Dear mba' Yulia,
Salam kenal aku niken.
Kebetulan sebelas bulan yang lalu aku melahirkan di RSB Duren Tiga dengan
dokter Budi ML SpoG. Aku cocok banget dengan dokter budi, karena dokternya
komunikatif, baik dan bisa konsultasi vi telpon or sms. Kebetulan aku punya
pengalaman waktu usia kandunganku 28 minggu aku kena infeksi kandung kemih, aku
gak kuat untuk bangun apalagi jalan. Aku cukup konsultasi via telpon dan sms
dengan dr Budi hasilnya aku sembuh dan kandunganku baik-baik aja. Bukannya
promosi tapi menurut aku dokter Budi juga enak untuk dijadikan pilihan.
Kebetulan dia juga mendukung aku untuk melahirkan secara normal dan memebrikan
ASI. Beliau mengajari saya untuk mulai makan makanan yang bisa memperbanyak
produksi ASI seperti sayur daun katuk, bayam dan kacang-kacangan. Jadinya sejak
usia kandungan 32 minggu aku mulai makan sayur katuk seminggu 2x. Ternyata
usaha niken berbuahkan hasil. Wisnu ( nama anak ku ) sejak lahir ( abis
dibersihakan ) langsung minum ASI, karena ASI ku langsung keluar. 3 jam
dari lahir aku mulai menyusui wisnu. Parahnya hari kedua produksi ASI ku
banyak banget tapi wisnu masih males nenen, jadilah payudara ku keras dan aku
panas dingin. Oleh dokter Budi aku diajarin langsung beberapa cara menyusui,
cara memerah ASI supaya payudara tidak keras, dokter Budi juga nyaranin aku
supaya tidak kasih sufor, dia nyuruh aku kasih asi eks. 6 bulan. O iya aku
lupa, waktu abis melahirkan dokter budi juga yang langsung kasih perintah ke pr
suster untuk tidak kasih sufor, karena aku pengen kasih ASI. Sekali lagi
bukannya aku promosi lo mbak, tapi ini pengalaman yang aku alami. Saran aku
kalau masih memungkinkan kasih ASI eksklusif sampai 6 bulan mbak, kerasa banget
manfaatnya. Sekarang wisnu dah umur 11 bulan masih ASI, daya tahan tubuhnya
bagus banget, puji Tuhan dia gak pernah sakit. Padahal dari umur 2 bulan, anpir
tiap bulan sering aku bawa keluar kota Jakarta tapi kuat aja. Di rumah kalo
papa & mama nya pilek dia cuek aja gak ketularan sedikitpun. Semoga
mbak Yulia bisa yach kasih ASI.
Sedang untuk Dsa, Wisnu dan aku cocok dengan dokter Dyah I. Karena dia dokter
yang gak suka kasih antibiotik & juga bukan dokter yang suka nakut-nakutin
pasiennya. Dia juga support aku untuk kasih ASI sampai sekarang.
Mudah-mudahan ceritaku gak bikin bingung dan pusing, karena kepanjangan.
Salam
mama wisnu
Yuliawati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear AyBun,
Aku mau minta saran dan sharing pengalamannya boleh ya.
Skrg aku lagi hamil 32 minggu dan sangat ingin sekali memberikan ASI
ekslusif untuk anakku.
Yang ingin aku tanyakan adalah:
1. Diantara AyBun ada yg punya pengalamankah melahirkan di rumah sakit
Duren Tiga atau JMC buncit.
2. Dari kedua rumah sakit tersebut, kira dokter kandungannya yg
mendukung ASI siapa ya? Aku pingin ELO pada saat melahirkan nanti.
3. Aku juga perlu rekomendasi dari AyBun skalian untuk dokter anak yg
rasional dalam pemberian obat dan tidak menakut2i pasiennya sehingga dengan
ketidaktahuannya kita, terpaksa memberikan SuFor ke baby kita. Krn ada
pengalaman dari milist tetangga, anaknya sempat dikasih SuFor dengan merk yg
direkomendasikan DSA krn DSA-nya bilang kl tidak dikasih SuFor maka anak
tersebut akan dehidrasi.
Mohon maaf kl pertanyaannya kepanjangan.
Calon Ibu yg berusaha menghindari kesalahan.
Cheers,
Yulia
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]