hambatan,
kecemasan dan ketakutan.
Manfaat bagi bayi:
Air hangat (suhu 37 derajat Celcius) menyediakan lingkungan seperti di
rahim
Mengurangi stres kelahiran, juga memberikan keamanan dan kenyaman pada
bayi
Melahirkan di air bukan tanpa risiko. Sebelum memutuskan menggunakan cara ini
untuk melahirkan buah hati ke dunia, kenali risiko bagi ibu dan bayi.
Sayangnya, dalam kurun 30 tahun melahirkan di air menjadi lebih popular,
sangat sedikit penelitian dilakukan untuk menentukan risikonya. Sejumlah studi
dilakukan di Eropa menunjukkan laju kematian perinatal serupa antara melahirkan
di air dan konvensional.
Menurut artikel yang ditulis oleh Royal College of Obstetrician and
Gynecologists, ada beberapa risiko teoritis dari emboli air, dimana air
memasuki aliran darah ibu.
Meskipun the British Medical Journal merasa yakin 95% pada kelahiran di air,
ada peluang risiko aspirasi air. Jika bayi mengalami tekanan pada jalan lahir
atau tali pusat menjadi terbelit atau melilit, bayi mungkin sulit bernapas
(megap-megap), ada peluang mengisap air ke paru-parunya. Namun ini kejadian
yang jarang karena babi tidak mengisap udara kecuali sampai tali pusat
dipotong. Mereka menerima oksigen dari tali pusat sampai mereka mengisap udara
sendiri sesaat tali pusat dipotong.
Kondisi seperti apa yang tidak ideal untuk melahirkan di air?
Jika ibu memiliki herpes/penyakit menular seksual. Herpes mudah sekali
menular di air. Jika Anda memiliki penyakit ini, bicarakan secara terbuka
dengan dokter.
Jika bayi lahir sungsang: Meski melahirkan di air, posisi bayi
tengkurap atau kaki lebih dulu, namun jika bayi sungsang bicarakan hal ini
dengan dokter
Jika ibu didiagnosis salah satu hal berikut, perdarahan berlebihan atau
infeksi kehamilan
Jika hamil kembar dua atau lebih
Jika diramalkan melahirkan prematur, misalnya dua minggu sebelum
waktunya lahir, melahirkan di air tidak disarankan
Jika terdapat meconium parah, yang akan membahayakan bayi yang
dilahirkan.
Jika bayi mengalami Shoulder Dystocia
Jika ibu mengalami toksemia atau preeklampsia
Apa yang harus disiapkan untuk melahirkan di air?
Diskusikan hal ini dengan dokter kandungan Anda. Mereka tahu mana rumah
sakit yang sudah dilengkapi bak untuk melahirkan.
Jika Anda berencana melahirkan di rumah sakit, pastikan kebijakan
mereka memang water birth friendly dan rumah sakit bersedia menerima ibu
yang ingin melahirkan di air.
Siapkan segala sesuatunya, bahkan jika rumah sakit belum memiliki bak
khusus untuk melahirkan di air, Anda harus mulai mencari referensi sejak
sekarang.
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]