Kalau bisa, menyusuinya pagi dan malam. Pas libur, sesering mungkin beri asi. Di kantor rajin2 mompa asi agar produksi lebih lancar dan bayi dapat pasokan asi waktu ibu bekerja. Perbanyak buah, sayur, air putih dan cairan mis. kuah sayur.
hope it helps yah salam, sita :) ----- Original Message ----- From: dina kartini To: [email protected] Sent: Friday, July 06, 2007 2:59 PM Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Fw: [asiforbaby] press release AIMI - mengenai kenaikan harga susu - please forward Sebenarnya saya ingin sekali mengusui anak saya dengan ASI secara baik dan benar. Selama ini saya hanya menyusui anak saya (6bulan) hanya malam hari saja setelah saya pulang bekarja. Makin hari, ASI yang saya hasilkan juga makin berkurang. Bisakah bantu saya untuk mendapatkan tips-tips untuk memenajemen ASI saya lagi agar saya bisa menyusui anak saya lagi.... Thanks Rina Sofiany <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Jakarta, 4 Juli 2007 Untuk informasi hubungi: Rahmah Housniati (Nia) (021) 7071 9988 0815 900 3357 [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] www.aimi-asi.org Saatnya 'Kembali' ke Air Susu Ibu (ASI) Menyikapi kenaikan harga susu formula yang kian meningkat, kami dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) ingin mengajak kembali masyarakat untuk 'kembali' menyusui bayi dengan Air Susu Ibu (ASI), karena ASI adalah standar pemberian nutrisi yang terbaik bagi bayi. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1997 dan 2002, lebih dari 95% ibu pernah menyusui bayinya, namun menyusui dalam 1 jam pertama cenderung menurun 8% pada tahun 1997 menjadi 3,7% pada tahun 2002. Cakupan ASI eksklusif 6 bulan juga menurun dari 42,4% pada tahun 1997 menjadi 39,5% pada tahun 2002. Sedangkan penggunaan susu formula justru meningkat lebih dari 3 kali lipat selama 5 tahun dari 10,8% tahun 1997 menjadi 32,5 % pada tahun 2002. Hal ini sangat meresahkan dan mengkhawatirkan kami, karena terlihat pada data tersebut, peningkatan penggunaan susu formula juga meningkatkan resiko leukemia dan limfoma pada anak, diabetes, gangguan pencernaan dan diare, pneumonia, asma dan eksim, meningitis, remati, osteoporosis, kanker payudara dan kanker indung telur, kolesterol yang lebih rendah dan obesitas pada masa kanak-kanak maupun remaja. Berbeda dari susu formula yang berasal dari susu sapi, ASI merupakan suatu spesifik spesies yang khusus hanya dibuat untuk bayi manusia, bahkan hanya untuk bayi sang Ibu, bahkan lebih jauh lagi, ASI yang keluar setiap tetesnya memiliki kandungan berbeda yang khas yang persis sempurna sesuai dengan kebutuhan bayi seorang ibu pada saat itu. Komposisi yang terkandung dalam susu formula tidak pernah berubah, semuanya disamaratakan bagi setiap bayi dan pada tingkatan umur yang sama, walaupun kebutuhan bayi yang satu dengan yang lain amatlah berbeda. Kandungan lemak (AA, DHA), karbohidrat, protein, vitamin, mineral, enzym, hormone dan yang paling penting zat antibodi yang terkandung dalam ASI tidak akan didapatkan dalam susu formula manapun. Besar harapan kami, pihak media dapat membantu mensosialisasikan pentingnya ASI eksklusif kepada masyarakat dengan memberikan informasi bahwa selama ini kita sering 'melupakan' bahwa ada yang jauh lebih baik, aman dan higienis dibandingkan susu formula dan tentunya tidak mengalami kenaikan harga seperti susu formula. -- habis -- --------------------------------- Never miss an email again! Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
