Hai,
ibu Hanna. Selamat jadi ibu ya. Saya juga pernah mengalaminya. Tenang saja
tidak perlu panik. Biasanya anak yang mendapat ASI eksklusif memang begitu,
menurut yang saya baca dan dokter anak, ASI itu murni sehingga terserap semua.
Tak perlu dipaksa dengan apa pun (apalagi pencahar), beri saja ASI sebanyak
mungkin. Kalau ibu merasa ASI kurang, pantang menyerah ya... biasanya di
awal-awal memang harus dirangsang dengan sesering mungkin menyusui.
Sukses-tidaknya ASI eksklusif menurut pengalaman saya, kerja bareng kita dengan
anak. Gak perlu ngotot, apalagi ngoyo. Tapi sabar dan jalani perjalanan indah
ini. Susah saya jelaskan bagaimana keindahan proses ini, jalani dan nikmati
saja ya. Jangan lupa juga selalu mengajak komunikasi si kecil. "Bunda sedang
berusaha nih supaya ASI banyak, yuk dik, bantu Bunda supaya lancar". Saya dulu
tidak membiasakan anak pakai botol. Jadi kalau sedang menyusui di sebelah
kanan, sebelah kiri ASI biasanya keluar juga, saya tampung di gelas
penampung ASI. Setelah di sebelah kanan kosong, pindah ke kiri, nah, yang
tertampung saya simpan dalam kulkas. Kalau saya masih lelah dan si kecil
terbangun, saya minta suami menghangatkan ASI yang dari kulkas lalu ia
menyendokinya dengan sendok kecil khusus newborn. Kerjasama dengan pasangan
juga penting, sebab dari teamwork yang menyenangkan proses laktasi awal jadi
fun dan seru. Tak lupa keep smiling ya Bu Hanna ...
Mudah-mudahan membantu.
Warm Regards,
Andi Maerzyda A. D. Th (Senior Editor Ayahbunda)
Keep
hanna_iru <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear All,
Usia anak saya sekarang baru 1 bulan 10 hari. waktu 1 bulan pertama
setelah melahirkan saya hanya memberikan asi dr jam 8am-22pm dan
selewatnya suster memberikan susu botol, supaya saya bisa banyak
istirahat dan memulihkan kondisi badan stl melahirkan.
produksi asi saya memang tdk terlalu banyak apalagi dlm 1bln itu ada
sempat 1 minggu hari tidak memberikan asi karena saya harus minum
obat dan itu mengakibatkan 1hari pompa saya cuma dapa 100ml saja.
setelah pulang ke rumah saya bertekat ingin memberikan asi ekslusif
kepada anak saya dan setiap 1-2 jam saya harus menyusui dia tp
ternyata anak saya sampai 4 hr tidak bisa BAB (maaf "buang air
besar").
yang ingin saya tau apakah karena asi saya kurang maka anak saya ga
kenyang lalu jadi susah BAB?
saya ingin sekali bisa terus menyusui anak saya tapi takut tidak
mencukupi kebutuhan anak saya. Sedang anak saya kalau sudah disusui
10-20 menit dia pasti tertidur, apakah waktu itu sudah cukup membuat
anak saya kenyang? karena dalam waktu itu dia kan tidak terus menerus
minum kadang berhenti-berhenti.
sejak pulang anak saya sekarang tidak mau minum susu lewat botol.
Mohon info2nya
Best regards,
hanna
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.
[Non-text portions of this message have been removed]