Pak,

Membeli seharga itu tidak akan seberapa jika dibandingkan dengan keselamatan
anak kita. Belum lagi kita sendiri juga bisa menyetir dengan tenang, tanpa
khawatir anak jatuh di mobil.

Saya sendiri, sejak anak saya lahir, selalu menggunakan baby car seat hingga
sekarang anak saya berusia 2.5 tahun (sekarang ia sudah menggunakan booster
seat dan safety belt mobil). Dan saya sangat bersyukur karena saya
membiasakan anak saya untuk selalu duduk di car seat, karena saat lebaran
atau saat tidak ada asisten dan saya harus berkendaraan berdua saja
dengannya, ia akan duduk tenang di car seat nya smentara saya menyetir
dengan tenang. Paling kalau bosan, saya sudah siapkan lagu kesukaannya dan
beberapa mainan/buku. Tapi semua itu benar-benar mempermudah semua, asisten
saya pun lebih mudah memberinya makan jika terpaksa makan dijalan, anak saya
pun bisa tidur dengan nyenyak jika ia tertidur di jalan.

Kenapa saya membiasakan anak saya untuk duduk di car seat? Karena kebetulan
ada salah satu kerabat yang pada saat anaknya berusia 3 tahun, duduk di
kursi depan, tanpa seat belt, kecelakaan di jalan tol, dan terkena
syarafnya. Hingga sekarang tidak bisa sembuh total (usianya sudah 17 tahun).
Saya tidak mau hal itu terulang pada anak saya.

Intinya, memiliki car seat dan membiasakan anak duduk di car seat, tidak
saja aman untuk anak, tapi juga nyaman untuk orang tua. DI negara2 maju
sudah sejak lama diberlakukan peraturan bahwa anak-anak balita diwajibkan
untuk duduk di car seat.

Mudah2an bisa membantu sharing saya ini

Sotya.

-- 
www.OneBizyMama.com

www.FAIRADesign.com
...ideas for your living.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke