Pak Frans, klo saran saya sih coba untuk lebih melakukan pendekatan lagi thd 
sisulung agar dia bisa merasa lebih nyaman & mau mendengarkan nasihat dari 
bapak.Dengan kita bersikap seperti seorang teman, biasanya anak2 akan lebih 
mudah diarahkan. Atau bisa jugadengan melakukan aktifitas yang bisa mendekatkan 
setiap anggota keluarga seperti berkemah, pantai, dll. .. dengan cara ini istri 
bapak juga akan melihat bahwa Pak Frans tidak bersikap pilih kasih dan maksud 
Pak Frans bersikap tegas adalah untuk kebaikan anak2 juga...
   
  mohon maaf klo tidak berkenan. 
frans s <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          hi moms n dads...salam kenal,

anak kami yang pertama, lelaki 8 tahun sangat dekat dengan kakeknya (ayah dari 
istri saya). setiap hari sepulang sekolah, dia bersama adiknya (perempuan 5 th) 
tinggal di rumah kakek neneknya yang memang tidak jauh dari rumah kami. sore 
baru diantar pulang. hal ini dilakukan karena memang selain kami bekerja, 
neneknya yang minta supaya sepulang sekolah mereka bisa tinggal di rumah kakek 
neneknya. supaya lebih mudah diawasi juga katanya. sedangkan anak kami yang 
paling kecil (10 bulan), tetap tinggal di rumah kami bersama baby sitternya dan 
pembantu. perlu diketahui bahwa anak kami yang pertama dan kedua, merupakan 
anak dari perkawinan istri saya yang terdahulu.
saya mencoba untuk tegas kepada si sulung dengan tujuan supaya dia menjadi anak 
yang mandiri dan tidak manja. tetapi seringkali hal ini malah disalahartikan 
oleh istri saya. dia berpikir saya pilih kasih. selain itu anak kami yang 
pertama dan kedua seringkali bertengkar untuk hal2 yang kecil. sifat mereka 
berdua memang bertolak belakang. si sulung perfeksionis, sedangkan adiknya 
cenderung cuek dan iseng. si sulung kalau merasa terganggu, tidak segan2 akan 
memukul atau menendang adiknya. tapi terhadap si bungsu, mereka berdua sangat 
sayang dan ngemong. pertanyaan saya bagaimana saya harus bersikap terhadap si 
sulung? selama ini saya paling2 hanya memarahi dia kalau memang nakal. tidak 
sampai memukul. paling kalau sudah kelewatan saya sentil. tindakan ini saya 
ambil, karena kalau saya bertindak terlalu jauh akan mengakibatkan pertengkaran 
antara saya dan istri. di satu sisi saya tidak mau dibilang gagal dalam 
membesarkan ketiga anak saya. tapi di lain
pihak, istri saya sering berpikiran yang negatif. satu lagi apakah saya juga 
salah kalau lebih dekat dengan si bungsu yang memang sedang lucu2nya? tapi 
bukan berarti saya tidak memperhatikan kedua anak saya yang lain.

terima kasih..

__________________________________________________________
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and 
lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

       
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke