Koran Tempo 20 Januari 2007 
  
 TIDUR SIANG TETAP PERLU
 Oleh : Utami Widowati   
  
 Membiasakan anak istirahat di siang hari memang tidak mudah. Seperti yang 
dialami Linda siang itu. Lebih dari satu jam ia membujuk anaknya agar segera ke 
pembaringan. Tapi ada saja alasan yang dikemukakan untuk menghindari acara 
rutin tersebut. Padahal, "Kalau sudah tidur, sulit bangunnya," kata perempuan 
berusia 32 tahun ini. 
  
 Terus terang Linda sering mempertanyakan apa selama ini dia sudah melakukan 
cara yang benar dalam mengatur pola tidur anaknya. Masalahnya, sepulang sekolah 
hanya tersedia sedikit waktu untuk istirahat, sebelum sang anak mengikuti 
berbagai kegiatan tambahan seperti les musik dan belajar mengaji. 
  
 Menurut para ahli, bagaimanapun kondisinya, tidur siang tetap penting untuk 
anak. Kecuali kalau tidur malamnya mencukupi, boleh saja sesekali absen tidur 
siang. 
  
 Memang ada yang beranggapan bahwa masa kanak-kanak merupakan saat yang tepat 
untuk bereksplorasi. Namun, bukan berarti kita biarkan anak berbuat sesuka 
hati. Sebab, bila terlalu lelah di siang hari, bisa jadi dia akan kesulitan 
tidur di malam hari. 
  
 Begitu telat tidur dengan sendirinya akan susah bangun pagi, sementara 
kewajiban ke sekolah sudah menunggu. Dalam situasi seperti ini, yang repot 
tentu orang tua. Itu sebabnya, meski anak menolak tidur siang, bukan berarti 
mereka tiak membutuhkannya. 
  
 Orang tua perlu memperhatikan kesibukan anak. Kadang kala, karena keasykan 
bermain, ia jadi enggan beranjak ke tempat tidur. Padahal tak jarang mereka 
sesungguhnya sudah mulai lelah beraktivitas seharian. 
  
 Karena itu, orang tua mesti peka terhadap tanda-tanda kelelahan menghinggapi 
anak. Misalnya, tiba-tiba mereka kehilangan gairah untuk bermain, rewel, manja, 
mudah ngambek, tidak sabar, menggosok mata, atau menguap brulang kali. Jika 
sinyal tersebut muncul, segera ajak si kecil ke tempat tidur. 
  
 Seorang anak atau orang tua, seperti yang diungkapkan Jodi A. Mindell, PhD, 
dari Associate Director of the Sleep Disorders Center di Children's Hospital of 
Philadelphia, hanya akan memetik manfaat tidur siang bila tidurnya cukup 
berkualitas. 
  
 Agar anak merasa aman dan nyaman, singkirkan barang-barang yang bisa 
membahayakan saat tidur, seperti bantal besar, selimut, atau mainan. "Jaga juga 
temperatur ruangan dan kenakan pakaian yang menyerap keringat," kata Mindell. 
  
 Berbagai penelitian menunjukkan tidur siang bagi anak sangat penting untuk 
menjaga kesehatan fisik dan mental. Anak yang cukup tidur siang akan tetap 
segar dan terjaga energinya hingga mreka bisa lebih fokus dalam belajar. 
  
 Penelitian lain menunjukkan bahwa anak yang biasa tidur siang cenderung lebih 
fleksibel dan bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Dia juga lebih berfokus 
pada satu perhatian dan jarang rewel dibandingkan dengan mereka yang sulit 
tidur siang. 
  
 BIASAKAN ANAK TIDUR SIANG 
 Mulailah dengan membuat jadwal yang konsisten. Usahakan anak tidur siang di 
waktu yang sama setiap hari., tapi jangan terlalu kaku. Seiring dengan 
bertambahnya usia, sesuaikan dengan aktivitas anak yang semakin meningkat. 
 Beri anak-anak makan siang yang mengenyangkan atau makanan kecil satu setengah 
jam sebelum makan siang. 
 Sebelum tidur, ajak anak menjalani waktu tenang setelah makan siang agar 
mereka bisa berhenti bermain. 
 Atur agar ruang tidur tetap gelap. 
 Setel musik yang menenangkan menjelang anak tertidur.
 Ganti baju mereka dengan pakaian tidur yang nyaman dan menyerap keringat. 
 Jangan sampai kebiasaan sebelum tidur yang biasanya tak disukai anak, seperti 
gosok gigi, mencegah mereka tidur siang. 
 Dengan anak kembar atau saudara sebaya mungkin akan ada lebih banyak masalah. 
Mereka akan saling ganggu meski Anda sudah menggunakan waktu tenang. Jika tak 
mempan, pisahkan tempat tidur mereka meski masih satu kamar. 
 Jika anak menolak tidur siang, pertimbangkan untuk mengajak lebih cepat tidur 
di malam hari. 
 Jika ada masalah, bicarakan dengan tenaga medis profesional. 
  
 POLA TIDUR YANG SEHAT 
 Usia baru lahir, 16-18 jam per hari, terbagi sekitar 6-7 kali. 
 Usia 3 bulan, umumnya 15 jam setiap hari dengan tiga kali tidur siang. 
 Usia 6 bulan, masih sekitar 15 jam sehari semalam dengan dua kali tidur siang. 
 Usia 12 bulan, perlu 14 jam sehari semalam dengan 1-2 kali tidur siang, 
masing-masing sekitar 2-3 jam. 
 Usia 18 bulan, total 13 hingga 14 jam sehari semalam, dengan 1-2 kali tidur 
siang masing-masing 2-3 jam. 
 Usia 2 tahun, cukup 13,5 jam sehari semalam, dengan satu kali tidur siang 
sekitar 2,5 jam. 
 Usia 3 tahun, biasakan 12-13 jam sehari semalam, dengan satu kali tidur siang 
sekitar 1 jam. 
 Usia 4-6 tahun, bisa 12 jam sehari semalam, dengan satu kali tidur siang 
selama 1 jam atau tidak sama sekali. 
 Perkiraan waktu tidur bersifat fleksibel, bergantung pada kebiasaan anak, 
aktivitas, dan kemungkinan mereka terbanun di malam hari. [berbagai sumber, 
tami] 
  

Mila Angrainy
0816639564
simple & fun bizz for mom, check this out : 
www.cantik-natural.info
fashion 4 babies n kids :
www.growing-babiesnkidsstuff.blogspot.com
 


       
---------------------------------
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke