ikutan sharing pengalaman,

anak pertama (laki), pas 2,5 thn, dipersiapkan utk tinggal di 
australia. jadi aktif diajarkan "3 bhs", misal: burung-bird-cuit 
cuit, bebek-duck-kwek kwek...pokoknya orang serumah heboh deh, ampe 
nenek kakeknya juga terpaksa kudu sedikit berbahasa inggris ke 
dia...setahun di aussie, dia cuma diam aja, semua yang dibicarakan 
orang cuma diserap aja, membalasnya tetap dgn bhs indonesia. Setelah 
masuk kinder...wow, malah terbalik, malah kita yang di rumah kudu 
berbhs indonesia 100% dan gantian, dia balasnya 99% bhs 
inggris...sekarang dia dah umur 7,5 thn, bisa 2 bhs, fleksibel 
tergantung dgn siapa dia berbicara, dgn orang indo-malay-sngapore, 
yaa inggris campur indo/malay, dengan orang2 di luar itu yaa 100% 
bhs inggris...
anak kedua, cewek skrg 3,5 thn, kebetulan lahir di aussie...dari 
awal sudah dibiasakan 2 bhs, sekarang perbendaharaan bhs nya agak 
sedikit kacau...dia bisa bilang: Adek mau close the pintu atau I 
want to tutup the door...pokoknya nyampur...menurut saya sih oke-oke 
aja, yang penting, dia tau arti kata yang dimaksud, masalah dia mau 
pakai yang mana (inggris atau indo), itu tergantung dia. Menurut 
saya, semakin aktif otak distimulasi makin cerdas dan fleksibel anak 
tsb...sama seperti mengajarkan not balok (seni musik) ke anak2...:-) 
susyah banget emang, tapi mereka menghafalnya oke-oke aja tuh, no 
complaint...:-) mumpung masih muda, stimulasi otak anak dengan 
maksimal, dengan hal2 yang baik tentu saja...:-)
kalo mau tambahan, bisa diputarkan kaset2 lagu anak2 berbahasa 
inggris, atau film2 anak berbahasa inggris. kadang dari situ bisa 
juga mengasah grammar mereka, mereka nya jelas belum tau tenses, 
tapi karena sering mendengar, jadinya apa yang mereka ucapkan itu 
benar secara grammar dan perfect secara pronounciation ...
begitu pengalaman saya mendidik anak bhs kedua. semoga bermanfaat.

salam,
mamanya ahsan dan azeezah



--- In [email protected], "Sigit [EMAIL PROTECTED]" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ikutan sharing ya..
> Keponakan saya Kayla saat ini umurnya sudah 5 tahun. Krn tinggal 
di Australia, maka yg terjadi adalah, lingkungannya sebagian besar 
berbicara bahasa Inggris. Orang tuanya di rumah hampir 80% 
menggunakan bahasa Indonesia, sisanya Inggris.. Tambahan ttg 
lingkungannya, ada juga bbrp teman dari Indonesia yang sehari²nya 
berbahasa Indonesia..
> 
> Yg terjadi adalah, ketika Kay mulai bisa berbicara dengan agak 
lancar, dia akan mengerti ketika di ajak bicara dengan kedua bahasa. 
Kemudian, setelah tambah besar, dia otomatis bisa menyesuaikan 
bahasa yang dia gunakan, sesuai dengan bahasa dari lawan bicarannya.
> 
> Saya sendiri dari anak saya Touya lahir (skarang 11.5bln), 100% 
menggunakan bahasa Inggris ketika berbicara kepadanya. Hal ini saya 
lakukan secara konsisten.. Adapun Istri saya 50-50, dan 
lingkungannya sebagian besar berbahasa Indonesia. 
> 
> Ada yg bilang, kalau kita mengajarkan dua bahasa sekaligus, akan 
membuat bayi terlambat berbicara krn ia hrs memilah mana bhs yg hrs 
digunakannya.. Tapi, saya berpendapat bahwasannya otak Bayi itu bisa 
menerima apapun yg "diajarkan" kepadanya.. singkatnya: Jenius. Jadi, 
tidak ada batasan utk mempelajari apapun... 
> 
> Maka dr itu, smp skarang full konsisten pake English 24/7 ^_^ 
harapannya, Touya bs memahami kedua bahasa dengan baik nantinya.. 
Amien.
> 
> Semoga sharingnya bermanfaat, meskipun sedikit.
> 
>  
> Salam,
> Sigit the [EMAIL PROTECTED]
> y! clark_kent_1409
> ----------------------
> Powered by Tsel Blackberry
>


Kirim email ke