Wah, terima kasih ayah bunda yg sudah memberi saran. Ga nyangka responnya
banyak sekali, dan semuanya sangat membantu. Mulai dari menarik napas, ambil
PRT, sampai menyekolahkan zidan. Ada yg bisa saya kerjakan, ada juga yg
belum bisa (secara ekonomi kami belum siap ambil pembantu). Tapi lepas dari
itu semua saya jadi sangat terinspirasi. Sekarang saya sudah tidak mudah
marah lagi, suami juga ikut membaca imel2 balasan. Dan Insya Allah setelah
idul fitri ini kami akan mulai hunting sekolah untuk zidan (tadinya kami
berencana ingin menyekolahkan zidan setelah usianya 2,5 tahun). Semoga saja
zidan siap sekolah dan ini bisa jadi jalan yg terbaik untuk semua, zidan,
saya, bahkan suami.

Sekali lagi terima kasih ayah bunda semua.

 

fifi

 

  _____  

From: fifi [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, October 05, 2007 4:31 AM
To: [email protected]
Subject: tolong, saya mudah marah

 

Salam kenal ayah bunda semua

Saya anggota baru milis ini. nama saya Fifi, dan jagoan kecil saya namanya
Zidan, 1 tahun 9 bulan.

 

Saya punya masalah nih. Akhir2 ini saya mudah sekali marah. Dan yg jadi
sasaran kemarahan saya tidak lain tentu Zidan. Kalau sedang capek, atau
sedang jengkel sama suami atau orang lain, saya jadi mudah sekali terbakar
emosi. Padahal dulu saya selalu bisa bersabar dan menahan diri, meski pun
Zidan ngacak-acak rumah atau ngompol di mana-mana. Entah karena sekarang
Zidan semakin "aktif", atau saya memang yg perlu "diterapi". Memang sih,
belum sampai ke fisik. Tapi kalau sudah marah, wajah saya mengerikan seperti
monster dan suara saya mengaum seperti macan. Memang sih setelah marah saya
selalu menyesal dan minta maaf pada Zidan, sambil nyiumin dia berulang kali
saking menyesalnya. Tapi saya khawatir kalau semakin lama penyakit saya ini
semakin parah dan jelas akan berdampak buruk pada Zidan. Sekarang saja Zidan
jadi ikut2an suka ngamuk, mungkin nyontoh ibunya ini.

O iya, saya ngerawat anak saya sendirian. Suami saya berangkat pagi pulang
malam. Ketemu dengan Zidan hanya beberapa jam sehari (kecuali sabtu dan
minggu). Tapi tentu saja jam "aktif"nya Zidan pagi sampai malam sebelum
tidur, waktu ayahnya tidak ada di rumah. Tidak ada orang tua atau kerabat
lain yang berada di dekat saya, tidak ada pembantu juga. Jadinya semua
amarah, jengkel, dan kesal saya limpahkan ke Zidan dan diri saya sendiri.

Plis aybuns, beri saya masukan, saran, marahin saya deh kalo perlu, biar
saya bisa jadi ibu yang sabar dan ga gampang marah lagi.

 

fifi



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke