Dear Moms,
  
  Sy pribadi turut prihatin atas kejadian ini .. apalagi kondisi tidak  beda 
jauh karena sy bekerja. dengan pengalaman yg terjadi pada  masyarakat umumnya 
ibu yg bekerja mari kita tingkatkan waspada kepada  pembantu rumah tangga atau 
babysister yg menangani anak / penerus  keturunan kita, agar kita bisa 
mengantar anak ke posisi yang di ridhoi  oleh Allah dan menjadi orang yg 
berguna bagi nusa dan bangsa.
  
  Salam
  suci
  
Dini Komala <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                          
        Hai Mom's and Dad's
     
  Barusan saya abis liat potongan video tentang BS yang sedang "mengurus"  
batitanya, menurut info kejadian ini berlangsung di Hong Kong ...
    
  Sungguh ... hati ini amat sangat miris melihat kejadian itu, terus  terang 
... sehabis melihat tayangan itu, air mata saya langsung  mengucur ... dada ini 
langsung terasa amat sangat sesak ... 
     
  Tidak bisa saya bayangkan kalau hal tersebut menimpa anak saya dirumah,  
tidak dapat saya bayangkan tubuh mungil anak saya harus terbanting,  diteteng 
dengan mudahnya layaknya nenenteng ( maaf ) seekor binatang ...
     
    Mom's and Dad's .. 
  Tidak bisa saya bayangkan pula jika kepala mungil anak saya harus  menerima 
pukulan dari tangan BS yang kejam itu ... sungguh amat  memilukan tangisan 
bocah anak itu ... mungkin saat itu dia amat sangat  ketakutan dan menahan 
sakit ... dan mungkin saat itu, bocah malang itu  mencari dimana Momy and Dady 
nya ... meminta perlindungan dari BS yang  laknat itu ... 
     
    Hiks ...
    Apakah BS itu ga punya nurani ? ...
    Apakah BS itu ga punya anak, adik atau keponakan ya ? sampai begitu 
sadisnya mukulin anak kecil ?
     
    Waht do u think Mom's and Dad ?
     
    Regards
    Mom's Hadyan
     
    Oh God ... mengapa ada seorang yang begitu kejam terhadap anak kecil yang 
belum tahu dan belum bisa apa - apa ...
    
  Florencia Jane <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Hai moms and dads,
  Menimbang-nimbang, saya putuskan untuk berbagi
  pengalaman saya dengan parents sekalian, mengingat
  babysitter ini sangat berbahaya dan saya khawatir jika
  ternyata salah satu dari parents di sini
  mempekerjakannya..
  
  Kejadian ini saya alami sudah cukup lama, kurang lebih
  setahun yang lalu, setelah anak saya pertama lahir.
  Sedari awal saya tidak ingin menggunakan jasa BS,
  namun ternyata kondisi saya sebelum 40 hari kurang
  kuat untuk merawat bayi seorang diri, saya butuh
  bantuan (orangtua dan mertua tinggal di luar kota)
  Kurangnya informasi tentang yayasan, saya memutuskan
  untuk menelpon RS.HERMINA meminta rekomendasi yayasan
  denagn harapan mendapatkan BS yang baik. RS.HERMINA
  merekomendasikan YAYASAN MUTIARA IBU di daerah PASAR
  REBO (telp. 8408650), yang mengelola bernama ENDANG
  (bukan pemilik. pemiliknya bernama IBU SUSI).
  
  Saya jelaskan kepada yayasan bahwa saya hanya akan
  memakai jasa BS selama 3 bulan saja...
  Karena sulitnya bepergian setelah melahirkan, yayasan
  langsung mengirimkan seorang BS ke rumah tanpa saya
  interview dan saya liat orangnya, mba Endang
  mengatakan bahwa sus ini ok. Namanya WIWIN asal
  Kendal, Jawa Tengah (sayang saya tidak mempunyai
  fotonya). Ternyata sus ini hanya bertahan 10 hari
  karena dia tidak betah, dia TIDAK SUKA SAYA MEMBERIKAN
  ASI EKSLUSIF kepada Leon. DIa mengomel-ngomel dan
  tidak suka kalo pekerjaannya saya awasi. Dia
  mengatakan saya seperti polisi. Terus terang saya
  mangkel banget, lo Leon anak siapa, anak saya kan,
  terserah saya kan kalo mau tau dan mau ikut campur.
  Wiwin ini juga tidak suka kondisi di mana ia hanya
  tidur di kasur spons (bukan springbed), mandi di kamar
  mandi pembantu, dan makan seadanya, makan masakan
  pembantu. Hari itu dia minta ditukar saya iyakan saja,
  alhasil saya sendirian di rumah dengan badan masih
  lemah dan akirnya suami saya cuti untuk membantu saya
  di rumah. Oya, WIWIN ini juga mempengaruhi pembantu
  saya sehingga pada hari dan waktu yang sama pembantu
  saya hengkang juga. Bayangkan, saya baru melahirkan
  2minggu tanpa pembantu dan BS di rumah..
  
  Yayasan meminta maaf dan mengirimkan kembali seorang
  BS bernama ANIK TRIFAJAR RIYANTI (30 tahun), yang
  rumahnya di Pasar Rebo juga, tetangga Yayasan Mutiara
  Ibu itu. Yayasan menjamin bahwa kali ini memberikan BS
  yang cekatan dan baik dan bisa menyesuaikan diri.
  TERNYATA...BS inilah yang lebih parah...
  Mulanya dia emang baik dan bermulut manis.
  kemampuannya merawat bayi cukup baik. dia pandai
  mengambil hati dan tidak keberatan memasakkan nasi
  untuk saya. Namun lama lama, yang namanya bangkai toh
  tercium juga..
  Dia banyak menceritakan tentang majikan2nya terdahulu,
  tentang kehidupan pribadi mereka!! (saya ga ambil
  pusing, bukan urusan saya, ga tau itu benar ato ga,
  tapi ini jadi warning untuk saya!)
  Dia bilang ada majikan laki yang selingkuh, ada yang
  suka merayu dia, dll...
  waaaahhhh saya jadi kaget dong..
  
  Lama-lama, barang-barang di rumah saya hilang, mulai
  dari kado-kado Leon (bahkan ada yang hilang masih
  dalam kondisi dibungkus kado belum saya buka!, celana
  renang dan kacamata renang suami saya! Puncaknya HP
  milik supir tante saya ketika saya ajak dia berkunjung
  ke rumah tante saya. Kagetlah saya... herannya tiap
  kali saya dan suami bongkar2 rumah mencari barang
  hilang, dia langsung bilang sakit perut dan tidak enak
  badan dan minta ijin ke kamar. setelah itu dia bilang,
  ibu silakan kalo mau geledah (ya terang aja setelah
  saya geledah saya ga nemuin apapun, saya yakin dia
  udah umpetin!). lalu dia nangis2 ga karuan seperti
  orang gila, karena dia ga sangka kok saya ga percaya
  amat ma dia.
  
  Pernah juga dia bilang, "Ibu, hati2 kalo punya
  pengasuh baru (karena dia tau saya cuma mau pake dia
  3bulan), jangan2 ibu lagi tidur / lagi mandi tiba2
  Leon udah ga ada, diculik..." Saya lebih was was lagi
  ketika dia membawa Leon jalan2 sore keliling kompleks,
  saya dan suami susul mau ikut jalan2 juga, ketika
  ketemu eeh dia tampak tidak senang saya cari Leon.
  (WAAAA GILA KAN, itu bisa aja kan proyeksi keinginan
  pribadi dia).
  
  Lama-lama pekerjaannya jadi tidak karuan dan dia
  ngelunjak banget! Dia sering banget ketiduran, kalo
  dipanggil pas Leon pipis ato BAB dia tidak suka,
  kurangajar dan sering marah2 pada saya, setelah
  bepergian baju kotor tidak dikeluarkan berhari2,
  sampai saya yang keluarkan, lemari pakaian Leon
  berantakan, nonton TV terus, nyuci baju sembarangan,
  main HP terus, minta ijin ke wartel tapi perginya 1
  jam, minta ijin pulang (bukan cuti) banyak alasan bla
  bla bla, curi2 pake telpon rumah saya, ambil makanan
  tidak bilang2. Semakin saya bertoleransi tidak saya
  tegur, tingkah lakunya semakin kelewatan.
  
  Puncaknya, dia berani kurangajar kepada ibu saya yang
  ketika itu datang menginap di rumah saya, menyetel TV
  keras2 ketika ibu saya mendengarkan lagu di pagi hari,
  berani membuka tas ibu saya dan menampakkan
  ketidaksenangannya ketika tahu bahwa salah satu lemari
  Leon dikunci untuk menyimpan barang ibu saya.
  Dan juga ketika saya membeli donat, saya berikan dia
  donat tidak langusng hari itu tetapi besoknya, dia
  tidak mau makan, mengatakan bahwa saya tidak niat
  ngasi. kalo niat kenapa baru kasi ke dia besoknya,ga
  kemaren kemaren?? 
  
  ANIK INI TERNYATA JUGA MEROKOK!!!
  Saya curiga mencium bau rokok, saya tanya ke dia, dia
  bilang nggak. Saya tanya pembantu, pembantu bilang ga
  cium juga. TERNYATA PEMBANTU SAYA DIAJAK ANIK MEROKOK
  JUGA! Juga dihasut sekaligus diancam kalo pembantu
  lapor saya dan saya marah lapor ke yayasan atau kantor
  polisi, pembantu akan terseret juga ke kantor polisi.
  Alhasil saya hidup di rumah denagn perokok dan
  pembohong dan pencuri...dikadalin di rumah sendiri..
  
  Hati semakin tidak tenang, saya tidak melepaskan
  pengawasan saya kepada Leon, saya tidak pernah
  tinggalkan Leon berdua saja dengan BS ini. Saya mandi
  ketika BS mandi dan Leon saya bawa. Untunglah Leon ASI
  ekslusif jadi dia tidak bisa mengutak atik makanan
  Leon.
  Setelah waktu tepat, saya dengan baik2 meminta dia
  pulang sebelum 3 bulan (mana tahan suru tunggu sampe
  3bulan), saya ga pusingin apa yang udah dia ambil toh
  dia ga ngaku juga. Mulanya dia tidak mau, saya bujuk
  dia untuk pulang dengan alasan saya sudah bisa urus
  Leon sendiri. Dia pulang... tapi beberapa hari setelah
  itu saya sering menerima sms dan telpon teror...
  
  Saya juga kecewa dengan yayasan Mutiara Ibu. Pihak
  mereka tidak mau tahu dan membela Anik, karena tidak
  ada bukti nyata bahwa Anik mencuri dan merokok. Mereka
  bahkan mengatakan agar saya tidak memiliki pikiran
  yang buruk kepada orang lain..Sebagai manusia yang
  beragama bukankah sebaiknya kita tidak berpikiran
  buruk kepada orang lain?? Begitulah katanya...
  WOW, picik banget... saya bukan malaikat dan setelah
  semua yang saya alami saya ga boleh punya pikiran
  buruk ke dia???? 
  
  Capek deeee dengan BS..
  Gaji gede kemampuan tidak gede...tapi diatur ga suka
  hati...
  Diperlakukan baik, ngelunjak.
  Ditegasi, anak kita yang kena getahnya.
  Ditegur, diomeli, dibilang kita majikan ga punya
  hati...
  
  Maap banget parents sekalian, panjang banget curahan
  hati saya...
  terimakasih sebelumnya sudah membaca email saya ini..
  berikut foto ANIK, semoga bisa dilihat dengan jelas.
  
  salam, 
  Florencia Jane- maminya Leon
  
  __________________________________________________________
  Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles. Visit 
the Yahoo! Auto Green Center.
  http://autos.yahoo.com/green_center/ 
  
  ---------------------------------
  Pinpoint customers who are looking for what you sell. 
  
  [Non-text portions of this message have been removed]
  
  
      
                                    

 
---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
always stay connected to friends.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke