Thank you so much!!
Sita Sidharta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sekolahnya : Adik Irma Suryani Nasution (AISN). Kalau nggak salah sekarang
adanya di Duren Tiga CMIIW soalnya waktu jaman saya masih di tempat lama di
Pegangsaan Barat. Denger2 sih masih termasuk sekolah favorit disana.
Kalau masih dikelola sama keluarganya titip salam ya mba. Konon sih beberapa
guru TK-SD aslinya - maksudnya masih rekrutan Ibu Tobing langsung - masih ada.
happy hunting!
sita :)
----- Original Message -----
From: Sara Nathaniel Christantra
To: [email protected]
Sent: Monday, August 27, 2007 5:54 PM
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Fwd: Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia
Dear mbak Sita,
Thanks banget lho sharingnya!! Emang enak ya kalau sempet punya or kenal guru
yang seperti ibu Tobing. Boleh tau nama sekolahnya mbak Sita? Meskipun ibu
Tobingnya udah nggak ada, mungkin saya masih bisa tanya tanya dan survey
kesana. Makasih banget ya mbak.
Regards,
Sara
Sita Sidharta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Di milis sebelah sih sempat rame mba,
ada yang ngasih tau proses rekrutment guru di sekolahnya dan tercengang-cengang
dengan para pelamarnya dst...
Dulu sih waktu saya TK-SD, kepala sekolah saya, alm. Ibu I.A.L. Tobing, pernah
bilang ke para orangtua murid cara beliau memilih guru, yang pertama beliau
lihat adalah nilai pedagoginya, setelah itu baru yang lain2nya jadi guru2nya
harus betul2 menguasai cara mengajar kepada anak dan tidak hanya mata
pelajarannya saja. Hasilnya sekolah disana buat saya sangat menyenangkan.
Apalagi saya baru sadar pas dah gede bahwa saya tknya 3 tahun gara2 lahirnya
September. Saya ingat sih pas sekolah lagi kok teman2nya beda, tapi enjoy2 aja
tuh karena kami akrab dengan guru2 kami.
Jauh sebelum sekolah bilingual jadi trend, beliau sudah mengajarkan bahasa
Inggris ke murid SDnya. Dimulai dari kelas 3 sd, sekali seminggu dan itu sudah
sangat efektif untuk menanamkan bahasa asing ke anak2. Setelah lulus SD, ayah
saya menerima posisi di luar dan saya berhasil masuk ke sekolah internasional.
Terlepas dari ortu saya sering membelikan buku, saya amat yakin ini berkat
hasil pendidikan Ibu Tobing. Saya jadi kangen sama guru saya ini....
Sekarang saya nggak tau ya sekolahnya beliau bagaimana. Moga2 sih masih
seperti ketika Ibu Tobing masih ada.
maaf jadi rada melenceng balasannya.
sas
----- Original Message -----
From: Sara Nathaniel Christantra
To: [email protected]
Sent: Friday, August 24, 2007 8:16 AM
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Fwd: Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia
To mbak Rina,
Artikelnya emang bangus banget mbak.
Sayang ya kayaknya para orang tua kurang tertarik.
Sudah sebulan saya kirimkan reply ke ayahbunda untuk share nya
bagi para orang tua yang concern sama pendidikan anaknya.
Saya meminta bantuan apakah ada orang tua yg pernah tahu sekolah di
Indonesia yang menerapkan cara mengajar seperti ini atau mungkin mendekati.
Tapi sayangnya gak ada yg balas tuh. Kalau mbak Rina sendiri tau, atau siapapun
deh yang tahu tolong saya diberi info ya. Thanks banget!
Regards,
Sara
Rina Sofiany <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear all,
Artikel yang bagus banget neh......
Salam,
Jaya Satikno
Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia
Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki
peringkat pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa
karena memang banyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk
kualitas pendidikan adalah Finlandia. Kualitas pendidikan di negara
dengan ibukota Helsinki, dimana perjanjian damai dengan GAM
dirundingkan, ini memang begitu luar biasa sehingga membuat iri semua
guru di seluruh dunia.
Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei
internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for
Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal
dengan nama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca,
dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara
akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah
mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas.
Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia? Dalam
masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi
dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan
beberapa negara lainnya.
Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar,
memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau
memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia
mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan
negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka
justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan
Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50
jam perminggu
Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak pada
kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru
dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru
sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka
tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru
mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1
dari 7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingainnya
ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum
dan kedokteran! Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok
oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi
dengan kualitas seadanya pula.
Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru
yang berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi
guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut
mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka,
dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang
mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan
evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas
pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang
menghancurkan tujuan belajar siswa.
"Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajar siswa untuk
lolos ujian." ungkap seorang guru di Finlandia.
"Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan
ujian. Pada usia 18 siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi
mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke
perguruan tinggi. Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri,
bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar betanggungjawab atas
pekerjaan mereka sendiri," kata Sundstrom, kepala sekolah di SD
Poikkilaakso, Finlandia,
"Dan kalau mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas.
Guru tidak harus selalu mengontrol mereka. Siswa didorong untuk
bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi
yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari
sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa
kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini
guru tidak mengajar dengan metode ceramah." Kata Tuomas Siltala, salah
seorang siswa sekolah menengah.
"Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komando
hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak
menyenangkan." sambungnya.
Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang
membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah
di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik
dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.
Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai
kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani
masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi
setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai,
umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu;
berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak
perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha. Para
guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka.
Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah!" pada siswa, maka
hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini
akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan
melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka
dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak
ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga
terhadap dirinya masing-masing. Ranking-rankingan hanya membuat guru
memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik
di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan
antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen
pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi.
"Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa," kata seorang guru,
"Maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya."
Benar-benar ucapan guru yang bertanggungjawab.
Diambil dari "Top of the Class" Fergus Bordewich.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
psst............madaniapsst memang sarana komunikasi warga madania
yang pasti sesuai & sangat tepat....
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
________________________________
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos.
--
rina rinso
http://rustamaji.net
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo!
Games.
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Luggage? GPS? Comic books?
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.
[Non-text portions of this message have been removed]