Batuk 
            12/31/2006
            Anak-anak dapat mengalami 6-12 infeksi saluran pernapasan (ISPA) 
dalam setahun, umumnya disertai batuk. Pada sebagian besar anak, batuk akan 
berhenti dengan sendirinya dalam 1-3 minggu, walaupun kadang dapat lebih lama. 
Secara umum, jika seorang anak mengalami batuk setiap hari selama lebih dari 3 
minggu, beberapa kemungkinan penyebab selain ISPA harus dipertimbangkan: 

              a.. Anak mungkin memiliki kelainan pada saluran pernapasannya, 
misal: tracheo-esophageal fistula (adanya saluran penghubung antara 
trakea/saluran napas dan kerongkongan/saluran makan). 
              b.. Benda asing yang tersangkut di saluran napas merupakan 
kemungkinan penyebab lainnya, terutama pada batita. 
              c.. Asma atau rinitis kronis (reaksi peradangan hidung yang terus 
menerus berlangsung). 
              d.. Merokok atau faktor psikologis dapat menjadi penyebab batuk 
kronis pada remaja. 
            Perlu diingat bahwa batuk dengan banyak dahak tidak umum ditemui 
pada anak-anak dan perlu diteliti penyebabnya. 

            Diagnosis 
            Untuk menentukan penyebab batuk, beberapa hal penting untuk 
diperhatikan. Yang pertama tentunya perlu dibedakan apakah batuk ini dialami 
terus menerus atau kambuh kembali setelah sempat sembuh. Mulainya batuk juga 
penting diketahui, misalnya batuk yang sangat tiba-tiba tanpa gejala lain 
mungkin menandakan adanya benda asing yang tersangkut di saluran napas. Jenis 
dan pola batuk juga dapat memberi petunjuk dalam menentukan penyebab batuk. 
Misalnya batuk yang dialami dalam serangan-serangan yang tidak terkontrol 
(paroxysmal) mungkin disebabkan pertusis, chlamydia, atau benda asing. Batuk 
yang menghilang selama tidur dapat menandakan bahwa batuk yang dialami hanyalah 
karena kebiasaan (habit cough). Gejala lain yang menyertai batuk juga sangat 
menolong dalam upaya ini karena beberapa penyakit memiliki gejala-gejala yang 
cukup khas, misalnya: sinusitis, rinitis kronis, atopi, atau asma. Selain itu, 
paparan terhadap asap rokok juga merupakan faktor penting pada anak dengan 
keluhan batuk.  
            Pada pemeriksaan fisik, ada tidaknya tanda kekurangan oksigen 
(hipoksia) yang berlangsung kronis harus diteliti, misalnya: gagal tumbuh dan 
clubbing (kondisi akibat hipoksia kronis di mana batas kuku dengan kulit jari 
menjadi datar jika dilamati dari samping dan jari terlihat lebih lebar). Selain 
itu tentunya tanda-tanda lain seperti demam, napas yang cepat, mengi, dan bunyi 
napas yang tidak simetris juga harus diperhatikan. 
            Pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan laboratorium atau 
X-ray hanya dibutuhkan pada kasus-kasus tertentu. 

            Penanganan 
            Jika anak dalam keadaan sehat dan pemeriksaan fisiknya normal, yang 
perlu dilakukan hanyah menghindari paparan terhadap zat yang mengiritasi 
seperti asap rokok. Tidak ada bukti yang menunjukkan peran obat penekan batuk, 
dekongestan, anti alergi, atau antibiotik pada penanganan batuk dalam kasus 
seperti ini. Kunjungan follow-up ke dokter dapat dilakukan dalam 2-3 minggu. 
            Anak yang tidak terlihat sehat atau yang pemeriksaan fisiknya tidak 
normal membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut seperti dapat dilihat pada flow 
chart berikut ini:   
            Anak dengan batuk lebih dari 3 minggu 
            ¯  
             Apakah riwayat/pemeriksaan fisik normal? ®Ya. Hindari iritan, 
follow-up. 
              ¯  
            ¯Tidak 
              ¯
            Apakah riwayat/pemeriksaan fisik mengarah pada pertusis? ®Ya. 
Penanganan pertusis     
              ¯
            ¯Tidak 
              ¯
            Apakah riwayat/pemeriksaan fisik mengarah pada asma?      ®Ya. 
Penanganan asma 
              ¯
            ¯Tidak 
              ¯
            Apakah riwayat/pemeriksaan fisik mengarah pada benda asing? ®Ya. 
Penanganan benda asing 
            ¯
            ¯Tidak 
              ¯
            Apakah riwayat/pemeriksaan fisik mengarah pada sinusitis? ® Ya. 
Penanganan sinusitis 
              ¯
            ¯Tidak 
              ¯
            Lakukan X-ray dada dan pemeriksaan lain yang dibutuhkan. 
              

            Sumber
            Clinical Practice Guidelines: Cough Available from 
http://www.rch.org.au/clinicalguide/cpg.cfm?doc_id=9744 



            dr. Nurul Itqiyah H

            Ke Atas 

             

             
           

     

 



 



http://rustamaji.net


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke