Hi Halida...

Ikutan nimbrung ya..

Jujur untuk saya pribadi, saya kurang cocok dgn metode tersebut. 
Seperti ada juga moms yg sdh mengemukakan pendapatnya, menurut saya 
metode ini membuat anak membaca karena hafal bentuk2 huruf yg sudah 
terrangkai menjadi sebuah kata, bukan karena dia sudah bisa membaca 
dengan baik.

Dan pencapaian apa yg didapat si anak selain rasa bangga ortu nya 
aja. What's the benefit for the baby? So what klo anak sy blm bs 
baca sampe dia TK nnt. It's not a big deal buat saya. Karena itu 
lumrah. 

Saya lebih suka anak belajar membaca secara alami. Klo dalam bahasa 
Indonesia dgn cara mengeja letter by letter, sedangkan klo dlm bhs 
Inggris dgn cara Phonics. Buat saya itu lebih efektif. 

Lagipula, klo si anak sudah terbiasa menghafal kata2 (yg lalu 
disebut sudah bisa membaca) apa nanti di sekolah si anak gak bingung 
klo disuruh mengeja? 

Kebetulan anak pertama saya (Reuben, 3.5th) bukan tipe anak yg bisa 
dirangsang otaknya sambil duduk manis memperhatikan sesuatu. Tp 
justru dgn rangsangan audiovisual. Akhirnya, saya coba2 membelikan 
dia vcd2 yg 'mendidik' dgn tema yg berbeda2. Ada yg mengenai huruf, 
angka, warna, shapes, alat musik, opposites, dll. Alhamdulillah, 
hasilnya memuaskan. Hasil 'belajar'nya melalui vcd2 itu sering 
diterapkannya sehari2. Cukup sering dia membaca plat2 mobil di 
jalan, atau menunjuk billboard atau sign di jalan sambil 
ngomong "look, mami, it's a red circle" atau "wow it's a big 
rectangle". Dan sekarang itu semua berguna di sekolahnya. Saya 
rasa 'investasi' seperti itu lebih bermanfaat untuk 
masa depannya nanti.

Maaf ya, moms n dads, seandainya pendapat dan komentar saya kurang 
berkenan..


--- In [email protected], HALIDA PANE 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear Mom's Dad, Ayah Bunda & Papa Mama Sekalian 
>    
>   Ini Bundanya Reyvan baru muncul lagi, baru sempet soalnya. 
Setiap hari aku buka milis but sbg pemerhati aja gak ikutan nimbrung.
>    
>   Begini, tadi malam di TV ada liputan tentang Metode Baca Glen 
Dolman. Katanya bisa diterapkan untuk anak mulai usia 2 bulan en 
walaupun bukan target utama, anak diharapkan bisa membaca pada usia 
2 atau 3 tahun. 
>    
>   Sepertinya metode ini juga salah satu metode stimulus otak, jadi 
anak awalnya diperlihatkan kartu2 besar berisi kata2 dengan tulisan 
besar. Diterapkan ke anak cukup 3 menit sehari atau mungkin kisaran 
waktunya bertambah sesuai usia anak ya? (untuk itu saya kurang 
menyimak).
>   Dalam pengenalan huruf dan kata tsb harus dalam suasana 
menyenangkan tanpa paksaan ortu ke anak.
>    
>   Menurut saya sih walaupun tanpa paksaan sepertinya belum tepat 
waktu aja ya kalo masih bayi gitu dah diperkenalkan huruf & kata. 
Apa itu juga namanya gak terlalu berlebihan, padahal di usia < 1 thn 
kan banyak juga yg harus dipelajari anak ya mom's & dad, misal 
belajar makan,minum,duduk,merangkak,jalan dsb selain pembelajaran 
sosial (mengenal dirinya & lingkungan sekitar).
>    
>   Makanya saya butuh pendapat dari para orang tua lainnya, 
sebenarnya apa sih baik buruknya metode ini ???
>    
>   Plis direspon ya mom's & dad, soalnya buat bahan pertimbanganku 
nih!
>    
>   Maap kalo kepanjangan ya..........
>    
>    
>    
>    
> 
>        
> ---------------------------------
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke