Ibu-ibu yang akan puasa dan masih menyusui, berikut pendapat rekan saya, redaktur senior kesehatan Ayahbunda, Dewi Handajani, yang juga punya pengalaman dua kali puasa sambil menyusui. Semoga cukup membantu dalam memutuskan untuk puasa atau tidak.
Best Regards, Andi Maerzyda. Dewi Handajani, ibu 3 putra-putri: "Setahu saya ada perkecualian untuk ibu hamil dan menyusui dalam hal melaksanakan ibadah puasa. Jika ibu khawatir dengan kesehatan si kecil, mengingat saat ini dia masih dalam masa ASI eksklusif, Ibu boleh saja tidak puasa, dengan memenuhi konsekuensinya (bayar fidiah dan mengganti puasa di waktu lain). Jika ibu ingin tetap berpuasa, penuhi dengan baik kebutuhan gizi tubuh Ibu, antara lain perhatikan kebutuhan tubuh akan cairan. Tentang rasa ASI yang menjadi hambar, saya tidak tahu. Kalau tentang merosotnya produksi ASI, hal ini mungkin saja terjadi. Saya pribadi pernah puasa saat menyusui dan saat hamil. Ada yang berhasil sebulan penuh, ada yang tidak. Itu sebabnya, berpuasa atau tidak sepenuhnya tergantung kondisi Ibu dan si kecil. Jika Ibu merasa Ibu dan si kecil baik-baik saja, silakan teruskan berpuasa. Tapi jika tidak, hentikan berpuasa, dan ganti hutang puasa tersebut di lain waktu."
