Dear All,

Sekedar share aja nich.

Salam,
Jovanka


----- Forwarded Message ----
From: Rosilawati <[EMAIL PROTECTED]>
To: Agus Yudhi <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Lenny Simanjuntak 
<[EMAIL PROTECTED]>; Jansen Rudianto Sinaga <[EMAIL PROTECTED]>; Jovanka 
Cynthia <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, July 31, 2007 8:41:34 AM
Subject: FW: [CC60an] Fw: HATI- HATI ( pelajaran berharga atas kasus penipuan )


 




From: ~ Josep - Puninar Group ~ [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, July 31, 2007 8:12 AM
To: Actg - Abrar; Actg - Claudia; Actg - Daud Panggabean; Actg - Djoko Prajitno 
; Actg - Ester Ika Gultom; Actg - Fitriyah; Actg - Ibnu; Actg - Khaerendra 
Makhfudz; Actg - Nova; Actg - Rika; Actg - Rosilawati Yudhi; Actg - sriw; Actg 
- Tatang Suryana; Actg - Teddy Sulistio
Subject: FW: [CC60an] Fw: HATI- HATI ( pelajaran berharga atas kasus penipuan )


 
 



From: Stefanus H. Ruspandy [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, July 31, 2007 7:43 AM
To: 'Albert Ruspandy'; 'Iin Winarta'; 'Yohanes Chandra'; 'Felix Adjien'; 'Bobby 
Laluyan'; 'D. Budijanto'; 'Vivi Noviana'; 'Kurniadi Wibowo Soetopo'; 'Adjie'; 
[EMAIL PROTECTED]; 'JokoSihWidi'; 'Herman Wijaya'; 'Johanes'; '~ Josep - 
Puninar Group ~'; 'Riswanto Halim'; 'Mr.Harry W ( BOD )'; [EMAIL PROTECTED]; 
'Kuswanto Halim'; 'harryang'
Subject: FW: [CC60an] Fw: HATI- HATI ( pelajaran berharga atas kasus penipuan )
 
 
 



From: Basoeki [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, July 30, 2007 7:44 PM
To: ex-CC60AN; CC6263
Subject: [CC60an] Fw: HATI- HATI ( pelajaran berharga atas kasus penipuan )
 
 
 

  
SEMOGA BERMANFAAT 

> Dear All,
> 
> Ini adalah kejadian sebenarnya yang menimpa rekan kami (karyawan Komatsu),
> yang tinggal dibekasi.
> 
> Kejadian berikut ini benar-benar terjadi pada seorang teman pada 24 Juli
> 2007 lalu. Semoga cerita ini bermanfaat.
> 
> Berawal dari sebuah panggilan melalui telepon rumah (fixed line/PSTN),
> yang menanyakan identitas dan alamat yang sama persis dengan data yang ada
> di buku telepon. Orang yang mengaku dari "Metro TV" tersebut mengabarkan
> bahwa sang pemilik nomor telepon berhak atas Grand Prize berupa mobil
> "Kijang Innova". Karena sudah terlalu sering mendengar penipuan semacam
> ini, maka dijawablah dengan ketus, "... kalau memang benar hadiah mobilnya
> buat saya, kirim aja Pak mobilnya ke sini!".
> 
> Singkat cerita, 2 jam kemudian sampailah di depan rumah teman kita ini
> sebuah Kijang Innova yang benar-benar baru, lengkap dengan pelat nomor
> polisi yang masih putih!
> 
> Masih dengan perasaan yang ragu, sekaligus surprised, maka dipersilakanlah
> tiga orang yang mengantarkan mobil tersebut masuk ke dalam rumah. Dengan
> menunjukkan seberkas dokumen, yang konon berupa Surat Jalan, dokumen
> Pajak, dokumen Asuransi, dan dokumen-dokumen yang lain maka diyakinkanlah
> bahwa ia memang berhak atas mobil yang dibawanya tersebut. Sayangnya,
> belum sempat ia memeriksa dokumen-dokumen tersebut, beberapa orang yang
> mengaku dari Pajak, Asuransi, dan juga Notaris bergantian menghubungi via
> telepon dan mengucapkan selamat atas hadiah yang didapat.
> 
> Setelah melihat ia sudah cukup yakin dengan hadiah tersebut, maka
> pembicaraan beralih ke kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang
> 'Pemenang Grand Prize', yaitu membayar pajak hadiah. Menurut si pengantar
> mobil, jumlah yang harus dibayar oleh 'sang pemenang' adalah 25% dari
> harga mobil atau senilai 42 juta rupiah. Menyadari simpanan dana yang ada
> tidak mencukupi untuk jumlah tersebut, maka sempat terfikir untuk mundur.
> Namun, tanpa mengenal kata menyerah, si pengantar mobil kembali meyakinkan
> bahwa soal pembayaran pajak adalah hal sepele, bisa ditunda kapan saja,
> dan bisa dibayar dengan dicicil... 10% dulu misalnya. Maka muncullah
> kembali harapan teman kita ini sambil bergumam, "... kalau 10 juta sih
> saya punya...". Gotcha!!
> 
> "OK Pak, 10 juta saya kira bisa diterima oleh Pak Notaris", tukas si
> pengantar mobil.
> 
> Setelah lebih kurang 2 jam berada di rumah itu, maka tiga orang pengantar
> hadiah mobil pamit untuk menuju ke 'pemenang kedua' sambil lalu mereka pun
> mengajak untuk sekalian bertemu notaris sambil mengendarai 'Grand Prize'
> yang baru dimenangkannya. Dengan sangat meyakinkan sang pemenang
> dipersilakan untuk mengendarai mobil yang memang sudah diidamkannya selama
> ini. Sebelum berangkat si pengantar hadiah menanyakan apakah uang sudah
> dipersiapkan. Sempat muncul keraguan, namun rasa gembira mengalahkan
> keraguan yang sempat muncul, hingga dibawalah olehnya uang tunai sejumlah
> 10 juta rupiah. Di tengah perjalanan, si pengantar kembali menanyakan,
> apakah perlu mampir ke ATM. Namun dijawab bahwa saldo di tabungan sudah
> tinggal sedikit. Maka perjalananpun dilanjutkan, dan melalui jalan bebas
> hambatan (tol).
> 
> Beberapa saat di jalan tol, si pengantar dengan sopan meminta agar kemudi
> diambil alih oleh temannya. Dengan beralasan bahwa kendaraan belum
> diserahterimakan, sehingga bisa merepotkan jika terjadi kecelakaan, maka
> beralihlah kemudi ke orang lain dan ia pun berpindah duduk di samping pak
> sopir. Di saat sedang menikmati kenyamanan kendaraan baru tersebut,
> tiba-tiba dari belakang sepasang tangan membekap mulut dan hidungnya
> dengan lap atau sapu tangan yang beraroma sangat tajam, hingga ia pun tak
> sadarkan diri......
> 
> Setengah tersadar, sekujur badan terasa sangat dingin. Setelah tersadar
> penuh, ia mendapati dirinya berada di tengah padang rumput di pinggir
> jalan tol. Beruntung, dompet dan seluruh isinya hanya diacak-acak hingga
> ia pun bisa pulang kembali ke rumah dengan selamat. 'Beruntung', hanya 10
> juta saja yang dibawa oleh komplotan penipu yang memanfaatkan
> kekhilafannya siang itu....
> 
> Teman, jika kita cermati kasus ini, maka tampak bahwa modus penipuan makin
> beragam, makin berotak, dan juga makin bermodal. Kebetulan, komplotan pada
> kasus ini masuk dalam kategori komplotan yang 'sopan', 'baik hati', dan
> main bersih (hampir tidak ada jejak yang ditinggalkan) . Bukan tidak
> mungkin di lain kesempatan, bisa saja komplotan seperti ini bermain kasar.
> Untuk itu selayaknya kita mengingatkan keluarga yang kita tinggalkan di
> rumah saat kita bekerja, dan juga kita sendiri tentunya, untuk lebih
> berhati-hati.
> 
> Regards,
> 
> Mujahidin
> Purchasing Section
> PT Komatsu Indonesia .
> """""""""""" """"""""" """"""""" """""""
> Email :  [EMAIL PROTECTED] co.id <mailto:mujahidin@ komi.co.id>
> Website :  www.komi.co. id <http://www.komi. co.id>
> """""""""""" """"""""" """"""""" """"""" 


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke