Halo mbak,
Mo share aja, anakku dari lahir (9 Jan 07) sudah di "vonis" alergi susu sapi,
sehingga dari umur 2 bln sampe skrng minumnya yg berbau-bau HA sampe sekarang
(umur 9 bln kurang 9 hr). Dan sudah berkunjung ke berbagai dokter termasuk Dr.
Widodo ini, sampe sekarang masih alergi juga. Ngga bisa sembarang makan dan
kotor. Tiap hari rajin bersih2 rumah. Akhirnya karna saya udh capek bolak balik
dokter (pasti dengan biaya yg mahal), sekarang anakku ngga tak kasih obat. Kalo
timbul bintik2 merah di pipi, aku biarin aja, paling solusinya brentiin
makannya (pemicu alerginya) selama seminggu, dan kalo sudah berkurang, aku
lanjut lagi. Begitu terus sampe sekarang. Memang masih merah2 juga, apalagi
kasian, cewe mbak, jd pipi ngga mulus pasti selalu ditanya orang2 yg
melihatnya. Trus badannya juga ngga gemuk. Yang penting masih diatas normal.
Tidurnya pun susah, selalu bolak balik gelisah. Ciri2nya sama seperti yang saya
baca artikelnya Dr. Widodo.
Intinya, aku mencoba sabar sebagai orang tua, yang pasti kita sudah melakukan
yg terbaik buat anak kita. Kalo memang sudah divonis alergi, ya mau gimana
lagi. Memang mungkin sudah genetik (menurut kedokteran). Tapi tetap aku hindari
mana pemicunya. Dan makanan yang harusnya dihindari (menurut dokter), malah aku
kasih dengan porsi yang sangat2 sedikit, alhasil tidak begitu timbul merah2.
Ya wis mbak, dengan bergabungnya di milis ini, aku senang karna bisa berbagi
juga dan tidak merasa sendiri. Kalo sebelum gabung, aku awam sekali, ngga tau
apa2.
Maaf ya, kepanjangan...
Salam,
Ita (bundanya Isabel).
unike christie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
dear parents....,
met pagi....semoga semua sehat yah....!
saya baru saja membaca sebuah artikel yg diulas oleh Dr Widodo Judarwanto SpA (
Children Allergy Center) dr RS BUNDA Jkt....betapa memprihatinkan ya bahwa
disana dikatakan hasil penelitian terbaru mengenai manifestasi alergi adalah
Autisme dimana hal tsb masih terasa mengerikan di telinga kita.Logikanya adalah
bahwa alergi makanan dapat mengganggu fungsi otak (mungkin lebih detilnya bisa
dibaca di artikel nya beliau).
parents....,
anak saya pun mempunyai bakat alergi..., bisa dibayangkan khan setelah membaca
artikel tsb bagaimana reaksi dan perasaan saya....sementara kita orangtua sudah
berusaha menghindari bahan2 makanan pemicu alergi tsb.Tes alergi pun kalau
memang perlu dilakukan (padahal kita tau betapa mahalnya biaya yg hrs
dikeluarkan utk tes alergi spt itu). Lagi2 kita manusia hanya bs berpasrah pd
yg DI ATAS...., toh kita sudah berusaha semampu kita. Sekarang saya berusaha
lebih tenang aja, yg penting tetap menghindari makanan2 pemicu alergi utk buah
hati kita....kita tidak pernah tau khan apa yg terjadi di depan nanti, harapan
utk sembuh dari semua itu bs saja terjadi!
maaf... saya sedikit numpahin uneg2, saya cuma berharap orangtua yg mengalami
seperti saya bs lebih tenang juga.......
rgds
unike(mom russell)
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.
[Non-text portions of this message have been removed]