ada .. saya bolak-balik naik pesawat selama kehamilan
tetapi jarak dekat cuma 1-2 jam. kalau lebih dari itu
sebaiknya ditunda atau dipikirkan dan disipakan lebih
matang ya. sejauh ini tidak terjadi apa-apa. bayi saya
sekarang 10 bulan juga sudah beberapa kali tak ajak
naik pesawat. pertama kalinya saat dia umur 43 hari.
saya pulang untuk melahirkan jadi setelah kehamilan 36
minggu pulang kampung naik pesawat. sepanjang
kehamilan saya selalu ke dokter dulu kalau mau pergi
naik pesawat terutama yang terakhir. memastikan
kondisi saya dan bayi dalam kandungan sehat dan kuat
untuk melakukan perjalanan.
justru dokter sempat komentar bahwa yang melelahkan
dan kemudian berbahaya untuk kandungan adalah
perjalanan dari dan ke airport. itu kalau kita tinggal
jauh dari aiport. umumnya jauh kan? bukan di
pesawatnya sebab pesawat sudah dirancang sedemikian
rupa agar bisa terbang dengan ketinggian tertentu dan
manusia dapat tetap hidup bernafas dengan wajar
didalamnya.
pengalaman saya, bundanya harus tenang dan benar-benar
merasa nyaman sehingga desahan nafas, detak jantung,
sirkulasi darah dan semuanya yang juga dirasakan bayi
didalam kandungan membuat dia ikut tenang juga. kalau
bundanya ketakutan, nafas tidak teratur, detak jantung
berdegup kencang, keringat dingin dan sebagainya, bayi
juga akan merasakan hal yang sama.
kenakan pakaian yang nyaman, minta ditemani, sibukkan
diri dengan kegiatan yang menyenangkan: membaca buku,
misalnya, pilihlah maskapai penerbangan yang bonafide,
periksa ke dokter dulu sebelum berangkat,
perjalanannya memang perlu dilakukan dan terakhir,
berdoa yang banyak.
lahiran di pesawat? jarang terjadi yah. kata dokter
saya, untuk proses kelahiran anak pertama biasanya
membutuhkan waktu 12 jam. jadi kalau terbang jarak
pendek, kemungkinan melahirkan di pesawat kan kecil.
have a nice flight mom!
____________________________________________________________________________________
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.
http://farechase.yahoo.com/