--- In [email protected], "Vera A. Purnamasari"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear moms...
> 
> minta sharing soal melahirkan dengan bidan, klo ada moms yang pnya
pengalaman aq mohon di share yach. karena suami aq ga' terlalu setuju
utk periksa kandungan ke dokter kandungan laki-laki, aq coba cari
dokter kandungan perempuan agak sedikit jadi aq mo coba periksa dan
melahirkan dengan bidan.
> 
> sebelumnya aq ngucapin ma kasih yach.....
> 
> -vera-
> 

hi mbak vera ...

jangan khawatir dengan pertolongan bidan. selama proses melahirkan
normal, rasanya keadaan akan baik-baik saja. indikasi persalinan tidak
normal kan umumnya akan terbaca selama kehamilan kalau pemeriksaan
rutin dan teliti. 

saya sendiri setahun yang lalu melahirkan ditolong oleh bidan.
alhamdulillah baik-baik saja baik saya atau pun bayinya. kebetulan
bidannya sabar dan telaten menunggui.

kalau pemeriksaan kehamilan, dengan SPOG laki-laki sebenarnya tidak
pengaruh lho. saya periksa ke empat dokter SPOG selama hamil dulu.
jadi periksanya ganti-ganti. dua laki dan dua perempuan. 

anggapan bahwa kalau dokter perempuan lebih berempati tidak selalu.
diperiksa dokter laki memang risih tapi sebenarnya buat dokternya kan
itu hanya pekerjaan. tidak hanya satu perempuan hamil yang diperiksa
dalam sehari. jadi, pengalaman saya dan kata teman-teman saya yang
dokter, mereka tidak pengaruh siapapun.

apalagi pemeriksaan hamil tuh kan tidak pake buka-buka. saya juga
sempet emoh periksa dokter laki. tapi, ternyata dari empat dokter itu
yang terpilih dan saya percaya untuk menjadi konsultan proses
kelahiran saya adalah dokter laki.

beliau termasuk dokter senior. kalau periksa tidak hanya mengandalkan
alat canggih. masih pake stetoskop, pake dopler, pake tangan. pake
tangan itu sudah saat terakhir lho. jadi, 2-3 minggu sebelum
melahirkan, beliau mengukur ukuran panggul saya dan memastikan kepala
bayi akan lolos dan sudah masuk jalan lahir. tangannya itu meriksa
diluar lho. menekan pinggul kiri kanan.

setelah pemeriksaan manual, baru beliau memeriksa dengan usg. jadi
kami bisa mencocokkan perhitungan manual dengan mesin. posisi
plasenta, perkiraan berat bayi, posisi bayi, jenis kelamin bayi dan
sebagainya. oh, ya. paling seru waktu kami diajak menghitung jumlah
kaki tangan dan jemarinya yang masih imut-imut itu.

tapi, kalau memang suami keberatan, coba saja periksa ke bidan dulu.
cari dokter SPOG yang perempuan dulu. kalau sudah tahu proses
pemeriksaan, kan jadi lebih berilmu soal periksa. menurut kami, second
opinion itu penting. tidak percaya dengan satu dokter saja. kami
tampung pendapat dan masukan mereka. yang kami yakin, kami jalani. 

tapi memang, kalau sudah proses melahirkan, memang lebih nyaman dengan
sesama perempuan. sebab mau nggak mau pasti buka-buka dan diobok-obok.
huks .. semoga membantu yah.

Kirim email ke