Ayah & Bundanya Alysha tinggal di Banjarmasin, waktu hamil 8 bulan Bunda pulang 
ke Jakarta untuk nglahirin di Jakarta, karena keluarga besar kita di Jakarta 
semua.
  Dokter kandungan bilang, sebenarnya tidak ada resiko apa-apa, kecuali resiko 
melahirkan di pesawat.
  Jadilah Bunda mudik ke Jakarta dengan pesawat, nah...sekarang tinggal minta 
surat dokter kandungan yang ada kata-kata "layak melakukan penerbangan" ke 
dokter, dan memilih airlines yang tidak terlalu ketat menjalankan peraturan.
   
  Kalau Garuda jelas ketat, malah waktu masih hamil kurang dari 3 bulan, 
Bundanya Alysha pernah ditolak karena dalam surat dokter tidak ada kata-kata 
"layak melakukan penerbangan", sang dokter kandungan yang "kondang" di 
banjarmasin pun merasa tidak perlu menulis kata-kata itu, karena biasanya tidak 
pernah ada yang ditolak terbang dengan surat keterangan yang "biasa" dia buat. 
Ini sempat buat saya jengkel dengan Garuda dan sempat buat Bunda stress (efek 
buruknya bukan akibat penerbangan tapi akibat petugas Garuda yang terlalu 
berlebih-lebihan yang buat Bunda sangat begitu khawatir, sampai kringat dingin).
   
  Setelah dengan pengalaman buruk ditolak Garuda karena petugasnya overacting 
(saya sempat buat surat pembaca ke kompas, tapi gak jadi saya kirim). Kita 
tidak akan mencoba menggunakan Garuda lagi, karena kali ini memang usia 
kehamilan sudah 8 bulan.
  Dengan pengalaman beberapa kali naik pesawat dengan airlines company yang 
berbeda, kita memilih "Lion" yang mungkin masih "sedikit ada toleransi" yang 
penting ada surat keterangan dokter bahwa "layak melakukan penerbangan".
   
  Jadi kesimpulannya...... Bunda nya Alysha baik-baik saja....benar apa kata 
dokter, selama janin dan bunda dalam kondisi normal, satu-satunya resiko adalah 
melahirkan di dalam pesawat (yang dalam hal ini tidak terjadi dengan Alysha).
   
  Sekarang Alysha sehat, dia sudah berusia 4 bulan.
   
  Saran saya, periksa ke dokter kandungan dan minta pendapat dokter apakah 
kondisi ibu "layak melakukan penerbangan".
   
  Ayahnya Alysha
   
   
  

Dinny_Agus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          sama dong aku juga lagi 34 minggu sekarang. enak juga tuh mom ke bali
rame2.... tapi dokter ku bilang untuk kehamilan 8-9 bulan sebaiknya jangan
naek pesawat dulu. Salah satu alasannya takutnya pas di pesawat ada pengaruh
ke si baby-nya. Pending dulu aja daripada kenapa2 sama si adek.

On 9/18/07, mommy andrew <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear parents,
> ceritanya....... sblm hamil, sy sempet beli tiket airasia ke bali
> sekeluarga
> utk lebaran.
> tnyata stelah 1 bln beli itu tiket, lalu sy positif hamil
>
> nah ...di itung2x...sampe nanti tgl keberangkatan berarti sy hamil 34/35
> minggu
> peraturan di airasia yg tertulis seh msh memungkinkan memberangkatkan ibu
> hamil di bawah usia 35/36 mg dgn surat ijin dokter.
>
> sempet ngobrol ama dokter....dok blg, "yah kalo kamu mau seh sy bisa aja
> bikinin surat.... cuma...... sy ga menganjurkan takut tekanan pada peswat
> mempengaruhi janin. kalo lahiran di bali seh msh mending.....lah kalo
> lahirannya di peswat gimana......."
>
> sy jd binun.... soale kl sy ga pergi, sekeluarga kaga jd pergi semua
>
> ada yg punya pengalaman, naik pesawat pd saat hamil tua ?
> pls share
>
> cathy
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke