Awas, Infeksi Kuman di S al on
He al th News Fri, 13 Jul 2007 11:02:00 WIB
Keluar dari s al on kecantikan, maunya kita tampak menarik dari uiung rambut
hingga ujung kaki. Siapa nyana, k al au di b al ik penampilan kinclong itu,
kuman sudah menempel di tubuh dan bak al menimbulkan mas al ah.
Seperti yang di al ami seorang remaja belia, Nicki Mos al isi (14). Ia
terinfeksi bakteri cukup parah setelah merawat kuku kaki (pedicure) di sebuah s
al on di C al ifornia , Amerika Serikat. Dokter yang menanganinya menduga
bakteri itu kemungkinan didapat saat Nicki melakukan spa kaki (footspas).
Kisah lain datang dari Delores London, seperti disiarkan d al am situs beauty
tech. Ia harus menj al ani operasi kecil di kaki gara-gara terkena infeksi
sehabis melakukan pedicure juga. "Saya tahu k al au s al on itu potensi al
menularkan infeksi, tetapi tidak pernah mengira justru saya yang kena karena
sebelumnya sering pedicure dan tak pernah bermas al ah," tutur London . Dr.
Teresa Tobin yang merawat London menyatakan telah menangani banyak kasus serupa.
Tentu saja setiap orang tidak menginginkannya. Kita pun tidak pernah tahu kapan
h al itu akan datang dan siapa yang bak al terkena. Itu artinya siapa saja
berisiko terkena infeksi saat sedang melakukan perawatan diri di sebuah s al on
kecantikan. Alih- al ih cantik, yang didapat m al ah infeksi bakteri, virus,
dan kuman jenis lain.
Hepatitis
"Ah, itu ' kan di Amrik. K al au di sini sih kayaknya aman-aman saja," ujar
Khesya, pelanggan sebuah s al on kecantikan di kawasan Kebayoran Baru. Justru
itu! Di negara maju, peraturan atau pemantauan h al -h al yang berkaitan dengan
kesehatan atau keamanan konsumen umumnya lebih mendapat perhatian. Itu pun bisa
terjadi kasus yang membahayakan tadi. Ap al agi di Indonesia, di mana h al -h
al serupa itu masih jauh dari jangkauan pihak berwenang.
Suatu fakta bahwa berbagai per al atan di s al on dapat menjadi agen penyebar
penyakit infeksi, akibat tidak disetrilkan secara cermat. Alat- al at yang
rentan menjadi tempat bersemayamnya kuman itu antara lain gunting, kikir kuku,
handuk, kain al as saat memotong rambut, sisir, al at pelepas kulit ari di
sekitar kuku (cuticle).
Para dokter di AS pun, s al ah satunya Shelly A. Sekula, M.D., spesi al is
kulit di Texas, mewanti-wanti adanya penularan penyakit di s al on kecantikan.
Banyak dokter menduga sejumlah pasien dengan hepatitis B yang tidak jelas dari
mana tertular virus itu, bisa jadi mendapatkannya dari s al on.
Bagaimana itu terjadi? Ketika Anda duduk untuk pedicure atau manicure, pikirkan
bahwa pelanggan sebelumnya mungkin meng al ami luka hingga berdarah, dan
darahnya yang mengandung virus, bakteri, jamur, parasit, dan kuman jenis lain
mengontaminasi al at- al at mani-pedi yang sedang Anda gunakan. Selain dapat
menyebabkan iritasi, terbakar, dermatitis kontak, hepatitis, berbagai produk di
s al on juga bisa menyebarkan Streptococcus kelompok A yang mematikan.
Tidak Steril
Sebetulnya risiko tersebut dapat diminim al kan jika dilakukan langkah
pencegahan yang tepat. S al on seharusnya mencuci per al atannya dengan bahan
kimia pencuci hama , contohnya hidrogen peroksida, setiap al at itu habis
digunakan. Sayangnya, sebuah penelitian menunjukkan, kebanyakan pembunuh kuman
yang digunakan s al on-s al on di AS tidak cukup kuat untuk membunuh bakteri,
termasuk hepatitis.
Tak ada s al ahnya sebagai konsumen kita menanyakan apakah al at- al at s al on
itu disucihama dengan sempurna, demi melindungi diri dari risiko terinfeksi
kuman. Juga jangan biarkan pekerja s al on memotong kulit air di tepian
kuku-kuku kita dengan penuh semangat karena tindakan ini bisa membuat Anda
terluka yang selanjutnya bisa mengarah pada infeksi serius.
Jika mau benar-benar aman, kita bisa membawa per al atan sendiri, sehingga tak
ada bakteri dari orang lain yang menular ke tubuh kita. Namun, tentu saja ini
bikin repot ' kan ...!
Sumber: Senior
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.
[Non-text portions of this message have been removed]