ai keren <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Date: Sun, 7 Oct 2007 10:10:46 -0700 (PDT)
From: ai keren <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Sharing...Mutiara Hatiku....
To: Andi Mairzyda <[EMAIL PROTECTED]>, 
Ayahbunda-Online Moderator <[EMAIL PROTECTED]>

  Dear Parents...
  Cuma mau sharing sedikit...mudah2an bermanfaat ya...
  Aku Ai, Bunda dari 2 bocah laki2, Zaidan 3th 6bln (yg lagi nuntut2nya 
perhatian banyak dan merasa harus mendapat apapun lebih banyak dari adiknya) 
dan Rayyan 1th 2bln (Rayyan lagi belajar jalan, belajar ngomong juga dan mulai 
menuntut tidak mau dikalahkan oleh Mas nya, Rayyan juga masih ASI lho...).aku 
dibantu oleh 2 asisten ku dalam mengurus anak2 dan rumah.
  Dari hari pertama puasa, aku dan suami selalu berdiskusi tentang bagaimana 
meng'handle' rumah dan anak2 nanti setelah kedua asistenku mudik 
lebaran..hampir setiap malam kita membicarakan hal tersebut...akhirnya, suamiku 
berpendapat aku akan sangat kewalahan meng'handle' 2 jagoanku setelah 2 
asistenku mudik krn pd saat itu suamiku blm libur kantor. Setelah melalui 
diskusi panjang, kami sepakat, setelah Zaidan libur sekolah, kami akan 
mengantarkan dia ke tempat Eyang nya (memang Zaidan sangat dekat dgn Eyang nya 
dan hampir setiap libur sekolah di menginap di rumah Eyangnya). Pd wkt itu, 
kurang lebih 2 minggu yg lalu, kami bilang ke Zaidan, "Zaidan mau nginep di 
rumah Eyang ngga". Mendengar nginep di rumah Eyang, dia sangat senang sekali 
dan antusias sekali. Tapi sejak itu perasaan ku galau sekali...bermacam2 
pertanyaan berkecamuk di kepala ku...kok aku tega sekali sih...masa cuma gara2 
ga ada asisten trus Zaidan di'ungsikan', masa ga bisa sih meng'handle' anak 2, 
kasian kan
 Zaidannya...setiap hari..setiap malam hatiku berkecamuk dan galau 
sekali...tapi, suamiku selalu meyakinkan..."daripada Ai kecapean, nanti marah2 
ama anaknya, anaknya kasian...mendingan sama Eyangnya, dia happy dan Ai juga 
nanti ga kewalahan". Aku mencoba terus meyakinkan hatiku bahwa yg akan kami 
lakukan adalah yg terbaik. 
  Sampai...2 hari yang lalu Zaidan membantuku membuat kue lebaran...tiba2 dia 
bilang,"kalo Bunda mau aku temenin, aku ga usah nginep di rumah Eyang ga pa pa 
kok"...dengan bingung aku balik tanya,"Emang Mas ga mau nginep di rumah 
Eyang?". Dengan tegas dia menjawab,"Aku nemenin Bunda aja deh...biar bisa 
mbantuin Bunda bikin kue dan njaga adek Rayyan"...Air mataku menggenang, tapi 
aku tahan banget supaya air mataku tidak sampai jatuh...ya Tuhan...anakku, 3th 
6bln...DIA BISA MEMBACA KEGALAUAN HATIKU...spontan aku bilang,"Bunda seneng 
sekali Mas mau nenemin dan mbantuin Bunda, terimakasih udah sayang sama Bunda 
ya Nak...", Dia bilang,"Aku kan sayang sekali sama Bunda, sama Papa dan adek 
Rayyan..."
  Mutiara Hatiku menguatkan diriku dan menguatkan keyakinanku bahwa aku 
bisa...apapun akan kulakukan untuk selalu bersama kalian..untuk selalu 
meng'handle' kalian walopun sesulit apapun...apapun akan kulakukan untuk 
membahagiakan kalian Nak...
  Terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan kami Mutiara yg tak ternilai 
harganya dgn apapun...Kami akan menjaga mereka sebaik2nya...
   
  Sorry kalo cerita ini kepanjangan dan kurang berkenan...tapi mudah2an bisa 
menyadarkan kita bahwa anak2 kita sangat berharga...jgn pernah merasa terbebani 
dengan kehadirannya...jadikanlaha apapun, baik susah maupun senang menjadi 
suatu hal yg menyenangkan krn every moment is a surprise...
   
  Cheers,
  Ai
    
---------------------------------
  Don't let your dream ride pass you by. Make it a reality with Yahoo! Autos. 

       
---------------------------------
Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on 
Yahoo! TV.    

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke