salam kenal saya member pasif milis ini ngikut milis ini krn sayang dg ponakan cowok, usia 2 th lewat 3 bulan sedangkan mamanya (kakak saya) gak sempat akses internet, krn sibuk
yg agak miris, akhir2 ini dia susah maem .. terutama kalo lagi travelling.. nengok eyangnya kemaren di kasih tau dokternya, kena maag saya yg dengar berita itu sedih lain itu, yg jadi pikiran saya,kalo dia pipis (ngompol), habis itu gak mau pake baju.. bilangnya "moh baju.." trus suka guling2 di lantai, tanpa baju..bayangin..apa ga masuk angin.. mohon masukan dari mbak2.. ttg makan & kebiasaan "moh baju" ponakan saya itu makasih sebelumnya Anne ----- Original Message ---- From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, July 23, 2007 3:39:19 PM Subject: [Ayahbunda-Online] Digest Number 2330 MILIS AYAHBUNDA ONLINE Messages In This Digest (3 Messages) 1a. Re: Madu untuk bayi From: ANI 1b. Re: Madu untuk bayi From: ariecewek 2a. Re: picky eater From: Dini Widiastuti Rustandi View All Topics | Create New Topic Messages 1a. Re: Madu untuk bayi Posted by: "ANI" [EMAIL PROTECTED] Sun Jul 22, 2007 4:54 pm (PST) Bayi di bawah satu memang tidak disarankan untuk diberikan madu, karena kemungkinan madu tersebut mengandung bakteri clostridium botulinum (bisa search tentang ini di yahoo) Demikian Mama DAZ ____________ _________ _________ __ From: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com [mailto:Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com] On Behalf Of Fitri Yanti Sent: Friday, July 20, 2007 5:40 PM To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com Subject: [Ayahbunda-Online] Madu untuk bayi Saya lagi bingung nih... mudah2an ada yang bisa membantu ya.. gini loh... kemarin my baby dirawat di rumah sakit karena diare dan pupnya ada darahnya.. So, untuk sementara susu formulanya diganti untuk yang khusus diare, namanya Nutrilon Low Lactosa.. Tapi karena rasanya yang gak enak, babyku gak mau minum.. cuma mau minum ASI aja.. Sekarang sih udah pulang dari RS karena udah baikan.. Nah, karena aku harus kerja, dan dia masih harus konsumsi susu Low Lactosa itu, aku akalin dengan mencampur susunya pake madu... Hasilnya,.. wuih, babyku suka sekali dan cepet habis susunya... Tapi, kata teman-temanku, untuk baby seusia babyku (6bln) belum boleh dikasih madu, bener gak sih? Aku coba hubungi dokter anakku gak nyambung2... Please, aku butuh infonya secepatnya ya.. Thank u... :-) ::BCA:: [Non-text portions of this message have been removed] Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post Messages in this topic (13) 1b. Re: Madu untuk bayi Posted by: "ariecewek" [EMAIL PROTECTED] ariecewek Sun Jul 22, 2007 11:56 pm (PST) Untuk melengkapi tentang bahaya madu untuk baby <1th, diambil dari salah satu milis kesehatan: Sebaiknya madu diberikan setelah usia 1 thn untuk menghidari resiko botulisme. Artikelnya reposting dibawah ya. semoga berguna, arie ============ ========= == Botulisme DEFINISI Botulisme adalah suatu keadaan yang jarang terjadi dan bisa berakibat fatal, yang disebabkan oleh keracunan toksin (racun) yang diproduksi oleh Clostridium botulinum. Toksin ini adalah racun yang sangat kuat dan dapat menyebabkan kerusakan saraf dan otot yang berat. Karena menyebabkan kerusakan berat pada saraf, maka racun ini disebut neurotoksin. Terdapat 3 jenis botulisme, yaitu : - Foodborne botulism, merupakan akibat dari mencerna makanan yang tercemar - Wound botulism, disebabkan oleh luka yang tercemar - Infant botulism, terjadi pada anak-anak, karena mencerna makanan yang tercemar. PENYEBAB Bakteri Clostridium botulinum memiliki bentuk spora. Spora ini dapat bertahan dalam keadaan dorman (tidur) selama beberapa tahun dan tahan tehadap kerusakan. Jika lingkungan di sekitarnya lembab, terdapat cukup makanan dan tidak ada oksigen, spora akan mulai tumbuh dan menghasilkan toksin. Beberapa toksin yang dihasilkan Clostridium botulinum memiliki kadar protein yang tinggi, yang tahan terhadap pengrusakan oleh enzim pelindung usus. Jika makan makanan yang tercemar, racun masuk ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan, menyebabkan foodborne botulism. Sumber utama dari botulisme ini adalah makanan kalengan. Sayuran, ikan, buah dan rempah-rempah juga merupakan sumber penyakit ini. Demikian juga halnya dengan daging, produki susu, daging babi dan unggas. Wound botulism terjadi jika luka terinfeksi oleh Clostridium botulinum. Di dalam luka ini, bakteri menghasilkan toksin yang kemudian diserap masuk ke dalam aliran darah dan akhirnya menimbulkan gejala. Infant botulism sering terjadi pada bayi berumur 2-3 bulan. Berbeda dengan foodborne botulism, infant botulism tidak disebabkan karena menelan racun yang sudah terbentuk sebelumnya. Botulisme ini disebabkan karena makan makanan yang mengandung spora, yang kemudian tumbuh dalam usus bayi dan menghasilkan racun. Penyebabnya tidak diketahui, tapi beberapa kasus berhubungan dengan pemberian madu. Clostridium botulinum banyak ditemukan di lingkungan dan banyak kasus yang merupakan akibat dari terhisapnya sejumlah kecil debu atau tanah. GEJALA Gejalanya terjadi tiba-tiba, biasanya 18-36 jam setelah toksin masuk, tapi dapat terjadi 4 jam atau paling lambat 8 hari setelah toksin masuk. Makin banyak toksin yang masuk, makin cepat seseorang akan sakit. Pada umumnya, seseorang yang menjadi sakit dalam 24 jam setelah makan makanan yang tercemar, akan mengalami penyakit yang sangat parah. Gejala pertama biasanya berupa mulut kering, penglihatan ganda, penurunan kelopak mata dan ketidakmampuan untuk melihat secara fokus terhadap objek yang dekat. Refleks pupil berkurang atau tidak ada sama sekali. Pada beberapa penderita, gejala aawalnya adalah mual, muntah, kram perut dan diare. Pada penderita lainnya gejala-gejala saluran pencernaan ini tidak muncul, terutama pada penderita wound botulism. Penderita mengalami kesulitan untuk berbicara dan menelan. Kesulitan menelan dapat menyebabkan terhirupnya makanan ke dalam saluran pernafasan dan menimbulkan pneumonia aspirasi. Otot lengan, tungkai dan otot-otot pernafasan akan melemah. Kegagalan saraf terutama mempengaruhi kekuatan otot. Pada 2/3 penderita infant botulism, konstipasi (sembelit) merupakan gejala awal. Kemudian terjadi kelumpuhan pada saraf dan otot, yang dimulai dari wajah dan kepala, akhirnya sampai ke lengan, tungkai dan otot-otot pernafasan. Kerusakan saraf bisa hanya mengenai satu sisi tubuh. Masalah yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari kelesuan yang ringan dan kesulitan menelan, sampai pada kehilangan ketegangan otot yang berat dan gangguan pernafasan. DIAGNOSA Pada foodborne botulisme, diagnosis ditegakkan berdasarkan pola yang khas dari gangguan saraf dan otot. Tetapi gejala ini sering dikelirukan dengan penyebab lain dari kelumpuhan, misalnya stroke. Adanya makanan yang diduga sebagai sumber kelainan ini juga merupakan petunjuk tambahan. Jika botulisme terjadi pada 2 orang atau lebih yang memakan makanan yang sama dan di tempat yang sama, maka akan lebih mudah untuk menegakkan diagnosis. Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan darah untuk menemukan adanya toksin atau biakan contoh tinja untuk menumbuhkan bakteri penyebabnya. Toksin juga dapat diidentifikasi dalam makanan yang dicurigai. Elektromiografi (pemeriksaan untuk menguji aktivitas listrik dari otot) menujukkan kontraksi otot yang abnormal setelah diberikan rangsangan listrik. Tapi hal ini tidak ditemukan pada setiap kasus botulisme. Diagnosis wound botulism diperkuat dengan ditemukannya toksin dalam darah atau dengan membiakkan bakteri dalam contoh jaringan yang terluka. Ditemukannya bakteri atau toksinnya dalam contoh tinja bayi, akan memperkuat diagnosis infant botulisme. PENGOBATAN Penderita botulisme harus segera dibawa ke rumah sakit. Pengobatannya segera dilakukan meskipun belum diperoleh hasil pemeriksaan laboratorium untuk memperkuat diagnosis. Untuk mengeluarkan toksin yang tidak diserap dilakukan: - perangsangan muntah - pengosongan lambung melalui lavase lambung - pemberian obat pencahar untuk mempercepat pengeluaran isi usus. Bahaya terbesar dari botulisme ini adalah masalah pernafasan. Tanda- tanda vital (tekanan darah, denyut nadi, frekuensi nafas dan suhu) harus diukur secara rutin. Jika gangguan pernafasan mulai terjadi, penderita dibawa ke ruang intensif dan dapat digunakan alat bantu pernafasan. Perawatan intensif telah mengurangi angka kematian karena botulisme, dari 90% pada awal tahun 1900 sekarang menjadi 10%. Mungkin pemberian makanan harus dilakukan melalui infus. Pemberian antitoksin tidak dapat menghentikan kerusakan, tetapi dapat memperlambat atau menghentikan kerusakan fisik dan mental yang lebih lanjut, sehingga tubuh dapat mengadakan perbaikan selama beberapa bulan. Antitoksin diberikan sesegera mungkin setelah diagnosis ditegakkan. Pemberian ini pada umumnya efektif bila dilakukan dalam waktu 72 jam setelah terjadinya gejala. Antitoksin tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi, karena efektivitasnya pada infant botulism masih belum terbukti. PENCEGAHAN Spora sangat tahan terhadap pemanasan dan dapat tetap hidup selama beberapa jam pada proses perebusan. Tetapi toksinnya dapat hancur dengan pemanasan, Karena itu memasak makanan pada suhu 80� Celsius selama 30 menit, bisa mencegah foodborne botulism. Memasak makanan sebelulm memakannya, hampir selalu dapat mencegah terjadinya foodborne botulism. Tetapi makanan yang tidak dimasak dengan sempurna, bisa menyebabkan botulisme jika disimpan setelah dimasak, karena bakteri dapat menghasilkan toksin pada suhu di bawah 3� Celsius (suhu lemari pendingin). Penting untuk memanaskan makanan kaleng sebelum disajikan. Makanan kaleng yang sudah rusak bisa mematikan dan harus dibuang. Bila kalengnya penyok atau bocor, harus segera dibuang. Anak-anak dibawah 1 tahun sebaiknya jangan diberi madu karena mungkin ada spora di dalamnya. Toksin yang masuk ke dalam tubuh manusia, baik melalui saluran pencernaan, udara maupun penyerapan melalui mata atau luka di kulit, bisa menyebabkan penyakit yang serius. Karena itu, makanan yang mungkin sudah tercemar, sebaiknya segera dibuang. Hindari kontak kulit dengan penderita dan selalu mencuci tangan segera setelah mengolah makanan --- In Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com, "ANI" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bayi di bawah satu memang tidak disarankan untuk diberikan madu, karena > kemungkinan madu tersebut mengandung bakteri clostridium botulinum (bisa > search tentang ini di yahoo) > > > > Demikian > > Mama DAZ > > ____________ _________ _________ __ > > From: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com > [mailto:Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com] On Behalf Of Fitri Yanti > Sent: Friday, July 20, 2007 5:40 PM > To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com > Subject: [Ayahbunda-Online] Madu untuk bayi > > > > Saya lagi bingung nih... mudah2an ada yang bisa membantu ya.. > > gini loh... kemarin my baby dirawat di rumah sakit karena diare dan > pupnya ada darahnya.. So, untuk sementara susu formulanya diganti untuk > yang khusus diare, namanya Nutrilon Low Lactosa.. Tapi karena rasanya > yang gak enak, babyku gak mau minum.. cuma mau minum ASI aja.. > Sekarang sih udah pulang dari RS karena udah baikan.. > Nah, karena aku harus kerja, dan dia masih harus konsumsi susu Low > Lactosa itu, aku akalin dengan mencampur susunya pake madu... > Hasilnya,.. wuih, babyku suka sekali dan cepet habis susunya... > > Tapi, kata teman-temanku, untuk baby seusia babyku (6bln) belum boleh > dikasih madu, bener gak sih? Aku coba hubungi dokter anakku gak > nyambung2... Please, aku butuh infonya secepatnya ya.. > Thank u... :-) > > > > > > ::BCA:: > > > [Non-text portions of this message have been removed] > Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post Messages in this topic (13) 2a. Re: picky eater Posted by: "Dini Widiastuti Rustandi" [EMAIL PROTECTED] dinidendi Mon Jul 23, 2007 12:02 am (PST) Dear Susi, soal susah makan, pertanyaan langganan nih :) Emang bikin stress yaa.... Coba deh cara2 di bawah ini, based on pengalaman pribadi menghadapi dua anak tukang GTM (gerakan tutup mulut) hehehe... Pertama, coba variasikan makanan Kalo susah, pake contoh menu di link ini http://beingmom. org/index. php/2006/ 09/08/contoh- jadwal-menu- mingguan- si-kecil/ Kedua, coba "tutupi" kekurangan kalori dengan camilan bergizi. Contoh resep ada di link ini http://beingmom. org/index. php/category/ resep/ Sediakan camilan itu ditempat yang gampang dijangkau anak. Trus, pura2 bego aja, gak usah nyuruh2 untuk makan. Nanti kalo laper, atau kalo dia tertarik dg tampilan cemilan itu, dia akan makan sendiri kok. Ketiga, coba cara lain memberi makan. Misalnya waktu kamu makan malam, ajak si kecil duduk dipangkuanmu. Trus biarkan ia ikut makan dari piringmu. Keempat, batasi camilan gak sehat dg cara negosiasi. Boleh makan 1 buah setelah selesai makan. Boleh ngemil coklat kalau susunya habis. Dll dsb. Hope it helps, Dini - mamanya Danisha & Dhafina --- In Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com, SUSIANTI SANI <susianti_82@ ...> wrote: > > aduh,tolong dong anak saya sangat susah makan.dia baru 14bln, jadi cara yang tepat buat dia mau makan gmana ya? > > > ------------ --------- --------- --- > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers > > [Non-text portions of this message have been removed] > Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post Messages in this topic (2) Recent Activity 64 New Members Visit Your Group SPONSORED LINKS Single family home Family home finance Family home Family home mortgage Family home business Y! Messenger PC-to-PC calls Call your friends worldwide - free! Yahoo! Mail You're invited! Try the all-new Yahoo! Mail Beta Yoga Resources on Yahoo! Groups Take the stress out of your life. Need to Reply? Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily Digest.Create New Topic | Visit Your Group on the Web Messages | Links Subscribe: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED] Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to Traditional Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe ____________________________________________________________________________________ Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. http://travel.yahoo.com/ [Non-text portions of this message have been removed]
